Kabut Asap Tunda 12 Penerbangan di Bandara Pekanbaru
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
Firly Annisa, Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Ph.D Student Media, Communication and Culture Keele University
“Puasa untuk-Ku dan Aku yang akan memberi ganjarannya.” Demikian sebuah hadis qudsi tentang puasa Ramadan, yang sangat populer disampaikan oleh para ustaz/ustazah di setiap kesempatan tausiyah jelang buka puasa, sebelum shalat tarawih, setelah shalat subuh, maupun kesempatan-kesempatan lainnya.
Puasa Ramadan tiada lain dimaksudkan supaya yang menunaikannya menjadi orang yang bertakwa. Berpuasa itu membutuhkan kesabaran dalam pelaksanaannya, terlebih jika terik matahari sangat menyengat, maka es cincau itu sangat menggoda.
Puasa juga merupakan ibadah yang sangat personal, karena bisa saja kita mengatakan puasa kepada orang lain, meskipun sejatinya tidak, tidak ada orang yang melihat. Karena puasa tidak gerakan fisik sebagaimana shalat lima waktu, puasa tidak perlu mengeluarkan materi seperti halnya membayar zakat fitrah, terlebih harus berangkat ke tanah suci layaknya ibadah haji. Berpuasa itu tidak ada penanda yang dapat dilihat oleh orang lain.
Di sinilah sesungguhnya nilai puasa itu ujian bagi manusia untuk berlaku jujur pada diri sendiri. Maka hadis qudsi di atas, menyebutkan bahwa ibadah puasa itu untuk Yang Maha Kuasa dan akan ada pahala khusus dari Allah SWT. Saat ini kejujuran merupakan barang mahal. Serangkaian tindakan teroris yang beberapa waktu belakangan terjadi dan motif pelakunya jelas karena pemahaman agama yang salah saja masih dianggap oleh sebagian tokoh bukan karena motif agama. Di sinilah tugasnya para alim ulama untuk meluruskan pemahaman agama yang benar, sehingga orang beragama betul-betul dapat menghadirkan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman bagi seluruh manusia tanpa terkecuali.
Di tengah pandemi Covid-19, indeks persepsi korupsi bangsa kita tetap tinggi. Berdasarkan laporan Transparency International Indonesia (TII) indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2020 lalu, skornya saat ini berada di angka 37 pada skala 0-100.
Adapun skor 0 sangat korup dan skor 100 sangat bersih. Data tersebut tentu sangat merugikan bangsa ini, terlebih 100% penduduk negeri mengaku beragama maupun berkeyakinan, namun tingkat korupsinya masih sangat tinggi. Artinya ada ketidakjujuran yang sudah akut, dan sukar sekali untuk disembuhkan.
Di sinilah pentingnya refleksi bersama di bulan puasa Ramadan untuk meneguhkan kejujuran dari dalam diri kita agar bangsa ini semakin maju dan dihargai oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, sembari berharap dan memperbanyak doa agar seluruh pemimpin di negeri ini betul-betul dapat menjaga amanah yang sudah diberikan oleh rakyatnya. Kekuatan doa di bulan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat akan menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Semoga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
Kiandra Ramadhipa mengincar tiga besar klasemen Moto3 Junior 2026. Simak peluang pembalap asal Sleman dan jadwal balapan di Misano.
Pengajuan visa bisa terkendala karena dokumen tidak lengkap, paspor, atau data tidak sesuai. Simak enam hal yang perlu diperiksa sebelum mengajukan visa.
Agnez Mo akan debut di Madame Tussauds Hollywood pada Oktober 2026. Simak penampilan busana denim dan perjalanan patung lilinnya di Asia.
Hasil verifikasi 22 gerai KDMP Kulonprogo menemukan masalah bangunan, air bersih, dan daya listrik. Agrinas diberi waktu perbaikan maksimal tiga bulan.
WhatsApp menghadirkan fitur telepon tamu yang memungkinkan pengguna tanpa akun mengikuti panggilan lewat browser komputer. Simak cara dan fiturnya.