Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Rinasa Agistya Anugrah, Dosen Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Otomotif, Vokasi UMY
Ramadan adalah bulan terbaik untuk memperdalam ilmu, karena sering disebut sebagai bulan pendidikan (Syahrul Tarbiyah) dan juga di dalamnya semua pahala kebaikan akan dilipatgandakan sehingga seorang muslim hendaknya berlomba-lomba untuk menuntut ilmu di dalam bulan ini. Ilmu adalah suatu kebaikan yang sangat dibutuhkan seorang muslim agar selamat dalam menempuh kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti.
Orang yang beriman juga harus memiliki ilmu agar semakin baik dalam pemahaman keislaman. Di dalam kitab suci Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu dalam QS Surah Al-Mujadilah: 11 yang artinya “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Melalui proses belajar dalam pendidikan formal, non-formal, ataupun informal seorang manusia dapat memperoleh ilmu dengan tujuan menjadikannya lebih tinggi derajatnya baik di sisi manusia lainnya terlebih di sisi Allah.
Pahala orang yang berilmu tidak hanya diperoleh saat dirinya masih hidup saja, namun ketika pemiliknya telah meninggal pun akan tetap mengalir pahala dari ilmu yang dia amalkan dan ajarkan kepada orang lain semasa hidupnya.
Sebagaimana HR Muslim, “Jika seorang manusia meninggal dunia maka pahala amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” Hadis tersebut semakin meyakinkan kepada kita tentang pentingnya ilmu bagi kita seorang muslim agar kita dapat memaksimalkan potensi yang diberikan Allah. Terlebih lagi pada bulan Ramadan ini kita bisa meningkatkan semangat pada diri kita dan orang lain untuk menghadiri majelis-majelis ilmu karena pada bulan ini langkah kaki setiap orang diringankan. Setiap muslim tergerak hatinya untuk berbuat baik ketika berpuasa karena puasa menjaga diri seseorang dari nafsu dan perbuatan buruk. Oleh karena itu momentum di bulan Ramadan sangat tepat untuk meningkatkan ilmu bagi diri seorang muslim.
Oleh karena itu antara iman dan ilmu sangat dekat kaitannya, seorang beriman dalam mengamalkan ibadah dan amal saleh juga butuh ilmu. Begitu sebaliknya seorang yang berilmu agar ilmunya dapat mengalir terus pahalanya harus dilandasi dengan keimanan. Ilmu menjadi hal mutlak yang harus dimiliki dan tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang muslim.
Semoga kita menjadi seorang muslim yang mampu meningkatkan kualitas kita dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita dengan memperdalam ilmu, khususnya ilmu agama. Sehingga puasa dan segala amalan kita dalam bulan Ramadan ini pahalanya dilipatgandakan oleh Allah dan kita dapat memperoleh derajat takwa di akhir Ramadan nanti. Amin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.