Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Arif Humaini, Dosen Prodi PBA/FPB Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Ada satu hal yang kadang tidak pernah disadari oleh kita sebagai manusia bahwa niat dan tujuan dari apa pun yang kita lakukan di dunia ini akan memberikan dampak terhadap bagaimana cara kita menjalankan aktivitas kehidupan. Hasil dari segala perbuatan kita senantiasa dipengaruhi oleh niat dan tujuan yang ada di baliknya. Bahkan meskipun perbuatan kita itu merupakan sebuah perbuatan kebaikan, tetapi jika ada niatan yang tidak baik di baliknya maka akan memberikan dampak yang negatif pula terhadap sikap dan bagaimana cara kita memandang kehidupan ini.
Sebagai contoh perbuatan baik yang kita lakukan dalam civitas akademica adalah menuntut ilmu yang merupakan perbuatan yang wajib dan dianjurkan bagi setiap muslim. Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata bahwa “Apabila keilmuan lemah maka bingunglah orang yang berjalan, tidak tahu kemana akan menuju”. Betapa mulianya seorang yang menuntut ilmu sehingga dapat memberikan dampak kebaikan bagi dirinya. Bahkan dalam sebuah Hadits pun dijelaskan bahwa ilmu adalah kunci sukses kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Namun demikian, di zaman ini sungguh banyak godaan bagi pencari ilmu yang dapat menggodanya dari tujuannya yang mulia. Sehingga niat dan tujuan menuntut ilmu tercampuri dengan tujuan keduniawian semata.
Imam adz-Dzahabi Rahimahullah berkata “Siapa yang menuntut ilmu untuk tujuan akhirat, maka ilmu tersebut akan membuatnya serasa tidak memiliki apa-apa, menjadikannya khusyuk, tenang, dan tawadu. Dan siapa yang menuntut ilmu untuk tujuan duniawi akan menjadikannya sombong, berlagak kuasa, menganggap orang lain lebih hina darinya”.
Godaan niat untuk tujuan keduniawian semata ini tentunya tidak hanya melanda kepada penuntut ilmu, tetapi dapat masuk ke semua ranah aktivitas perbuatan, sehingga hanya diniatkan untuk duniawi semata tanpa menghiraukan tujuan akhirat. Bahkan dalam aktivitas ibadah pun dapat pula dicampuri oleh niatan keduniawian seperti halnya salat, puasa di Ramadan ini, haji, dan lain sebagainya.
Oleh karena itulah, kemungkinan niatan kita yang belum tulus dan masih tercampuri dengan niatan dan tujuan keduniawian inilah yang memberikan dampak yang negatif terhadap diri kita. Meskipun secara lahir apa yang kita lakukan itu sudah merupakan kebaikan namun karena tercampuri oleh niatan dan tujuan keduniawian maka dapat memberikan dampak yang negatif kepada diri kita dengan melahirkan sikap-sikap yang jauh daripada nilai kebaikan seperti sombong, berlagak kuasa, menganggap orang lain lebih hina, menganggap diri paling mulia, dan lain sebagainya.
Oleh karena itulah, mari kita senantiasa mensucikan niat dan membentengi segala perbuatan dan tindak tanduk kita dengan keikhlasan sehingga terhindar dari dampak yang dapat menjerumuskan dan memalingkan diri kita dari kebenaran.
Arif Humaini
Dosen Prodi PBA/FPB Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.