Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Anisa Dwi Makrufi, Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam UMY
Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya. Dan hanya Allah yang mengetahui kapan akan sampainya ajal setiap manusia. Penggalan ayat di atas tentulah sudah sering kita dengarkan. Momentum Ramadan tahun ini bisa saja menjadi Ramadan terakhir yang kita lalui, lantas sudah siapkah perbekalan kita untuk menuju negeri yang abadi?
Profesi yang sehari-hari dilakoni tak jarang membuat manusia lupa diri. Lupa akan persiapan bekal untuk menghadap Allah nantinya. Lupa akan hal esensi dalam hidup bahwa manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah.
“Wa maa kholaqtul jinna wal insa illaa liya\'buduun“ (Q.S. Al-Dzariyat Ayat 56). Wujud ibadah seorang muslim tidaklah sulit. Seluruh aktivitas harian kita pun bisa bernilai ibadah. Bahkan aktivitas ringan seperti tidur, makan dan minum bisa bernilai ibadah.
Di dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin karya monumental Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa aktivitas harian kita berpotensi sebagai aset untuk mendapatkan pahala sehingga Allah ridha dan tercatat sebagai amalan yang bernilai ibadah. Terdapat enam keadaan yang berpotensi menjadi ladang ibadah manusia, yaitu: a) ahli ibadah dalam arti konvensional; b) orang yang alim (berilmu), dengan ilmunya ia memberikan manfaat kepada orang lain melalui fatwa, pengajaran, ataupun karya/tulisannya; c) pencari ilmu, mereka mencari ilmu karena Allah; d) orang yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya; e) pemimpin yang adil; f) muwahhid, yakni hati yang senantiasa bersandar kepada Allah.
Berikut tips menata hari supaya bernilai sebagai ibadah: Pertama, menata niat dengan benar. "Innamal a\'malu binniyaat wa innama likullimriimmaanawaa". Aktivitas apapun yang kita lakukan akan bernilai ibadah di mata Allah jika diniatkan dengan lurus.
Kedua, kegiatan yang dilakukan bukanlah perbuatan yang dilarang oleh Allah.
Ketiga, mengingat kebesaran Allah dan mengharap rahmatNya. Hindari berkeluh kesah, kata seandainya yang memicu kurangnya keimanan kita kepada qada dan kadar Allah.
Keempat, tidak melanggar batas ketentuan yang dilarang syariat Islam.
Kelima, sungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan. Kesungguhan dan ketelitian dalam bekerja adalah hal yang disukai Allah. "Sesungguhnya Allah menyukai seseorang diantara kamu yang ketika mengerjakan sesuatu perkara, dilakukan dengan tekun dan teliti” (HR Baihaqi).
Tentu sudah menjadi harapan setiap insan, jika profesi yang dilakoni menjadi lebih bernilai di sisi Allah. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mulai mewajibkan kepada seluruh staf baik dosen dan karyawan untuk setor hafalan qur\'an (muroja\'ah). Hal ini dilakukan supaya di tengah kesibukan dan beban kerja para dosen dan tendik (tenaga kependidikan), mereka tetap memprioritaskan Al-Qur\'an dalam kesehariannya. Kebijakan dari Badan Pembina Harian UMY ini disambut dengan sukacita oleh para staf, seolah mereka menemukan oase di gurun yang kering. Kampus dengan tagline “Unggul dan Islami” ini terus berbenah dalam peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM-nya. Meski berbagai ranking serta pengakuan internasional telah diperoleh tetapi perhatian akan Al-Qur\'an tetap menjadi utama. Marilah momentum bulan suci dengan segala kebaikan dan keberkahan di dalamnya bisa kita maksimalkan untuk bermuhasabah, menguatkan ibadah melalui aktivitas harian dan mengantarkan kita menjadi insan kamil. Amin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.
PP Perbasi mengumumkan 12 pemain Timnas Basket Putra Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk dua pemain naturalisasi.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Warga diminta tenang dan menghindari radius 3 km dari pusat erupsi.