Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Bayu Ananda Paryontri, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UMY
Alhamdulillah, washolatu wassalamu’ala Rasulullah.
Hari ini kaum muslimin telah memasuki bulan Ramadan 1444 H, Imam Ibnu Rajab menyebutkan keterangan dari Imam Mu’alla bin Al-Fadhl yang berkata: “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan, kemudian, selama enam bulan setelah Ramadan mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadan.”
Salah satu hal yang sebaiknya dijaga dalam kehidupan muslimin sehari-hari, terutama di bulan Ramadan adalah perbedaan pendapat yang diterima dari masa ke masa dari kalangan para ulama. Terdapat beberapa perbedaan pendapat di kalangan para alim ulama, ada perbedaan pendapat yang diterima, tetapi terdapat juga perbedaan pendapat yang tidak diterima, seperti pendapat mengenai bolehnya riba, hijab wanita dewasa bagi non-mahram hanyalah budaya, walaupun pernyataan tersebut datang dari seorang alim hendaknya muslimin tidak menerimanya. Terdapat juga perbedaan pendapat para ulama yang sebaiknya diterima muslimin, sehingga dalam penerapan sehari-hari dapat mempererat ukhuwah islamiyah.
Perbedaan pendapat ini terjadi dikarenakan beberapa hal, di antaranya berbeda para ulama dari masa ke masa dalam mensahihkan dalil, atau berbeda dalam menentukan mana dalil umum, mana dalil khusus, mana dalil yang menghapus dan mana dalil yang terhapus, dan sebagainya. Misalnya seperti jumlah rakaat Salat tarawih, delapan rakaat atau 20 rakaat atau dua demi dua rakaat hingga menjelang adzan subuh kemudian Salat Witir.
Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad melakukan 20 rakaat kemudian satu rakaat witir, sementara Imam Malik melakukan 36 rakaat kemudian ditutup witir. Terdapat juga Salat tarawih dengan empat rakaat, kemudian empat rakaat dan ditutup dengan tiga rakaat Salat Witir, berdasarkan Hadist Riwayat Imam Bukhari. Atau melakukan dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, kemudian Salat Witir dua rakaat, satu rakaat berdasar Hadits Riwayat Imam Muslim.
Imam Nawawi menulis, “menurut madzhab kami jumlahnya 20 rakaat dengan 10 kali salam, selain Salat witir”. Imam Ibnu Qudamah menulis, “dan qiyam bulan Ramadan itu 20 rakaat, yaitu Salat tarawih. Hukumnya sunnah muakkadah, dan orang yang pertama kali melakukannya adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”.
Sebaiknya muslimin menghargai perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat Salat tarawih tersebut, tidak berpendapat dengan merendahkan pendapat lain yang berbeda, jika ulama berbeda pendapat maka seorang muslim ambil satu pendapat tanpa merendahkan pendapat lain yang berbeda. Semoga di dalam keseharian termasuk di dalam bulan Ramadan kelak, kaum muslimin selalu memperbaiki ukhuwah islamiyah dan diberikan pahala yang berlipat oleh Allah. Billahi fi sabililhaq fastabiqul khairat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
SNTL 2026 mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mitra untuk membahas teknologi dan manajemen lingkungan berkelanjutan.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.