Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Bisma Jatmika Tisnasasmita, Direktur Pariwisata & Kelembagaan, Badan Otorita Borobudur
Pernahkah kita membayangkan betapa pentingnya kolaborasi bisnis sebelumnya? Selalu ada udang di balik batu, kolaborasi bisnis masih saya mengikuti kaidah-kaidah exchange theory, masing-masing perusahaan mementingkan keuntungannya sendiri meskipun dibungkus dalam sebuah kolaborasi yang semangatnya adalah maju bersama, meskipun bungkusnya bernama coopetition (cooperation-competition).
Akibatnya banyak ditemukan ketegangan-ketegangan karena pihak yang pada hakikatnya berkompetisi kemudian berkolaborasi. Misalnya: berbagi informasi yang bisa berujung pada copy paste konsep produk oleh rekan coopetition atau terbukanya kelemahan perusahaan kita kepada kompetitor.
Jika kita bicara konteks pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun ini, kita tahu bahwa banyak sekali pelaku industri pariwisata yang bertumbangan. Puluhan hotel dan restoran tutup, bahkan sebagian dijual. Ini menunjukkan dahsyatnya dampak ekonomi bagi sektor pariwisata.
Pariwisata sangat bergantung kepada mobilitas orang dan sifatnya membuat keramaian. Dahulu skala pengukuran keberhasilan produk wisata adalah jumlah bus wisata yang hadir, ribuan tiket terjual saat festival, dan keramaian yang terjadi.Namun kini amat berbeda.
Pergeseran pasar secara umum mengarah kepada tiga kelompok target utama: honeymooners, keluarga (bapak, ibu, anak, dan orang tua) serta kelompok kecil (misal : kelompok yang bekerja di satu perusahaan yang sama). Kelompok ini dalam kondisi saling kenal dan dapat dikenali statusnya terhadap Covid-19, misal: apakah sudah vaksinasi, apakah ada anggotanya yang sempat keluar kota sebelum tour, dan apakah ada anggotanya yang demam? Secara otomatis, semestinya kelompok seperti ini lebih aman untuk berjalan-jalan bersama. Kelompok homogen ini juga dalam kondisi keterbatasan finansial, artinya mereka ingin melancong namun dana tidaklah selonggar dahulu kala. Hakikatnya manusia sebagai makhluk rasional adalah mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai kepuasan tertinggi. Dan manusia selalu berada dalam keterbatasan sumber daya (bounded rationality), apalagi sekarang, semakin seret.
Karena itu sangat logis jika calon wisatawan akan berpikir ulang untuk merencanakan perjalanannya. Mereka dengan leluasa melihat review di Googlemaps dan membuat rencana perjalanan yang sangat leluasa. Satu hal yang pasti: mereka mencari pengalaman terbaik untuk budget terbatas, dan pulang bahagia bukan membawa Corona! Terbayang betapa biro perjalanan wisata harus memutar otak untuk membuat paket-paket wisata yang sesuai dengan preferensi wisatawan saat ini. Selain harga yang kompetitif, mereka harus menawarkan pengalaman yang menarik, dan menjamin tidak menimbulkan klaster penularan Covid-19.
Dalam hal ini saya menyoroti bahwa kolaborasi dengan pemasok dan konsumen menjadi sangat penting, dan dilakukan secara “lebih tulus” dan tidak saling curiga. Kenapa demikian? Jawabannya sederhana, jika berjuang sendirian maka biro perjalanan wisata akan kesulitan mencapai best experience best price pada paket wisatanya, demikian juga hotel, restoran, spa, penyewaan kendaraan dan industri-industri lain yang berada pada value chain sektor pariwisata.
Maka satu-satunya cara adalah kolaborasi secara lebih tulus untuk saling memanfaatkan sumber daya, sehingga tercipta paket wisata yang paling klop dengan pasar. Dan jangan lagi saling melakukan kanibalisasi pasar, karena wisatawan berduit yang semakin sedikit. Kalau mau egois-egoisan, maka makin banyak pelaku industri pariwisata yang bertumbangan, dan ini sangat tidak diharapkan.
Hotel, restoran, pengelola daya tarik wisata, persewaan kendaraan, tour guide adalah input bagi pembuatan produk wisata. Mereka bisa memberikan harga terbaik dan pengalaman terbaik, tinggal biro perjalanan wisata yang meraciknya menjadi sebuah paket wisata. Namun lain koki lain masakan, tetap saja produk itu harus dicicipi oleh wisatawan.
Mendekat kepada Konsumen
Sebelum telanjur mengirimkan paket wisata ke pasar, biro perjalanan wisata sebaiknya mendekat kepada konsumennya, para honeymooners, millennial parents, kantor-kantor, dan kelompok-kelompok homogen lainnya sehingga paham betul paket wisata yang tepat untuk mereka.
Kita perlu ingat bahwa semua sektor sedang kepayahan sumber daya, jadi tidak ada ruang untuk gagal. Produk wisata ini perlu berhasil untuk memutar lagi mesin perusahaan dan menghasilkan cashflow untuk memacu perputaran yang lebih besar.
Kita semua berharap manisnya sektor pariwisata pada 2019 bisa dinikmati lagi. Waktu itu Joglosemar kedatangan lebih dari 50 juta wisatawan domestik dan lebih dari 1 juta wisatawan mancanegara. Namun angka-angka itu saat ini mungkin tidak relevan lagi. Saat ini produk berkualitas hasil kolaborasi dengan pemasok dan konsumen lebih penting, karena di sini akan terukur benefit dari suatu produk wisata, yaitu jumlah pengunjung, lama tinggal, dan nilai belanja. Selain itu, dua variabel lain yang membuat pusing sektor pariwisata juga akan mulai bergerak: pemerataan pergerakan dan pergerakan musiman. Produk baru ini akan mempertibangkan kapasitas maksimal suatu daya tarik wisata, sehingga jelas wisatawan harus disebarkan ke banyak tempat. Wisatawan juga tidak mau lagi “tumplek blek” di suatu tempat karena risiko tertular Covid-19, mereka akan mencari waktu-waktu longgar untuk berwisata. Ini membuat jomplangnya pergerakan musiman (seasinality) bisa dikurangi. Semua ini bisa tercapai dengan kolaborasi yang tulus dalam industri pariwisata yang secara bersama-sama membangkitkan sektor ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.