Advertisement

Kartini untuk Hari Ini dan Esok: Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berdaya

Penulis: Prof. Dr. Mufdlilah, S.Pd., S.SiT., M.Sc Dosen Kebidanan UNISA Yogyakarta
Senin, 13 April 2026 - 12:47 WIB
Sunartono
Kartini untuk Hari Ini dan Esok: Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berdaya Penulis: Prof. Dr. Mufdlilah, S.Pd., S.SiT., M.Sc Dosen Kebidanan UNISA Yogyakarta. - Istimewa.

Advertisement

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini, tokoh perempuan yang telah membuka jalan bagi kemajuan perempuan Indonesia. Namun, peringatan ini tidak seharusnya berhenti pada seremoni dan simbolik semata. Hari Kartini merupakan pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Tantangan zaman terus berubah, dan perempuan masa kini dituntut untuk menjadi pribadi yang cerdas, sehat, dan berdaya dalam menghadapi kehidupan serta mempersiapkan generasi masa depan.

Kartini dan Realitas Perempuan pada Masanya

Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai sosok perempuan yang memiliki semangat belajar tinggi, berpikiran maju, dan memiliki kepedulian besar terhadap nasib perempuan. Pada masa itu, perempuan menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Tradisi sosial yang membatasi ruang gerak perempuan membuat mereka sulit berkembang dan kurang mendapatkan perhatian dalam hal kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.

Advertisement

Kisah hidup Kartini juga menggambarkan kondisi kesehatan perempuan pada masa lalu. Setelah menikah, Kartini mengalami kehamilan dan melahirkan seorang anak laki-laki pada tahun 1904. Namun, beberapa hari setelah persalinan, kondisinya menurun dan akhirnya wafat pada usia yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun. Peristiwa ini menjadi refleksi penting bahwa kesehatan ibu pada masa itu sangat rentan akibat keterbatasan pelayanan kesehatan, fasilitas medis, serta rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak.

Hingga saat ini, persoalan kesehatan ibu masih menjadi perhatian serius. Meskipun pelayanan kesehatan telah berkembang pesat, tantangan seperti kematian ibu, anemia pada remaja putri, dan kehamilan berisiko masih ditemukan di berbagai wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas kesehatan perempuan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Perempuan Cerdas: Kunci Kemandirian dan Kemajuan

Hari ini, perempuan memiliki kesempatan yang jauh lebih luas dibandingkan masa Kartini. Perempuan dapat menempuh pendidikan tinggi, bekerja di berbagai bidang, dan berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. Namun, kecerdasan perempuan tidak hanya diukur dari tingkat pendidikan formal, melainkan juga dari kemampuan memahami diri, keluarga, dan lingkungan.

Perempuan yang cerdas adalah perempuan yang mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupannya, termasuk dalam menjaga kesehatan reproduksi, merencanakan kehamilan, serta mendidik anak-anaknya dengan baik. Kecerdasan juga tercermin dari kemampuan perempuan dalam mengelola informasi, memilah pengetahuan yang benar, dan beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.

Dalam era digital saat ini, literasi kesehatan menjadi bagian penting dari kecerdasan perempuan. Kemampuan memahami informasi kesehatan yang benar dapat membantu perempuan menghindari informasi yang keliru dan mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan diri dan keluarganya.

Perempuan Sehat: Fondasi Generasi Berkualitas

Kesehatan perempuan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Perempuan yang sehat secara fisik dan mental akan mampu menjalankan peran sebagai individu, ibu, dan anggota masyarakat dengan optimal. Sebaliknya, jika kesehatan perempuan terabaikan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan generasi berikutnya.

Saat ini, berbagai tantangan kesehatan perempuan masih menjadi perhatian, seperti anemia pada remaja putri, pernikahan usia dini, kehamilan berisiko, kekurangan gizi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kondisi ini memerlukan perhatian bersama dari keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah.

Upaya promotif dan preventif perlu terus diperkuat melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta dukungan lingkungan yang sehat. Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, menjadi sangat penting dalam mendampingi perempuan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari remaja, masa pranikah, kehamilan, persalinan, hingga masa menopause. Bidan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pendidik, konselor, dan pendamping bagi perempuan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraannya.

Perempuan Berdaya: Agen Perubahan dalam Keluarga dan Masyarakat

Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki kepercayaan diri, pengetahuan, serta kemampuan untuk mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Pemberdayaan perempuan tidak hanya berarti memiliki pekerjaan atau penghasilan, tetapi juga memiliki kendali atas keputusan yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan masa depan keluarga.

Dalam konteks masyarakat modern, perempuan berdaya menjadi agen perubahan yang mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Perempuan dapat menjadi penggerak kegiatan kesehatan di masyarakat, kader kesehatan, pendidik keluarga, hingga pemimpin komunitas. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi lebih kuat, dan masyarakat menjadi lebih sehat.

Pemberdayaan perempuan juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Perempuan yang sehat dan berdaya akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dari Kartini untuk Hari Ini dan Esok

Perjuangan Kartini memberikan pelajaran bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran dan keberanian untuk belajar. Semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam kehidupan perempuan masa kini, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan, membangun keluarga yang sehat, serta berkontribusi bagi masyarakat.

Momentum Hari Kartini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan sejarah, tetapi sebagai ajakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Dengan perempuan yang cerdas, sehat, dan berdaya, maka generasi masa depan Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkualitas, dan berdaya saing.

Semangat Kartini tidak berhenti pada masa lalu. Ia hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia hari ini, dan akan terus menyala untuk generasi esok yang lebih maju, sehat, dan bermartabat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

PSIM Jogja Buka Gerai di Bandara YIA, Bidik Wisatawan

PSIM Jogja Buka Gerai di Bandara YIA, Bidik Wisatawan

Jogja
| Senin, 13 April 2026, 13:07 WIB

Advertisement

Musikal Chicago Versi Indonesia Dinilai Siap Tembus Global

Musikal Chicago Versi Indonesia Dinilai Siap Tembus Global

Hiburan
| Senin, 13 April 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement