OPINI: Hari Keluarga, Hari Kita Semua

19 Juli 2018 01:25 WIB Mardiya Aspirasi Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Sudah menjadi tradisi, setiap 29 Juni kita memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas). Di 2018 ini, yang merupakan peringatan ke-25, puncak peringatan Harganas tingkat DIY akan digelar di Kabupaten Bantul, Rabu (25/7) yang akan dihadiri Gubernur Sri Sultan HB X dan GKR Hemas. Sementara di tingkat Nasional digelar pada 7 Juli 2018 di Kawasan Megamas, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. 

 Tema yang diangkat adalah Hari Keluarga: Hari Kita Semua dengan tagline Cinta Keluarga, Cinta Terencana, sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi keluarga (keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan) dalam rangka membangun keluarga kecil bahagia sejahtera yang berkarakter. 

Dengan demikian diharapkan peringatan Harganas akan mampu membangkitkan kembali program kependudukan, keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga dalam memberdayakan keluarga dari ekonomi, kesehatan, pendidikan, agama dan sosial budaya.

Tujuan peringatan Harganas tahun ini secara umum adalah meningkatkan komitmen pemerintah dan pemerintah daerah tentang pentingnya pembangunan keluarga serta meningkatkan peran dan fungsi keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil yang berketahanan dan sejahtera. 

Sedangkan secara khusus tujuannya adalah meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dan mitra kerja serta masyarakat dalam pelaksanaan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) untuk membangun keluarga kecil bahagia sejahtera, meningkatkan peran keluarga melalui pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga sebagai dasar ketahanan dan kesejahteraan keluarga, terbentuknya kesiapan keluarga dalam menghadapi permasalahan dan tantangan kehidupan keluarga, menambah gaung Harganas agar masyarakat luas mengenal, mengingat dan meresapi arti hari keluarga, sebagaimana hari-hari penting lainnya, seperti Hari Pahlawan, Hari Sumpah Pemuda dan lain-lain.

Telah kita pahami bersama bahwa keluarga adalah lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Persemaian nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadilan sosial, dan nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga. Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh dan berkembang untuk mencari makna dalam perjalanan hidupnya. Artinya, kehidupan keluarga akan menentukan keadaan masyarakat, bangsa dan negara. Masyarakat, bangsa dan negara yang maju, mandiri dan jaya akan dapat tercapai apabila setiap keluarga dapat mewujudkan kondisi keluarga yang sejahtera.

Perencanaan Keluarga

Upaya mewujudkan keluarga sejahtera harus dimulai sejak perencanaan keluarga. Perjalanan panjang keluarga yang mereka tempuh akan menjadi mata rantai kehidupan dari generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, keluarga dalam mengembangkan dirinya dihadapkan pada tugas-tugas baik di dalam maupun di luar keluarga. Mengemban tugas-tugas keluarga sangat berkaitan dengan pengembangan fungsi-fungsi keluarga yang terangkum dalam delapan fungsi keluarga sebagaimana telah kami sebutkan di muka..

Undang-Undang (UU) No.52/2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengamanatkan bahwa penduduk sebagai modal dasar pembangunan adalah titik sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kemajuan suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tangguh sehingga berhasil menguasai pengetahuan dan teknologi untuk membangun negaranya. Sebagai tindak lanjut UU No.52/2009, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.87/2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga. Dalam PP tersebut, Pemerintah dan pemerintah daerah menetapkan kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan dan ketahanan keluarga, sehingga peringatan hari keluarga menjadi sangat penting untuk terus dilakukan. Untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur dan sejahtera, perlu meningkatkan peran keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan dan kesejahteraan bangsa. Harganas adalah upaya terus menerus untuk meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Penanaman nilai-nilai kehidupan berbangsa bagi anggota keluarga sejak dini, akan menjadikan keluarga sebagai wahana yang tangguh bagi terwujudnya keluarga yang berkualitas. Keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya memantapkan ketahanan nasional serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk lebih meningkatkan komitmen terhadap pemberdayaan keluarga tersebut, maka sudah saatnya kita mengajak dan menggerakkan seluruh lembaga kemasyarakatan dan keluarga Indonesia melaksanakan peringatan Harganas secara terpadu, agar timbul kesadaran para keluarga Indonesia untuk selalu memperbaiki mutu kehidupannya secara mandiri.

Dengan demikian, Hari Keluarga Nasional akan menjadi hari kita semua. Salah satu momentum untuk melembagakan perbaikan kualitas kehidupan keluarga secara berlanjut. Puncak acara peringatan Harganas tentunya dimaksudkan sebagai suatu simbol penghargaan bagi keluarga yang telah melakukan partisipasi aktif dalam pembangunan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, juga sebagai bentuk apresiasi bagi para pengelola pembangunan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga di semua tingkatan wilayah, dari Pusat hingga daerah.

*Penulis adalah Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo.

 

Ad Tokopedia