Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Qurratul Aini, Dosen Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Islam adalah agama yang mengajarkan toleransi dan kebersamaan, menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama. Namun, sayangnya masih banyak terjadi fanatisme mazhab di kalangan umat Islam, yang kerap menimbulkan konflik dan perselisihan.
Terlebih lagi, kaum intelektualitas sebagai orang yang memiliki pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang agama, harus mampu menjaga toleransi antar-mazhab dengan baik. Namun, tentu saja terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh kaum intelektualitas dalam menjaga toleransi antar-mazhab.
Tantangan pertama yang dihadapi oleh kaum intelektualitas adalah kurangnya pemahaman tentang ajaran Islam yang sebenarnya. Mereka mungkin memiliki pemahaman yang mendalam tentang mazhab atau aliran keagamaan tertentu, tetapi kurang memahami secara komprehensif tentang ajaran Islam secara keseluruhan.
Padahal, pemahaman yang benar tentang ajaran Islam sangat penting untuk dapat membangun toleransi antar-mazhab dengan baik.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 143: "Dan demikianlah Kami jadikan kamu umat yang moderat, agar kamu menjadi saksi atas [perbuatan] manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas [perbuatan]-mu." (QS. Al-Baqarah: 143)
Toleransi antar-mazhab juga penting untuk menghindari konflik dan perselisihan di dalam umat Islam. Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah saling membenci, janganlah saling memusuhi, janganlah saling iri, janganlah saling menipu, janganlah saling hasad. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari dan Muslim)
Tantangan kedua yang dihadapi oleh kaum intelektualitas adalah adanya pengaruh media sosial dan teknologi yang dapat memengaruhi persepsi dan pandangan seseorang terhadap mazhab atau aliran keagamaan tertentu. Media sosial dan teknologi memungkinkan penyebaran pandangan yang fanatik dan menimbulkan ketidakharmonisan di antara umat Islam.
Oleh karena itu, kaum intelektualitas harus mampu memfilter informasi yang diterima dan menghindari penyebaran pandangan yang fanatik. Sebaliknya, mereka harus mempromosikan pandangan yang toleran dan menghargai perbedaan, agar toleransi antar-mazhab dapat dijaga dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP