Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Titis Wisnu Wijaya, Dosen Teknologi Informasi UMY./Istimewa
Perintah dan seruan melaksanakan ibadah puasa di dalam Al–Qur’an dimulai dengan panggilan khusus untuk orang-orang yang beriman, “Yaa ayyuhalladziina aamanu…”. Panggilan ini menunjukkan kedekatan dan kecintaan Allah SWT kepada kita sebagai orang beriman.
Ketika Allah SWT memanggil kita secara khusus dengan sebutan langsung, maka kita yang dipanggil akan merasakan adanya getaran cinta dan kasih-Nya yang kemudian membuat kita mudah menerima isi seruan yang disampaikan. Inilah suasana jiwa yang penting kita hidupkan saat mendengar perintah melaksanakan puasa Ramadan dalam firman Allah (QS. Al - Baqarah:183).
Dalam ihwal ini, terdapat tiga target yang perlu dicapai selama menjalankan ibadah puasa Ramadan antara lain; Pertama, memperkuat hubungan dengan Allah Azza Wa Jalla (taqwiyatus Shilah billah). Puasa melatih untuk lebih dekat dengan Allah. Puasa pada dasarnya adalah ibadah hati yang menjadikan kita lebih tunduk dan patuh kepada-Nya. Hati yang dekat dengan Allah akan selalu merasa diawasi langsung oleh Allah SWT, sehingga dalam menjalani kehidupan tidak menyimpang dari ketentuan Allah, dan itulah yang menyebabkan hidup menjadi nyaman, tentram dan damai. Dengan demikian, rasa syukur akan selalu tersemat di dalam hati dan terucap melalui lisan kita.
Target kedua, yaitu memperkuat akidah di dalam hati (quwwatul ‘aqidah). Orang yang bertaqwa merupakan cerminan dari akidah. Melalui puasa, akidah kita akan lebih kuat. Dan dari kekuatan akidah atau keyakinan kita itulah, ketakwaan kita pun akan meningkat.
Target terakhir, adalah menguatkan jiwa yang tabah (quwwatuts tsabaat). Ketabahan merupakan sesuatu yang harus kita miliki. Ketabahan tidak akan pernah muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba. Perlu adanya pemahaman dan pembiasaan untuk mendapatkannya. Puasa Ramadan dapat menjadi sebuah sarana untuk melatih ketabahan. Nyatanya, ketika berpuasa kita menjadi lebih mampu dan kuat dalam menjalankan perintah dan mempertahankan kebenaran yang datang dari Allah Jalla Jalaluhu, meski dalam kondisi haus, lapar, letih dan lesu. Oleh karenanya, puasa di bulan Ramadan dapat membentuk kekuatan kita untuk tabah, tangguh, dan tetap berada di dalam jalan kebaikan, jalan yang menghidupkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Target selama Ramadan di atas dapat mencetak manusia sebagai pemimpin yang berhasil dalam lingkup keluarga maupun masyarakat secara luas. (Titis Wisnu Wijaya, Dosen Teknologi Informasi UMY)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.