OPINI: Akuntansi Sederhana bagi Usaha Rumah Tangga

Ignatia Ryana Widyatini
13 Juni 2019 16:32 WIB Ignatia Ryana Widyatini Aspirasi Share :

Lembaga keuangan dan perbankan adalah salah satu lembaga yang akan menyediakan modal kerja bagi para pelaku usaha. Kota Yogyakarta merupakan pusat industri kreatif, dimana perkembangan usahanya memerlukan modal yang tidak sedikit.

Pelaku usaha dapat memperoleh fasilitas modal kerja dari lenbaga keuangan dengan syarat tertentu. Perbankan akan melakukan analisa kelayakan kredit untuk setiap pengajuan modal kerja. Namun terdapat kendala yang dihadapi saat ini oleh perbankan dalam menyediakan dana modal kerja, yaitu mayoritas pelaku usaha tidak bankable. Tidak sedikit dari pelaku usaha yang tidak memiliki laporan keuangan baik laporan mengenai aset maupun laporan laba rugi.

Salah satu hal yang menyebabkan pelaku usaha tidak menyiapkan laporan keuangan adalah kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana menyusun laporan keuangan. Sebagian besar pelaku usaha menjalankan bisnis rutinnya tanpa melakukan pembukuan di akhir bulan.

Kesuksesan bisnis diukur berdasarkan lancarnya pembayaran dari konsumen, pembayaran ke pihak rekanan perusahaan, maupun pembayatan rutin lainnya. Sistem pembayaran konsumen dapat diterima secara cash maupun tempo tergantung dari bidang industrinya.

Laporan keuangan adalah proses akhir dari serangkaian proses akuntansi. Aktivitas awal dimulai dari terjadinya  transaksi, kemudian kita ada serangkaian proses akuntansi seperti pencatatan, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan yang terakhir melaporkan.

Kemampuan pengusaha dalam menghasilkan laporan keuangan yang akurat akan membawa banyak dampak positif bagi para pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan adalah pihak eksternal dan pihak internal. Pihak eksternal seperti masyarakat, investor, kreditor, analis, pelanggan, pemerintah, dan pihak internal seperti managemen dan karyawan.

Laporan keuangan memberikan petunjuk bagi penggunanya untuk melakukan berbagai kepentingan bisnis seperti analisa profitabilitas dan keberlangsungan perusahaan, analisa stabilitas dan tingkat pengembalian dalam investasi. Pihak internal menggunakan laporan keuangan untuk membantu dalam proses perencanaan, pengendalian operasional dan pengambilan keputusan strategis

Laporan keuangan yang akurat mampu membantu pengusaha industri rumah tangga untuk membuat perencanaan dan keputusan bisnis yang tepat, seperti kapan harus membeli stok, berapa harga barang normal, berapa hari seharusnya piutang tertagih, berapa kemampuan maksimal perusahaan dalam berutang dan sebagainya.

Pada dunia usaha saat ini banyak sekali pengusaha pada industri rumah tangga yang berlatar belakang non akuntansi, sehingga terdapat kendala bagi para pengusaha untuk membuat laporan keuangan. Untuk itu tema hari ini adalah membahas mengenai bagaimana membuat laporan Keuangan sederhana dan menghitung laba/rugi bagi usaha rumah tangga

Pengusaha rumah tangga perlu memperoleh pemahaman bagaimana menyusun laporan keuangan sederhana dan membuat perhitungan laba/rugi. Laporan keuangan sederhana disusun melalui data kegiatan harian yang akan diklasifikasikan ke dalam pos aset, utang maupun modal.

Pos yang akan diklasifikasikan sebagai aset adalah kas, piutang, persediaan, tanah dan bangunan, peralatan serta aset tetap lainnya. Nilai kas dan setara kas merupakan jumlah seluruh kas ditangan, termasuk deposito yang jangka waktunya tidak lebih dari tiga bulan dan tidak diperpanjang. Nilai piutang dagang diperoleh dari jumlah hari piutang/30 x penjualan sebulan atau menggunakan daftar piutang. Nilai persediaan merupakan jumlah hari persediaan/30 x Harga Pokok Penjualan sebulan atau menggunakan daftar persediaan. Nilai sewa dibayar dimuka diperoleh dari catatan atas sewa dibayar dimuka.

Penilaian Kembali

Nilai tanah dan bangunan menggunakan harga perolehan tanah atau dilakukan penilaian kembali. Nilai Peralatan atau aset tetap lainnya, dapat menggunakan harga perolehan peralatan

Pos Utang meliputi Utang lancar dan utang jangka panjang. Nilai utang bank adalah outstanding dari penggunaan rekening koran dari print out rekening giro. Nilai utang dagang adalah jumlah hari utang supplier / 30 x Gary's Pokok Penjualan sebulan atau menggunakan daftar utang supplier. Nilai utang biaya merupakan daftar utang biaya yang ditangguhkan (ditunda). Sedangkan nilai utang investasi diperoleh dari pokok utang yang jatuh tempo diatas satu tahun.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penjelasan di atas adalah bahwa laporan keuangan yang akurat harus disediakan oleh pengusaha industri rumah tangga, untuk membantu pihak eksternal dan pihak internal untuk membuat keputusan bisnis. Pengusaha industri rumah tangga yang berlatarbelakang non akuntansi seharusnya mampu menyusun dan memahami informasi yang tersedia pada laporan keuangan sebagai rangkuman atas aktivitas bisnis harian.

* Penulis adalah Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)