Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Juli 2026 Turun, Antam Rp2,718 Juta
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.
H. Widodo, Badan Pelaksana Otorita Borobudur
Kasus Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan tren menurun. Namun demikian jangan lengah sebab Corona belum musnah. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo “Kita semua wajib pakai masker”. Selain itu juga memerintahkan ke jajaran instansi pemerintah untuk segera melaksanakan vaksin kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali, bisa dikatakan mempunyai dampak yang signifikan dalam upaya memutus penyebaran dan penularan Corona di masyarakat. Kebijakan lain dari pemerintah guna menunjang Kesehatan masyarakat Indonesia adalah pemberian vaksin. Digalakkan vaksin bagi seluruh lapisan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan (daya imun) masyarakat.
Berbagai kebijakan pemerintah telah digelontorkan, bahkan menjadi program prioritas serta konsentrasinya Pemerintah dalam rangka mengatasi masalah pandemi Covid-19 yang sangat meresahkan masyarakat dan membuat perekonomian negara menjadi sangat terpuruk. Mulai dari refocusing APBN, Program PEN (Pemulihan Ekonomi Masyarakat), stimulus pada para pelaku pariwisata yang terdampak, pembukaan destinasi pariwisata, mal, penerbangan internasional, sampai dengan penurunan harga PCR dan swab antigen. Kebijakan-kebijakan tersebut di atas linier antara program Pemerintah Pusat dengan pemerintah daerah.
Pada perspektif lain, akibat pandemi Covid-19 menjadikan berbagai aktivitas masyarakat banyak dilakukan di rumah saja. Dengan adanya akumulasi aktivitas yang sangat terbatas selama kurun waktu hampir dua tahun, secara psikologis berdampak pada masyarakat yakni sedikit demi sedikit mulai timbul rasa jenuh. Sehingga rangsangan untuk ingin keluar rumah guna beraktivitas dan menghirup udara segar serta refreshing di alam terbuka sangatlah besar. Tak ayal apabila destinasi wisata, mal, restoran, taman bermain, kian banyak dikunjungi warga masyarakat.
Euforia berkerumun dan beraktivitas secara massal menjadi tren dan pilihan masyarakat guna pelepas kejenuhan dan kepenatan. Preferensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang diikuti oleh banyak orang (grup) dan mulai meninggalkan virtual tourism serta staycation.
Di satu sisi hal ini menyenangkan karena dengan banyaknya kunjungan wisatawan pada destinasi pariwisata berarti pergerakan ekonomi di masyarakat akan kian menggeliat. Di sisi lain kondisi kerumunan masyarakat akan tetap menjadi sebuah kekhawatiran akan timbulnya varian-varian baru, klaster-klaster baru dalam persebaran Covid-19. Untuk itu kita harus tetap waspada, dan selalu mematuhi protokol kesehatan.
Implementasi dari bentuk kewaspadaan dan kesiapan destinasi pariwisata dalam menerima kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara yang kian tak terbendung adalah dengan penyediaan sarana dan prasarana penunjang terkait dengan penerapan kebiasaan baru dan protokol kesehatan yang ketat.
Untuk destinasi pariwisata yang sudah siap untuk menerima kunjungan wisatawan, paling tidak harus ada sarana untuk mencuci tangan di tempat-tempat yang mudah ditemui, tersedianya kode QR aplikasi Peduli Lindungi, sehingga bisa dipastikan bahwa yang memasuki area destinasi adalah pengunjung yang kondisinya sehat.
Kunci Utama
Yang tidak kalah pentingnya adalah bisa diyakinkan bahwa destinasi tersebut sudah memiliki sertifikat CHSE (cleanliness/kebersihan, health/kesehatan, safety/keamanan, dan environment sustainability/ kelestarian lingkungan) serta para petugasnya selalu menerapkan protokol kesehatan. Kunci utama bagi pelaku pariwisata agar dapat bertahan dan siap untuk menerima kunjungan wisatawan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik.
Supaya destinasi-destinasi pariwisata bisa bergerak bersama-sama maka penting sekali adanya regulasi yang jelas dari pemerintah. Hal ini untuk menjaga supaya tidak terjadi lonjakan kunjungan dan menghindari kerumunan di area destinasi dan tidak menjadikan kecemburuan di antara pengelola destinasi pariwisata. Penerapan Protokol Kesehatan harus diterapkan mulai dari masuk area, di kawasan pariwisata, sampai dengan keluar area destinasi harus terkontrol dan dipastikan melaksanakan protokol kesehatan.
Kita ketahui bersama bahwa pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia dan untuk pemulihan kembali kondisi pariwisata yang terpuruk akibat Covid-19, tidak pernah bisa berjalan sendiri, perlu adanya sinergi, kolaborasi dan inovasi dari berbagai pihak pemangku kepentingan. Diperlukan kesiapan yang matang dari berbagi pihak yang berwenang. Dengan demikian semoga pariwisata Indonesia segera bangkit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas. Simak daftar jalur terbaru, tarif, dan manfaat transportasi publik murah untuk mobilitas warga Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
DPRD Sleman menyoroti akses IGD dalam desain gedung baru RSUD Sleman senilai Rp125,26 miliar. Kemudahan akses dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasie
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DIY berawan pada Sabtu (8/8/2026). Gunungkidul menjadi daerah dengan kondisi cuaca paling cerah.
Pemkab Bantul membebaskan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang membeli rumah subsidi pertama. Kebijakan ini membantu meringankan biaya kepemilikan r