Baru Diterima, Motor Koperasi Baru di Wonogiri Nyungsep ke Sawah
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Slamet Riyadi/Dok. Pribadi
Banyak dari kita bermimpi menjadi kaya, namun tak sedikit yang gagal meraihnya. Tapi pernahkah Anda mendengar seseorang yang ingin miskin, namun gagal melakukannya? Dialah Abdurahman bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW yang kisahnya bisa menginspirasi kita di bulan Ramadan ini.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ditanya tentang empat hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya apa yang dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan untuk apa dia belanjakan, dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan." (HR. Tirmidzi).
Abdurahman bin Auf memahami betul pesan ini, sehingga dia berusaha keras untuk memastikan hartanya diperoleh dan digunakan dengan cara yang benar.
Dikisahkan dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Abdurahman bin Auf akan masuk surga merangkak." (HR. Ahmad).
Hadis lain menyebutkan bahwa dari Abdurrahman bin Auf, dia berkata: "Aku mendatangi Rasulullah SAW, maka beliau bersabda kepadaku: 'Sesungguhnya engkau termasuk orang yang pertama kali masuk Islam dan akan masuk surga, namun engkau akan menjadi orang terakhir dari golonganmu yang masuk surga karena kekayaanmu.'" (HR. Ahmad).
Mendengar hal ini, Abdurahman bin Auf bertekad untuk menjadi miskin agar dapat mempercepat masuk surga. Dia menyedekahkan separuh hartanya untuk membantu kaum miskin dan mendanai perang. Namun, keberkahan Allah SWT selalu menyertainya, sehingga dia kembali menjadi kaya. Ulama menyebutkan kedua hadis ini memiliki derajat lemah akan tetapi inspirasi yang diberikan tentang bagaimana kekuatan iman dan keikhlasan Abdurahman bin Auf tetap dapat diambil.
Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, ketika Abdurahman bin Auf melakukan hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW mengadakan ikatan persaudaraan antara dia dan Sa'ad bin Ar-Rabi' Al-Ansari, yang dikenal sebagai salah satu dari sahabat Ansar yang paling kaya. Sa'ad menawarkan untuk membagi hartanya menjadi dua dan memberikan separuh kepada Abdurahman bin Auf.
Namun, Abdurahman bin Auf menolak tawaran tersebut dan meminta ditunjukkan di mana pasar berada. Dia lalu pergi ke pasar untuk berdagang dan Allah SWT memberi keberkahan pada usahanya hingga ia menjadi salah satu dari orang-orang kaya di Madinah. Abdurahman bin Auf terkenal dengan keberhasilan dan kekayaannya yang diperoleh melalui usaha perdagangan yang halal dan berkat doa Rasulullah SAW.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah (2): 267 yaitu "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah [di jalan Allah] sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya kecuali dengan memejamkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji."
Ayat ini mengandung makna yang komprehensif dalam hal menyumbangkan harta dan telah diamalkan oleh Abdurahman bin Auf. Yang pertama, menyumbangkan harta tidak hanya hanya sekadar mengambil sebagian harta, tapi perlu memastikan bahwa yang disumbangkan adalah harta yang berkualitas dan terbaik. Makna kedua, adalah pesan untuk berbagi kekayaan dengan tulus ikhlas hanya mengharap keridaan Allah SWT, sedangkan makna ketiga, adalah Allah merupakan sumber rezeki yang Maha Kaya. Makna ketiga ini sekaligus perlu dipahami bahwa sedekah tidak mengurangi harta sebagaimana juga Rasulullah SAW bersabda; "Sedekah tidak akan mengurangi harta; Allah hanya menambah kehormatan kepada hamba-Nya yang memaafkan; dan tidaklah seseorang yang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan meninggikan derajatnya." (HR Bukhari dan Muslim)
Hikmah yang dapat kita petik dari kisah Abdurahman bin Auf adalah bahwa kekayaan bukanlah ukuran kebahagiaan atau kesuksesan. Kekayaan yang sejati adalah ketika kita dapat menggunakan harta yang kita miliki untuk kebaikan dan membantu sesama. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah Abdurahman bin Auf dan menjadikannya inspirasi untuk hidup yang lebih bermakna dan penuh keberkahan di bulan Ramadan ini.
Slamet Riyadi
Dosen Prodi Teknologi Informasi UMY &
Anggota Majelis Lembaga Pengembangan UMKM PWM DIY
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.