OPINI: Hari Keluarga menjadi Hari Kita Semua

Ilustrasi orang tua membacakan buku dongeng kepada anak-anak usia dini. - Ist/Hmpaudi DIY
30 Juni 2019 19:57 WIB Sudarmi Aspirasi Share :

Sudah menjadi tradisi, setiap 29 Juni kita memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas). Tradisi ini yang berlaku sejak 1994 ini telah diperkuat dengan Keputusan Presiden RI No.39/2014 tentang Hari Keluarga Nasional.

Pada 29 Juni di tahun ini, yang merupakan peringatan ke-26, di Pusat maupun daerah akan diselenggarakan upacara Harganas dengan inspektur upacara pimpinan daerah masing-masing. Sementara puncak peringatan Harganas Tingkat Nasional akan digelar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (6/7) yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Sesuai dengan Surat BKKBN Pusat No 15/KK02/HARGANAS XXVI/2019 tertanggal 25 Januari 2019 yang ditandatangani Deputi Bidang KSPK M. Yani, dan Buku Panduan Peringatan Harganas XXVI Tahun 2019 yang diberi pengantar oleh Sekretaris Utama BKKBN H. Nofrijal, tema yang diangkat dalam Harganas tahun ini adalah Hari Keluarga: Hari Kita Semua dengan pesan inti Cinta Keluarga, Cinta Terencana serta tanda pagar antara lain #harganas2019, #yukkumpulbersamakeluarga, #gerakankembalikemejamakan dan #harganaskalsel.

Secara umum, tujuan peringatan Harganas adalah meningkatkan komitmen pemerintah, mitra kerja, swasta, masyrakat dan keluarga tentang pentingya penerapan delapan fungsi keluarga dalam rangka pembentukan karakter sejak dini, untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Secara khusus, peringatan ini bertujuan (1) Meningkatkan peran serta seluruh Kementerian/Lembaga, stakeholder dan mitra kerja serta masyarakat dalam peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, (2) Meningkatkan kesadaran keluarga dalam penerapan 8 fungsi keluarga, (3) Meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam pembentukan karakter sejak dini, (4) Terlaksananya empat pendekatan Ketahanan Keluarga (Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi serta Keluarga Peduli dan Berbagi).

Peringatan Harganas tentu saja akan menjadi momentum yang tepat untuk merefleksi kembali pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga, yang mencakup delapan fungsi, yakni keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan, mengidentifikasi persoalan dan tantangan yang dihadapi serta mencari solusi yang paling tepat untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera serta lebih memberdayakan keluarga dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, agama dan sosial budaya.

Juga untuk menggugah kepedulian semua pihak untuk berpartisipasi dalam program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang nyata-nyata diperlukan untuk mewujudkan keluarga yang mampu melahirkan generasi yang berkualitas, maju, mandiri dan berkarakter.

Persatuan dan Kesatuan
Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Persemaian nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadilan sosial dan nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga.

Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh dan berkembang untuk mencari makna dalam perjalanan hidupnya. Itu artinya, kehidupan keluarga akan menentukan keadaan masyarakat, bangsa dan negara. Masyarakat, bangsa dan negara yang maju dan mandiri akan dapat tercapai apabila setiap keluarga dapat mewujudkan kondisi keluarga yang sejahtera.

Dengan demikian, sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga secara langsung maupun tidak langsung akan berperan penting dalam membentuk karakter dan kualitas bangsa. Keluarga juga menjadi pondasi berkembangnya sebuah bangsa. Pondasi yang kuat harus dimiliki dan berawal dari keluarga-keluarga yang berkualitas dan Tangguh, sehingga tercapai ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Upaya mewujudkan keluarga sejahtera harus dimulai sejak perencanaan keluarga. Perjalanan panjang keluarga yang mereka tempuh akan menjadi mata rantai kehidupan dari generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, keluarga dalam mengembangkan dirinya dihadapkan pada tugas-tugas baik di dalam maupun di luar keluarga. Dalam mengemban tugas-tugas keluarga sangat berkaitan dengan pengembangan fungsi-fungsi keluarga yang terangkum dalam delapan fungsi keluarga sebagaimana telah dijabarkan di muka.

Selanjutnya, dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara bagi anggota keluarga sejak dini, akan menjadikan keluarga sebagai wahana yang efektif bagi terwujudnya generasi pembangunan yang tangguh. Keluarga akan menempati posisi penting dalam upaya memantapkan ketahanan nasional serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam rangka lebih meningkatkan komitmen terhadap pemberdayaan keluarga tersebut, maka sudah saatnya kita mengajak dan menggerakkan seluruh lembaga kemasyarakatan dan keluarga Indonesia melaksanakan peringatan Harganas secara terpadu, agar timbul kesadaran para keluarga Indonesia untuk selalu memperbaiki mutu kehidupannya secara mandiri.

Dengan demikian Hari Keluarga akan menjadi Hari Kita Semua salah satu momentum untuk melembagakan upaya memperbaiki kualitas kehidupan keluarga secara berlanjut sehingga puncak acara peringatan Harganas tentunya dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Tak ketinggalan pula sebagai suatu simbol penghargaan bagi keluarga yang telah melakukan partisipasi aktif dalam pembangunan KKBPK. Lebih dari itu sebagai bentuk apresiasi bagi para pengelola program KKBPK di semua tingkatan wilayah, dari Pusat hingga daerah.

*Penulis merupakan penyuluh KB Kecamatan Pengasih Kulonprogo