Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Titis Wisnu Wijaya/Dok. Pribadi
Sebagai umat muslim yang beriman, kehadiran bulan Ramadan disambut dengan perasaan bahagia serta penuh suka cita sebagai bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan penuh ampunan, bulan penuh kasih sayang, juga disebut pula sebagai bulan pendidikan (syahru al-tarbiyah) bagi manusia.
Sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Dari ayat tersebut, puasa Ramadan merupakan usaha yang diniati untuk melakukan perubahan perilaku dari manusia beriman menjadi manusia yang bertakwa. Takwa merupakan suatu kesadaran pada diri seseorang yang senantiasa menghadirkan Allah Azza Wa Jalla kapan pun dan di manapun berada.
Allah Azza Wa Jalla, menyediakan Ramadan sebagai madrasah bagi kaum beriman untuk memusatkan dirinya mengisi ulang (recharge) keimanan dan ketakwaan sebagai sarana pembangunan karakter yang menjadi pusat kendali arah bagi pembangunan fisik dan sumber daya manusia umat muslim.
Nilai Pendidikan
Sebagai bulan pendidikan (syahru al-tarbiyah), setidaknya terdapat lima nilai pendidikan yang terkandung dalam puasa Ramadan antara lain;
Pertama; puasa mengembangkan kecerdasan emosi. Sesuai hakikatnya, puasa adalah menahan diri dan hawa nafsu, bukan membunuh hawa nafsu. Puasa mendidik manusia untuk melakukan pengendalian diri (self-control) dan pengaturan diri (self-regulation).
Kecerdasan emosi juga meliputi rasa empati, motivasi diri (self-motivation) dan kecakapan sosial dalam berinteraksi dengan orang lain (social skill).
Kedua; puasa mendidik kejujuran. Orang yang sedang berpuasa atas dasar imanan wahtishaban, ia tidak akan makan dan minum serta melakukan hal yang membatalkan puasa walau tidak ada orang yang melihat dan tidak ada orang yang tahu kecuali dirinya dan Allah SWT. Sehingga dengan berpuasa, mendidik manusia agar menjadi orang yang jujur. Sejatinya, kejujuran orang yang berpuasa diupayakan untuk dipelihara dalam kehidupan dan keseharian kita.
Ketiga: puasa mendidik manusia belajar meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada bulan Ramadan, terdapat peristiwa turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an). Surat Al-Alaq ayat 1-5; sebagai surat yang pertama kali diterima Nabi Muhammad SAW, menjadi bukti agar manusia mau belajar.
Perintah belajar yang terkandung dalam kata “iqra” (bacalah) mengandung makna yang sangat mendalam. Melalui membaca, manusia akan memperkaya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Kita juga bisa mengoptimalkan penggunaan gawai pintar untuk mencari informasi tentang ilmu keagamaan melalui media sosial yang kita miliki.
Keempat, puasa mendidik kesetaraan. Dalam ibadah puasa, Islam memandang manusia memiliki kesamaan derajat. Mereka yang memiliki banyak harta, status sosial yang tinggi, bahkan orang yang tak memiliki banyak harta ketika sedang berpuasa merasakan hal yang sama; lapar dan haus. Puasa Ramadan memberikan pendidikan kepada kaum muslim tentang sikap egaliter dan menjunjung tinggi kesetaraan, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.
Kelima, puasa mendidik kedisiplinan. Puasa adalah ibadah paling rahasia di mata manusia, yang bisa menumbuhkan sikap disiplin diri, merasa diawasi (muraqabah) oleh Allah Azza Wa Jalla. Sikap yang memunculkan perasaan ada pengawasan diri sendiri dan kita pun sadar bahwa kita sedang diawasi oleh Zat Yang Maha Mengetahui Segalanya (Al-Alim). Pendidikan disiplin dalam berpuasa yaitu melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Agama Islam diturunkan ke Bumi untuk kesejahteraan umat manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa puasa sebagai bagian dari ajaran agama Islam yang memiliki korelasi terhadap terwujudnya kesejahteraan umat, karena dalam puasa mengandung nilai pendidikan yang dapat menghantarkan kita menjadi umat yang Bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin Ya Mujibassailin. Nasrun minallah wa fathun qarib wa bassyiril mu'minin.
Titis Wisnu Wijaya
Dosen Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Janice Tjen akan berduet dengan Venus Williams di Guangzhou Open 2026. Turnamen berlangsung 26 Oktober hingga 1 November.
Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran keuangan selama sembilan musim. Man City masih punya hak banding hingga 2 Oktober.
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.
Inggris menang 2-0 atas Republik Ceko di UEFA Nations League. Anthony Gordon dan Harry Kane mencetak gol kemenangan Inggris.
Spanyol menang 4-1 atas Kroasia di UEFA Nations League 2026/2027. Lamine Yamal mencetak dua gol, disusul Marc Pubill dan Nico Williams