HIKMAH RAMADAN: Berpuasa, Tangga Sukses Dunia Akhirat

Nanang Joko Purwanto - Ist.
13 Juni 2018 07:25 WIB Nanang Joko Purwanto Hikmah Ramadan Share :
Ad Tokopedia

Kewajiban berpuasa ditetapkan Allah SWT untuk umat ini maupun umat sebelumnya. Kewajiban ini tercantum dalam Alquran Surat Al- Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.”Sesuatu yang diwajibkan Allah pasti ada manfaatnya. Puasa tidak berhenti hanya pada manusia bisa menahan lapar dan dahaga ataupun hal-hal yang membatalkannya saja. Tetapi agar pahala puasanya tidak rusak, orang yang berpuasa juga harus bisa meninggalkan perkataan dusta, perkataan kotor, dan hal-hal yang mendhalimi orang lain. Dengan begitu, orang-orang beriman melakukan puasa diharapkan bisa sampai pada tataran orang-orang yang bertakwa (la’allakum tattaqun).

Puasa bertujuan menjadikan orang sebagai pribadi-pribadi yang bertakwa. Pribadi yang bertakwa adalah pribadi-pribadi yang takut kepada Allah SWT yang kemudian melahirkan perbuatan-perbuatan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya dengan mengharap rida-Nya.

Di antara perintah Allah SWT itu adalah salat, puasa, zakat, haji, berkata yang baik, tolong menolong dalam kebaikan, taat pada Allah, taat pada rasul-Nya, juga berbakti kepada orang tua. Adapun larangan-larangan Allah SWT adalah kesyirikan, durhaka pada orang tua, mencuri, berzina, berkhianat, minum khamr, membunuh tanpa sebab yang dibenarkan agama dan sebagainya. Kesemuanya itu, apabila diindahkan maka akan membawa kebaikan dalam kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Bagi yang telah mencapai ketakwaan, ada beberapa manfaat yang Allah berikan. Pertama, diberi jalan keluar. Setiap orang tidak lepas dari tantangan-tantangan maupun hambatan–hambatan dalam kehidupannya. Misalnya kesulitan biaya sekolah, biaya hidup, biaya berobat, kesulitan bertemu dengan orang tua, kesulitan bertemu jodoh dan sebagainya. Kesulitan-kesulitan itu tentu ingin bisa segera teratasi, dan dapat jalan keluar dari berbagai persoalan yang dihadapinya. Sementara di satu sisi, bahwa jalan keluar itu akan diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang bertakwa. Oleh karena itu, dengan berpuasa orang menjadi bertakwa yang selanjutnya karena ketakwaannya itu Allah memberikannya jalan keluar. Berhasilnya seseorang keluar dari kesulitannya itu termasuk kesuksesan. Sukses keluar dari problem-problem yang dihadapinya dan menemukan apa yang diharapkannya.

Kedua, mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Manusia membutuhkan kecukupan rezeki dalam hidupnya. Betapa bahagianya ketika kebutuhan itu tercukupi. Adakalanya untuk mencukupi perlu perjuangan yang ekstra tapi adakalanya seolah datang tiba-tiba. Sesuatu yang seolah datang tiba-tiba itu ternyata bukan suatu yang kebetulan. Tetapi semuanya adalah sudah diatur oleh Allah SWT dan di antara sebab seseorang mendapatkan rezeki tak terduga itu adalah karena ketakwaannya.

Itulah beberapa manfaat ketakwaan bagi manusia di dunia. Selanjutnya, orang yang bertakwa akan mendapat kesuksesan di akhirat. Di akhirat hanya ada dua pilihan tempat, yaitu surga atau neraka. Ketika sudah berada di akhirat, manusia tidak bisa memilih surga atau neraka. Tetapi penempatan itu adalah sesuai dengan timbangan amalnya. Jika kebaikannya lebih banyak daripada keburukannya, maka ia akan ditempatkan di surga (Q.S Al-Qari’ah ayat 6 - 7). Dan sebaliknya, jika keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya maka ia akan ditempatkan di neraka. (QS. Al-Qari’ah ayat 8 - 9 ).

Pribadi yang bertakwa akan senantiasa berusaha menjalankan perintah Allah semaksimal yang bisa ia lakukan, sehingga ia bisa meraih pahala kebaikan yang banyak. Adapun larangan-larangan Allah akan semaksimal mungkin ia tinggalkan, sehingga dosanya pun sedikit. Itulah kesuksesan terbesar bagi orang bertakwa yaitu masuk surga Allah SWT. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa dengan berpuasa seseorang akan menjadi pribadi yang bertakwa dan dengan ketakwaan, sukses dunia maupun akhirat akan diberikan Allah kepadanya.

*Penulis adalah Wakil Dekan Bidang Sumberdaya dan Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ad Tokopedia