HIKMAH RAMADAN: Tiga Amalan Anak Adam setelah Meninggal Dunia

Siti Bahiroh - Ist.
11 Juni 2018 07:25 WIB Siti Bahiroh Hikmah Ramadan Share :
Ad Tokopedia

Kita tahu semua Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan sehingga kita semua diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah yang sebanyak-banyaknya. Karena ada sebuah hadistyang menyatakan bahwa ketika kita sudah meninggal atau mati nanti, kita akan terputus amalnya kecuali tiga. Hadis tersebut berbunyi, “Idza matabnu aadama ingqata'a 'amaluhu illa min tsalaasin: shadaqatin jariatin au 'ilmin yuntafa'u bihi au waladin shaalikhin yad'ulah.

Yang artinya, “Apabila telah mati anak adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, shodatin jariyatin, shodaqoh jariyah. Aulilmin yuntafau, ilmu yang bermanfaat. Awaladin sholihin yadulah, anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)

Para pembaca yang berbahagia, ketiga hal tersebut adalah penting untuk kita laksanakan lebih-lebih di Ramadan ini karena pintu ampunan oleh Allah SWT telah dibuka seluas-luasnya kemudian kita semua diberi kesempatan untuk memohon, berdoa dan meminta ampun kepada Allah SWT. Mendoakan kepada kedua orang tua kita yang sudah meninggal dunia maupun yang masih hidup.

Berdoa untuk kedua orang tua merupakan salah satu aspek atau fungsi bakti kita kepada kedua orang tua. Doa kepada kedua orangtua itu bisa dilahirkan secara lafal misalnya

Allahummaghfirly waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayaanii shogiira

Yang artinya, “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku [ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.”

Itulah yang bisa kita berikan, doa-doa kepada orang tua. Doa-doa sehabis salat kemudian juga kita bisa mendoakan ketika orangtua sudah meninggal dunia. Itulah beberapa doa yang harus kita kerjakan setiap habis salat.

Kemudian sedekah jariyah juga bisa kita lakukan di bulan ramadhan ini dengan seluas-luasnya. Kita bisa memberikan takjil di masjid, kita bisa memberikan shadaqah itu langsung kepada fakir miskin, bisa berupa memberikan buka puasa atau berupa makanan pokok yang bisa dipakai untuk bahan persiapan sehari-hari.

Kemudian, ilmu yang bermanfaat ini banyak sekali yang bisa kita lakukan di Ramadan ini, banyak sekali masjid-masjid yang membutuhkan mubalighot atau mubalig yang bisa mengisi pengajian-pengajian, kemudian kultum, pengajian anak-anak, pengajian tadarus bersama yang nanti dipandu bersama dengan orang yang bisa melakukan atau menafsirkan Alquran.

Itulah yang bisa kita lakukan di Ramadan ini, bulan yang penuh ampunan, bulan yang penuh maghfiroh, bulan yang ditunggu-tunggu oleh kita.

*Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ad Tokopedia