Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Nur Rokhman, Dosen STIM YKPN Yogyakarta
The Global Entrepreneurship and Development Institute (GEDI) telah mempublikasikan peringkat indeks kewirausahaan global. Peringkat Indeks Kewirausahaan Global adalah indeks tahunan yang mengukur kesehatan ekosistem kewirausahaan di 137 negara. Indeks tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana kinerja masing-masing negara baik dalam konteks domestik dan internasional.
Indonesia menduduki ranking ke 94 pada 2018 dan pada 2019 menduduki ranking ke 75. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, pada 2019 tersebut, posisi Indonesia masih kalah dengan Singapura di posisi ke 27, Malaysia di posisi 43, Brunei di posisi 48, dan Thailand di posisi 54.
Potensi Milenial
Wirausaha adalah salah satu faktor penggerak pertumbuhan ekonomi. Ketidakpastian ekonomi global tentunya berdampak pada ekonomi Indonesia yang tumbuh hanya berkisar pada 5%. Pertumbuhan tersebut tidak mampu menciptakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru setiap tahunnya di dunia kerja. Wirausaha diharapkan menjadi salah satu solusi menciptakan lapangan kerja baru dengan munculnya inovasi-inovasi rintisan usaha baru baik yang padat karya maupun padat modal yang bersinggungan erat dengan teknologi yang sering disebut dengan start up. Rintisan usaha tersebut bukan hidup sesaat dan tidak ada kabar lagi, namun mampu mempertahankan business life cycle dengan kreativitas dan inovasi tiada henti.
Jumlah wirausaha Indonesia sebenarnya sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2% atau mencapai 3,47% dari jumlah penduduk. Namun demikian, masih kalah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia 5%, China 10%, Singapura 7%, Jepang 11% maupun AS yang 12%.
Sensus penduduk pada 2020 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta penduduk; sebanyak 25,87% merupakan golongan milenial yang lahir antara 1981 sampai dengan 1996. Data ini menunjukkan bonus demografi dimana golongan milenial menjadi potensi yang luar biasa untuk disemai menjadi wirausaha-wirausaha baru di Indonesia.
Peran Kementerian
Beberapa kementerian seperti Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki peran penting di dalam meningkatkan spirit kewirausahaan ini. Kemenkop UKM pada 2021 memiliki enam program strategis. Salah satu dari enam program tersebut adalah program wirausaha muda produktif untuk memfasilitasi peningkatan rasio kewirausahaan dengan cara pemberian konsultasi bisnis dan layanan pendampingan usaha; pengembangan teknologi informasi; inkubasi usaha; pembiayaan wirausaha melalui perluasan akses pembiayaan; fasilitasi permodalan dan pengembangan ekosistem bisnis melalui kerjasama dunia usaha dan dunia industri serta perguruan tinggi.
Kemendikbud juga punya peran penting dalam menumbuhkan spirit kewirausahaan. Saat ini Kemendikbud sedang membuat platform yang bertujuan mengintegrasikan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha atau industri yang disebut Kedai Reka (Kedaulatan Inovasi untuk Reka Cipta). Dalam hal ini, start up baru dari perguruan tinggi tentu sangat membutuhkan kehadiran upaya masyarakat, terutama dunia industri untuk saling memperkuat. Terdapat beberapa elemen yang ideal untuk dikembangkan, di antaranya perguruan tinggi sebagai R & D Center; menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi setiap mahasiswa sejak pertama kali memasuki dunia kampus; melakukan penguatan kompetensi baik melalui training, coaching, maupun lecturing; dan memimpin pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang berpihak pada negeri dan bersinergi dengan kementerian serta dunia usaha industri.
Selain itu, Kemendikbud juga sebenarnya telah cukup lama meluncurkan berbagai program kewirausahaan. Beberapa diantaranya Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) dan Cooperative Education Program (Co-Op) di Industri, Co-Op di UMKM. Dikembangkan pula Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Program Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI Expo) dan sebagainya.
Salah satu program Kemendikbud lain melalui Direktorat Pembelajaran Ditjen Dikti Kemendikbud pada bulan Februari 2021 adalah menyelenggarakan Program Kreativitas mahasiswa (PKM), salah satunya adalah bidang kewirausahaan (PKM-K). PKM-K bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan komoditas unik serta merintis kewirausahaan yang berorientasi pada profit. Namun, dalam hal ini lebih mengutamakan keunikan dan kemanfaatan komoditas usaha (ada muatan intelektual) daripada profit. Pelaku utama adalah mahasiswa, sementara pihak lainnya hanya sebagai faktor pendukung. Pada bulan yang sama, bantuan modal pengembangan wirausaha mahasiswa juga diberikan melalui Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia. Program tersebut meliputi Workshop Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia, Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI), Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) dan Pendamping Wirausaha Mahasiswa Indonesia (PWMI).
Sinergi Berbagai Pihak
Sudah begitu banyak dan beragam upaya menyemai calon-calon wirausaha. Namun demikian, upaya tersebut perlu dilakukan secara sinergi oleh seluruh pihak, baik pemerintah, perguruan tinggi dan industri. Pemerintah melalui kebijakan dari berbagai kementeriannya, perguruan tinggi yang memilik sumberdaya handal dan bibit-bibit calon calon wirausaha milenial ditambah dunia industri dan dunia bisnis sebagai kawah candra dimuka untuk memberikan experiential learning bagi calon wirausaha.
Tidak perlu diperdebatkan apakah apakah seorang wirausaha itu muncul karena dilahirkan (nature) atau memang bisa dibentuk (nuture). Berdasarkan artikel di laman Forbes pada 2013, menyebutkan pendapat wirausaha dilahirkan mempunyai argumentasi bahwa wirausaha yang dilahirkan lebih dari sekadar dilahirkan dengan kepribadian dan bakat tertentu. Kemampuan untuk menerapkan sifat-sifat tersebut dengan cara yang benar dan di ruang yang tepat inilah yang membuat seorang sukses. Sebaliknya, wirausaha itu dibentuk memiliki argumentasi bahwa tidak ada yang dilahirkan dengan semua sifat yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang sukses. Sepanjang jalan, setiap wirausaha sukses telah mempelajari sifat-sifat baru, menjadikan bimbingan sebagai suatu keharusan. Setiap wirausahawan memiliki beberapa jenis mentor atau jaringan orang yang dapat mereka hubungi untuk meminta nasihat, belajar dari, dan memberikan ide.
Jadi, dikotomi nature atau nurture tidak perlu diperdebatkan. Hal terpenting adalah sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri dan dunia usaha. Dengan sinergitas antar pihak, maka diharapkan dapat meningkatkan rasio wirausaha khususnya wirausaha milenial. Terakhir, tentu upaya tersebut diharapkan dapat memberi dampak bagi negara kita tercinta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).