Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Dian Yuanita Wulandari, Mahasiswa Magister Manajemen Agribisnis UGM & Anggota Asosiasi Logistik Indonesia
Tahun ini Indonesia memeringati Hari Kemerdekaan yang ke-76. Meski secara yuridis formal bangsa kita telah merdeka dan berdaulat, namun sesungguhnya tantangan-tantangan baru terus bergulir tiada henti sesuai perkembangan zaman. Problematika terkait dengan iklim adalah salah satunya.
Indonesia tengah menghadapi anomali iklim yang semakin intensif. Meski bukan merupakan fenomena baru, anomali iklim sangat mendisrupsi produktivitas dan progresivitas sektor pertanian sebagai sektor fundamental dalam penyediaan pangan.
Dampak anomali iklim terhadap sektor pertanian bersifat multidimensional baik dari aspek sumber daya, infrastruktur, sistem produksi, hingga ketahanan dan kemandirian pangan suatu negara.
Anomali iklim merupakan suatu rangkaian proses kompleks dari unsur-unsur cuaca dan iklim. Secara harfiah, anomali iklim adalah pergeseran musim dari rata-rata normalnya. Para ahli menyebut bahwa terjadinya anomali iklim berkaitan erat dengan perubahan iklim.
Kabar buruknya gejala anomali iklim tidak mudah terdeteksi secara dini. Hal ini mengakibatkan usaha sektor pertanian menjadi semakin terhimpit karena berada pada posisi penuh ketidakpastian.
Banyak petani terimbas akibat kesulitan memprediksi musim dan pola tanam yang tepat. Sebagai gambaran, jika musim hujan bergeser saat masa panen tiba, maka pembusukan dapat terjadi pada tanaman siap panen.
Begitu pula jika musim kemarau berlangsung dalam waktu yang lama menyebabkan sawah mengalami kekeringan sehingga membuat tanaman tidak dapat tumbuh dengan optimal bahkan lebih rentan terserang hama dan penyakit tanaman (HPT).
Anomali iklim jelas berpotensi menyebabkan gagal panen dan pelandaian produksi. Merujuk pada laporan terbaru Kementerian Pertanian RI tahun 2020 pada kurun waktu Juli hingga September, tercatat gagal panen mencapai seluas 21.000 hektare (ha) dari total 159.000 ha lahan sawah.
Signifikansi gagal panen pada periode tersebut ditengarai terjadi karena anomali ganda. Hujan ekstrem pada musim kemarau telah mengakibatkan banjir di sebagian besar wilayah utara Indonesia terutama di Kalimantan Selatan. Di sisi lain, periode tanpa hujan yang lama telah mengakibatkan kekeringan di wilayah selatan termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur.
Jelas bahwa anomali iklim yang tidak diantisipasi dengan baik dapat mendisrupsi ketersediaan pangan. Efek domino dapat terjadi berupa harga pangan di pasaran yang menjadi lebih fluktuatif. Jika sudah demikian importasi pangan berpotensi meningkat, menggoyahkan ketahanan dan kemandirian pangan dalam negeri.
Dimulai dari Petani
Petani adalah game changer dari pertanian yang maju dan resilien. Juga ujung tombak dalam pemenuhan pangan nasional. Dalam hal ini ketidaksiapan petani dalam menghadapi anomali iklim bagaikan mimpi buruk bagi negara.
Barangkali tidak ada kata yang sama dalam mengejawantahkan kemerdekaan. Menyoal permasalahan iklim, merdeka bisa dimaknai sebagai upaya-upaya untuk meningkatkan resiliensi sektor pertanian terhadap peristiwa anomali iklim. Upaya-upaya yang erat kaitannya dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Selayaknya perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh pahlawan, penyusunan strategi menjadi langkah krusial meliputi optimalisasi sumber daya hingga manajemen resiko. Ada setidaknya tiga upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kemerdekaan dari anomali iklim khususnya pada tataran petani.
Pertama, memperkuat kelembagaan petani. Data menunjukkan hampir 42% dari total jumlah petani belum bergabung dalam kelompok tani. Padahal partisipasi petani dalam suatu lembaga penting untuk meningkatkan resiliensi bersama. Melalui kelembagaan, petani dapat saling bertukar informasi dan berkoordinasi tentang pengelolaan usaha tani terbaik yang perlu dilakukan. Termasuk dalam merencanakan pola tanam bersama jika pergeseran musim akibat anomali iklim terjadi.
Kedua, pendampingan teknik budidaya yang adaptif terhadap anomali iklim. Dengan pemahaman iklim yang dipadukan dengan keterampilan pemilihan varietas toleran dan teknik pertanaman tertentu, akan memungkinkan petani untuk menanam lebih dari satu jenis tanaman selama satu tahun pada dua musim yang berbeda. Langkah ini berpeluang meminimalkan resiko atas kerugian yang diakibatkan oleh anomali iklim.
Ketiga, mendorong petani turut serta dalam program asuransi pertanian. Asuransi menjadi memberikan proteksi kepada petani agar tak mengalami kerugian ketika mengalami puso atau gagal panen, baik yang disebabkan oleh fenomena iklim maupun serangan HPT. Keikutsertaan petani dalam asuransi menjadi salah satu upaya manajemen risiko yang baik.
Layaknya pepatah “pelaut ulung tidak lahir dari lautan yang tenang”, lebih dari setengah abad kemerdekaan Indonesia sejatinya sudah membentuk bangsa ini tangguh menghadapi berbagai macam tantangan, utamanya terkait iklim.
Bicara ketahanan dan kemandirian pangan sama dengan bicara kekuatan bangsa dan negara. Sehingga memperkokoh kesiapan petani dalam menghadapi anomali iklim berarti turut mengupayakan bangsa untuk tetap merdeka dan berdaulat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.