Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Pustakawan Ahli Madya di Perpusnas RI, UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar, Hanafi./Istimewa
Pada saat pandemi, permintaan dan penjualan gadget meningkat, baik berupa komputer, laptop, tablet dan ponsel.
Gadget menjadi barang yang wajib dimiliki oleh semua orang. Ini karena anak sekolah dan mahasiswa melakukan pembelajaran secara daring. Begitu juga banyak aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan work from home (WFH) yang mengharuskan zoom meeting dan menyelesaikan pekerjaan lain dengan komputer.
Namun penggunaan gadget ini meresahkan di kalangan pendidik apabila disalahgunakan, misalnya untuk bermain gim, menonton Youtube sampai lupa waktu.
BACA JUGA: Begini Cara Melacak Barang yang Tertinggal di Stasiun Kereta
Untuk itu, perlu pendampingan orang tua agar penggunaan gadget bisa bernilai positif. Salah satunya adalah hadirnya perpustakaan digital.
Ini membuktikan bahwa gadget bila digunakan dengan bijak dan tepat akan bermanfaat bagi masyarakat karena akan memperkaya wawasan dan membantu masyarakat sesuai perannya.
Membaca di masa pandemi dapat menjadi hiburan maupun mengembangkan kemampuan diri dan bisa terinspirasi dari buku yang dibacanya.
Pada masa pandemi ini merupakan tantangan bagi keluarga untuk membudayakan kegemaran membaca. Orang tua mau tidak mau harus membantu tugas guru membimbing dan mendampingi anak dalam belajar di rumah.
Seorang ibu yang selama ini mendampingi anaknya mengerjakan PR, sekarang harus full time mendampinginya. Ibu harus suka membaca agar dapat membantu mengerjakan tugas anaknya yang diberi gurunya.
Bagi yang mampu membeli dan suka buku secara fisik, maka dapat membeli lewat online. Namun bagaimana dengan masyarakat yang punya keuangan terbatas, sementara dia seorang mahasiswa yang tergantung dengan perpustakaan.
Sedangkan perpustakaan termasuk tempat yang diwajibkan tutup pada PPKM. Tentu bagi mahasiswa, pelajar atau pun peneliti, perpustakaan sangatlah penting. Tanpa buku referensi, penelitian akan terhambat dan membuat molornya skripsi, tesis atau pun kelulusan.
Ibu rumah tangga, apabila ingin meningkatkan kemampuan memasak, merajut hastakarya, berkebun dan berwirausaha juga tersedia di iPusnas. Begitu juga apabila ingin sekadar membaca novel. Inilah perpustakaan yang disebut tempat pembelajaran sepanjang hayat.
Perpusnas RI yang merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), melalui iPusnas menyediakan koleksi untuk dipinjam secara online, gratis, legal dan mudah.
Aplikasi iPusnas dapat diunduh di playstore dari ponsel Android. Masyarakat tinggal mendaftar, kemudian admin akan mengirim kata kunci ke email. Buku yang tersedia sangat beragam dari untuk balita sampai lanjut usia.
BACA JUGA: Daftar Link 50 Twibbon Hari Raya Idulfitri 2022
Setelah mengunggah, buku lantas tersimpan di gadget selama lima hari, jadi selama tersimpan di gadget tanpa perlu menghabiskan kuota untuk membaca. Asal ada kemauan, pasti ada jalan untuk menunggah sumber bacaan.
E-book-nya gratis, wifi-nya juga bisa gratis, apalagi sekarang sudah banyak kelurahan ataupun tempat makan yang menyediakan layanan wifi gratis. Dengan begitu, bagi yang kuota Internet-nya terbatas dapat mengunggah buku terlebih dahulu kemudian dibaca di rumah.
Perpustakaan di daerah juga banyak layanan serupa dengan iPusnas. Seperti misalnya di Jakarta ada IJak; di Jogja ada iJogja dan masih banyak lagi.
Banyaknya layanan perpustakaan digital bukan merupakan saingan, tetapi justru bosa saling melengkapi antarperpustakaan digital.
Berdasarkan pengalaman penulis, ketika ada buku di iPusnas tidak tersedia atau sedang dipinjam, ternyata di iJogja ada dan bisa dipinjam. Selain itu, Perpustakaan di daerah juga akan memperbanyak local content sesuai daerahnya masing-masing.
BACA JUGA:
Tak hanya iPusnas, Perpusnas RI juga mempunyai e-resources. Syarat untuk mengakses e-resources pun mudah. Hanya dengan mendaftar menjadi anggota Perpusnas RI melalui laman perpusnas.go.id.
E-resources ini sangat berguna bagi para peneliti dan mahasiswa karena di dalamnya terdapat 40 pangkalan data, baik jurnal atau e-book dalam dan luar negeri dengan berbagai subjek keilmuan.
Perpusnas RI juga membangun Indonesia one Search di laman http://onesearch.id yang merupakan portal jejaring perpustakaan.
Apabila ada masyarakat ingin menyampaikan keluhan ataupun pertanyaan terkait penggunaan perpustakaan terutama layanan perpustakaan digital, pustakawan siap membantu pada jam kerja melalui live chat ataupun surel layanan ask a librarian pada web Perpusnas RI.
Perpustakaan digital akan selalu hadir di mana pun berada dan waktu kapan pun untuk memenuhi kebutuhan akan ketersediaan buku bacaan di seluruh Indonesia.
Ternyata pandemi ini membuat perpustakaan harus selalu berinovasi, bahkan setelah pandemi inovasi perpustakaan digital ini akan dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena salah satu tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Salam literasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Salad jadi pilihan sehat rendah kalori yang bantu pencernaan dan diet. Simak manfaat dan resep salad segar untuk musim panas.
Kecelakaan Gus Hilman di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) diduga akibat sopir mengantuk. Dua staf meninggal, polisi masih selidiki.
Persis Solo resmi terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026. Manajemen klub minta maaf dan siapkan restrukturisasi total mulai Juni.
Memori HP cepat penuh bisa disebabkan game, media sosial, hingga aplikasi booster. Simak daftar aplikasi yang sebaiknya dihapus agar HP tetap ringan.
Reza Arap mengunggah pesan emosional untuk Lula Lahfah hampir empat bulan setelah sang kekasih meninggal dunia.