Advertisement

Isra Miraj, Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan

Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE.
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:37 WIB
Sunartono
Isra Miraj, Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE. - Istimewa.

Advertisement

Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial-politik yang kian kompleks, bangsa Indonesia menghadapi satu persoalan mendasar: krisis kepercayaan. Kepercayaan publik terhadap pemimpin dan institusi negara kerap diuji oleh berbagai peristiwa yang mempertanyakan integritas, konsistensi, dan keteladanan moral. Dalam konteks inilah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ pada 16 Januari 2026 menemukan relevansi sosialnya, bukan hanya sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai momentum refleksi kepemimpinan.

Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang menuntut keimanan dan kepercayaan penuh umat kepada Rasulullah ﷺ. Kisah perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga ke Sidratul Muntaha tidak hanya menguji kepercayaan umat pada masa itu, tetapi juga menegaskan kualitas pribadi Nabi sebagai pembawa amanah. Dalam peristiwa Mi’raj, Nabi menerima perintah shalat—sebuah amanah agung yang menjadi fondasi pembentukan karakter umat Islam hingga hari ini.

Advertisement

Konsep amanah menempati posisi sentral dalam ajaran Islam. Al-Qur’an menegaskan perintah untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak dan menegakkan keadilan (QS. An-Nisa: 58). Amanah bukan sekadar kejujuran administratif, melainkan kesanggupan moral untuk memikul tanggung jawab dengan penuh kesadaran spiritual. Nabi Muhammad ﷺ dikenal sebagai al-Amīn, sosok yang dipercaya bahkan sebelum beliau diangkat sebagai rasul. Inilah teladan kepemimpinan yang berakar pada integritas, bukan pencitraan.

Shalat, sebagai buah utama Isra’ Mi’raj, sesungguhnya memiliki dimensi sosial yang kuat. Al-Qur’an menyatakan bahwa shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-‘Ankabut: 45). Artinya, ibadah tidak berhenti pada ritual personal, tetapi membentuk kesadaran etis dalam kehidupan publik. Pemimpin yang menjaga shalat secara substansial semestinya tercermin dalam sikap adil, rendah hati, dan konsisten antara ucapan dan tindakan.

Sayangnya, dalam realitas Indonesia hari ini, jarak antara nilai ideal dan praktik kepemimpinan masih terasa lebar. Fenomena rendahnya kepercayaan publik menunjukkan bahwa banyak jabatan dipersepsikan sebagai kekuasaan, bukan amanah. Ketika keteladanan memudar, masyarakat menjadi skeptis, dan ruang publik dipenuhi kecurigaan serta polarisasi. Dalam situasi seperti ini, pesan Isra’ Mi’raj menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati selalu berpijak pada nilai transenden.

Sebagai bangsa religius, Indonesia sejatinya memiliki modal spiritual yang kuat. Namun modal tersebut hanya akan bermakna jika nilai agama diterjemahkan dalam etika kepemimpinan yang nyata. Di sinilah peran kaum intelektual dan akademisi menjadi penting. Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter amanah, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual harus bermuara pada tanggung jawab sosial. Kenaikan derajat seseorang, termasuk pemimpin, bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar amanah yang ditunaikan. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan pemimpin yang layak dipercaya.

Pada akhirnya, peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya menjadi cermin bagi kita semua, terutama para pemegang amanah publik. Krisis kepercayaan tidak dapat diselesaikan dengan retorika, melainkan dengan keteladanan. Dari Isra’ Mi’raj, kita belajar bahwa kepemimpinan yang amanah lahir dari kesadaran spiritual yang kokoh dan komitmen moral yang konsisten. Dari sanalah harapan pemulihan kepercayaan publik dapat tumbuh kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Warga Sedayu Bantul Dibacok OTK, Korban Alami 21 Jahitan

Warga Sedayu Bantul Dibacok OTK, Korban Alami 21 Jahitan

Bantul
| Kamis, 15 Januari 2026, 11:17 WIB

Advertisement

Jisung NCT Dream Jadi Polisi Muda di Crash 2

Jisung NCT Dream Jadi Polisi Muda di Crash 2

Hiburan
| Rabu, 14 Januari 2026, 18:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement