Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Rhafidilla Vebrynda, Dosen Komunikasi Penyiaran Islam UMY
Baru-baru ini kita mendengar hasil studi Microsoft tentang Digital Civility Index (DCI) menyebut netizen (warganet) Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Hal ini tentunya membuat orang Indonesia khususnya warganet yang mendengarkan hasil studi tersebut tidak nyaman. Padahal, sering pula kita mendengar bahwa sebagai orang timur, kita menjunjung adat istiadat, tata krama, dan sopan santun.
Hal itu dapat dicontohkan dengan mencium tangan orang yang lebih tua, tidak berpelukan apalagi berciuman di depan umum, berpakaian tertutup, menggunakan sebutan yang terhormat, pak, ibu, mas, mbak dan lain-lain saat menulis, berbicara, berpidato, dan lain-lain.
Kita juga mengenal kebiasaan saling menyapa, menunduk kepala tanda hormat, saling mengirim makanan antar-tetangga, suka menolong dan karakter positif lainnya. Ternyata keyakinan terhadap hal itu tidak salah.
Nyatanya, memang ada survei yang menyebut orang Indonesia paling murah senyum (The Smiling Report) dan orang Indonesia paling religius (Survei Gallup dan Abt Associate 2019, yang dirilis Pew Research Center). Selain itu, survei Charities Aid Foundation (CAF) tahun 2018 menempatkan Indonesia di peringkat pertama sebagai negara yang paling murah hati di dunia dari 146 negara. Mengambil sampel 150 ribu orang dari 146 negara. Hasil dari survey 78% orang Indonesia senang mendonasikan hartanya pada orang lain, dan 53% penduduk Indonesia gemar menjadi relawan alias bekerja tanpa dibayar, meluangkan waktu untuk banyak pertemuan sosial, gotong royong, dan lain-lain.
Pada bulan suci Ramadan, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan fokus. Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, puasa juga mengajarkan kita untuk tetap istikamah dalam beribadah, guna meraih pahala dan rida-Nya. Termasuk menahan diri dari mengunggah dan memosting segala sesuatu di media sosial kita, seperti berita bohong (hoaks), informasi tidak jelas, atau menuliskan kata-kata atau kalimat yang kurang sopan dan yang tidak bermanfaat.
Alangkah baiknya selama bulan puasa ini, kita belajar dan introspeksi dengan segala tingkah laku kita di dunia nyata maupun dunia maya. Kita sebagai hamba Allah yang dilahirkan dengan akal budi yang luhur di negara yang mengilhami budaya sopan dan santun terhadap sesama, tentunya kita harus saling menghormati kepada siapapun baik itu di dunia nyata maupun dunia maya.
Belajar dari hasil survei di atas tentunya kita perlu membenahi cara kita bersosial media, agar tetap menjaga kesantunan. Kesantunan itu kita peroleh dari buah kesabaran, kedewasaan berpikir, dan menjaga hati serta pikiran yang telah kita latih di bulan puasa Ramadan. Apalagi puasa Ramadan kita tahun ini masih dalam suasana yang prihatin dengan kasus Pandemi Covid-19 yang masih belum usai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Penghasilan dari usaha kos tetap dikenai pajak, tetapi tidak masuk skema PPh final 10 persen seperti rumah kontrakan. Simak aturan, tarif, dan batas omzet terba
Ibu hamil keluar malam pada dasarnya tidak dilarang, tapi ada 10 risiko yang perlu diwaspadai: kelelahan, gangguan tidur, hingga dehidrasi. Simak panduan amanny
Zulhas memastikan bangunan Kopdes Merah Putih yang tidak sesuai lokasi akan ditertibkan sebelum beroperasi pada September 2026.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. Bangladesh, Yordania, Suriah, Kirgistan, Lebanon, hingga Sri Lanka disebut sebagai kandidat pengganti di Grup A ber
Google Meet meluncurkan fitur AI Gemini yang mampu merekam, menyalin, dan merangkum rapat tatap muka secara otomatis. Hasilnya tersimpan di Google Docs dan diki