Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan keterangan pers mengenai dampak virus corona pada sektor pariwisata, di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Sektor pariwisata nasional berpotensi kehilangan devisa senilai US$530 juta akibat adanya virus corona. Kemenparekraf merencanakan insentif tiket pesawat untuk mendorong peningkatan wisatawan nusantara. Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Dunia memang berubah saat ini. Ditengah-tengah gencarnya disrupsi yang melanda bisnis industri pariwisata, baik itu biro perjalanan ataupun semua sarana pendukungnya seperti hotel, transportasi dan lain-lain, dunia kembali diterpa wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan melemahnya semua perekonomian dunia dan membuat warga bumi ini enggan atau boleh dibilang takut untuk melakukan perjalanan baik bisnis maupun wisata.
Saat ini boleh dibilang semua kegiatan biro perjalanan terdampak oleh wabah virus corona ini, baik itu kegiatan inbound (mendatangkan wisatawan dari luar negeri), outbound (mengirimkan wisatawan keluar negeri), termasuk wisata rohani seperti umroh dan holyland, dan bahkan domestik pun terdampak karena kekhawatiran orang-orang untuk melakukan kegiatan perjalanan, penghentian visa dan penutupan sebagian wilayah dari kunjungan wisatawan.
Dalam masa yang sulit ini, semua biro perjalanan dituntut untuk kreatif mencari peluang baru selain melakukan efisiensi. Sebagian biro perjalanan bahkan yang termasuk perusahaan skala besar, telah mengambil langkah-langkah penghematan seperti mengurangi hari kerja atau menawarkan unpaid leave kepada karyawannya.
Hal ini dilakukan karena kegiatan operasional mereka rata-rata hanya tinggal 20%, sehingga secara hitungan bisnis tidak dapat menutupi biaya operasional bulanan. Selain itu kondisi bisnis yang berkembang saat ini masih belum bisa diprediksi sampai kapan, sehingga pengetatatan ikat pinggang menjadi pilihan yang terbaik.
Termasuk industri yang paling dirugikan akibat wabah virus corona ini, kalangan pelaku pariwisata, termasuk kalangan biro perjalanan, juga berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah yang bisa membantu meringankan beban industri ini seperti pembebasan pajak dalam jangka waktu tertentu.
Sementara itu, insentif yang digelontorkan pemerintah untuk menggairahkan pariwisata domestik seakan tidak menggigit, tertimpa dengan sekian banyaknya pemberitaan tentang virus COVID-19, sehingga situasi semakin tidak menentu. Bisnis pariwisata yang seharusnya melejit pada tahun ini menjadi tidak menentu dan mengalami penurunan tajam akibat wabah corona.
Pembebasan pajak ini tentunya akan sedikit membantu menaikkan nilai jual produk-produk yang ditawarkan biro perjalanan meskipun sebenarnya tidak banyak membantu, karena penjualan mereka sudah hampir tidak ada saat ini. Namun penghapusan pajak penghasilan mungkin akan sedikit membantu.
Selama ini bisnis biro perjalanan atau travel agent hampir tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Dalam setiap pembahasan bisnis pariwisata, hanya hotel dan restoran yang selalu mendapatkan dispensasi atau keuntungan dari kebijaksanaan pemerintah. Dunia usaha yang menekuni biro perjalanan selalu hampir terlupakan. Padahal bisnis inilah yang selama ini berperan sebagai garda depan pariwisata. Kondisi ini membuat para pelaku bisnis biro perjalanan bertahan dan berkembang dengan kemandiriannya sendiri.
Banyak aturan pemerintah yang dianggap tidak pro biro perjalanan seperti kebijakan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) yang dipahami selama ini bahwa kedinasan tidak boleh menerima invoice biro perjalanan sebagai bukti pembayaran yang sah (dan hanya diiperbolehkan menerima invoice langsung dari pemasok seperti hotel, restoran dan perusahaan transportasi).
Selain itu kementerian yang hanya membolehkan penyelenggara kegiatan mengelola paket perjalanan mereka, pembiaran begitu banyak platform digital yang jelas-jelas tidak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) untuk dengan bebasnya berjualan layaknya biro perjalanan hingga penunjukan beberapa platform digital sebagai mitra kerja pemerintah adalah beberapa contoh diantaranya.
Kondisi ini bertambah runyam dengan merebaknya wabah COVID-19 yang menyebabkan semakin tergerusnya usaha di bidang pariwisata, termasuk bisnis biro perjalanan. Padahal di dalam bisnis ini ada jutaan orang yang menggantungkan hidupnya.
Kembali ke kondisi akibat wabah virus corona, penutupan beberapa destinasi wisata di Jakarta dan beberapa kota lainnya serta larangan untuk melakukan perjalanan, bahkan di dalam negeri sekalipun telah membuat industri pariwisata semakin terjepit.
Hampir setiap hari terjadi pembatalan yang diterima biro perjalanan, sehingga semakin membuat sulit keadaan. Sampai kapan kondisi ini akan berakhir masih menjadi pertanyaan. Dalam situasi demikian, saya ingin mengajak semua pelaku industri pariwisata untuk tidak patah semangat, apalagi putus asa, karena these too shall pass, badai pasti berlalu. Kita tidak boleh menyerah karena kita percaya dibalik ini semua pasti ada hikmah yang mungkin bisa kita petik.
Mari kita bersatu-padu mengatasi keadaan ini. Siapkan produk-produk untuk kembali dijual nantinya. Siapkan energi untuk kembali meraih kesempatan yang akan datang nantinya. Dengan selalu berdoa agar kita semua selalu dalam lindungan Tuhan dan dipenuhi dengan berkah-Nya, kita jaga optimisme sehingga dapat melewati cobaan ini dengan baik dan ke depan akan menjadi pemenang. Mari kita selalu gaungkan slogan Keep Healthy and Keep Traveling. Bravo Pariwisata Indonesia!
*Penulis merupakan Wakil Ketua Umum DPP Asita Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
BNPB mengirim bantuan logistik lewat jalur laut ke Pulau Palue, Sikka, untuk menjangkau korban gempa NTT yang terkendala akses geografis.
Shayne Pattynama kembali ke Persija setelah membela Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 dan siap bekerja keras di bawah Shin Tae-yong.
IESR mendukung pengurangan subsidi BBM lewat elektrifikasi transportasi, tetapi meminta perlindungan kelompok rentan dan penguatan ekosistem EV.