Viral Kasus Shinta Komala Libatkan Anggota, Polda DIY Turun Tangan
Polda DIY menerjunkan tim asistensi untuk mengawal kasus Shinta Komala yang viral dan menyeret oknum anggota polisi di Sleman.
Yohanes Djarot Purbadi, Laboratorium Perencanaan dan Perancangan Lingkungan dan Kawasan Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Malioboro kini steril dari pedagang kaki lima (PKL), yang puluhan tahun menjadi bagian dari daya tariknya. Para PKL dipindahkan di dua tempat, tetap dekat suasana Malioboro. PKL tidak dihapuskan sama sekali, hanya ditata ulang pada tempat khusus. Ada yang senang Malioboro terlihat lebih indah, ada yang menyayangkan Malioboro kini terasa sepi (mamring) kehilangan spirit. Maklum, kini Malioboro terlihat sepi manusia.
Kawasan Bersejarah
Malioboro sejak awal adalah pusat Ngayogyakarta Hadiningrat, sebagai jalan utama (main historic street). Nilai sejarah pada ruang kota bersejarah adalah magnet kuat bagi orang datang. Malioboro menjadi magnet orang berkunjung. Jargonnya, siapa pun belum sampai Jogja jika belum menginjakkan kaki di Malioboro.
Ruang kota selalu mengalami dinamika dan perubahan. Malioboro juga berubah-ubah dari waktu ke waktu. Malioboro sebagai bagian sumbu filosofis Kraton Ngayogyakarta wajib dilestarikan sampai kapanpun. Malioboro sebagai bagian Kota Jogja modern perlu mendapat perhatian serius. Malioboro perlu berjati diri otentik sekaligus dinamis dan relevan dengan jiwa jaman (zeitgeist).
Pensterilan PKL dari ruang Malioboro konon menjadi bagian dari penataan. Upaya penataan bisa paralel dengan mengembalikan keutuhan semua elemen Malioboro masa lalu. Bisa juga merawat Malioboro sambil mengakomodasi unsur-unsur budaya baru. Artinya, fungsi-fungsi baru hadir di dalamnya, nilai sejarah tetap terjaga. Dinamika jaman terakomodasi, berpadu harmonis dengan nilai otentik dan muncul jati diri baru.
Kota yang Indah
Kota indah terbentuk oleh bangunan-bangunan indah. Setiap bangunan menampilkan desain sempurna keindahannya. Kota terwujud indah karena setiap bangunan dan elemen-elemen pendukung indah sejak diciptakan. Keindahan visual menjadi andalan. Bahkan keindahan kota berbasis keindahan bangunan menjadi andalan di banyak kota di dunia.
Pada era milenial, kota indah karena instagramable. Orang mengagumi dan mengabadikan keindahannya melalui foto. Spot-spot tertentu sangat menarik untuk berfoto indah. Citra kota yang indah terbangun di dunia maya dan mudah tersebar ke segala penjuru dunia. Kota yang indah lantas menjadi memori bagi banyak orang dan dikagumi seluruh dunia.
Kota indah karena suasana dan pemandangan visualnya. Bangunan-bangunannya bergaya arsitektur indah. Kehadiran elemen alami dalam wujud tanaman-tanaman peneduh dan tanaman khas menjadikan semakin sehat dan indah.
Pada kasus tertentu, kota indah menjadi bermakna karena nilai sejarah. Malioboro bermakna karena sejarah masa lalu yang penting. Malioboro pernah menjadi jalan utama Yogyakarta sebagai ibu kota kerajaan Mataram. Era Modern Malioboro menjadi pusat kota bahkan jantung kota yang penting dan semakin sehat karena tanaman-tanaman dihadirkan.
Kota yang hidup
Kota yang hidup menjadi tren akhir-akhir ini. Kota yang hidup berbasis manusia, menjadi kota humanis. Kota hidup karena suasana interaksi manusia. Orang berinteraksi di ruang-ruang kota, dalam beragam momen. Mereka berjalan-jalan, menikmati suasana kota. Perjumpaan antarmanusia menjadi suasana penting pada kota yang hidup.
Kota hidup kadang ada seni, pengisi ruang batin manusia. Malioboro pernah menjadi kampus para seniman. Ruang Malioboro menjadi ruang belajar, tempat hidup para seniman dan tempat menampilkan karya. Suasana seni dinikmati warga kota dan pengunjung. Seni dihadirkan di Malioboro, memuaskan hasrat estetika dan budaya manusia. Seni menjadi pelengkap penting suasana ruang kota bersejarah. Kota menjadi hidup bernafaskan seni.
Kota yang hidup menjadi memori banyak orang dan sepanjang masa. Ada titik-titik memori pada ruang kota. Ada yang terkenang oleh suasana Titik Nol Kota Jogja.
Suasana seputar Tugu Pal Putih menjadi ingatan personal dan kolektif yang dikenang sepanjang masa.
Mau ke mana Malioboro pascasterilisasi PKL? Menjadi bagian dari kota yang hidup atau kota yang indah ? Kota yang indah, memanjakan mata manusia. Kota yang hidup, mewadahi manusia saling berjumpa maka hidup. Suasana interaksi manusia seperti Malioboro “yang hilang” dapat dihadirkan kembali. Momen itu bagian dari nostalgia kolektif.
Malioboro steril dari PKL barangkali menonjolkan kualitas visual ruang kota bersejarah. Fasad bangunan yang mewakili lapisan-lapisan sejarah layak diperkuat. Malioboro memang kaya makna, keberadaan bangunan-bangunan bersejarah menjadi keunikannya. Orang jadi tahu, Malioboro kaya makna oleh lapisan-lapisan sejarah.
Jika Malioboro penuh sesak dengan PKL dan pengunjung, terjadilah suasana hiruk-pikuk kerumunan dan perjumpaan manusia. Muncul suasana multi-kultur, yang menjadi karakter Malioboro. Lantas Malioboro bagaikan Indonesia mini. Keunikan suasana ini indah dan unik, terjadi di Malioboro tercinta.
Penutup
Kota yang hidup kadang tidak sejalan dengan kota yang indah, namun mungkin bisa dipadukan. Dimensi hidup berciri kuat interaksi manusia, dimensi indah kadang hanya indah pada diri sendiri. Kota menjadi hidup karena benda mati menjadi bernilai oleh kehadiran aktivitas, emosi dan spirit manusia. Lantas mau ke mana Malioboro? Tentu ingin menjadi ruang kota yang indah sekaligus hidup, hidup juga sekaligus indah. Semoga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menerjunkan tim asistensi untuk mengawal kasus Shinta Komala yang viral dan menyeret oknum anggota polisi di Sleman.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.