Kasus Pesantren Pekalongan, PWNU Jateng Bentuk Satgas Anti Kekerasan
PWNU Jateng siapkan Satgas Pesantren Ramah Anak usai kasus kekerasan seksual di Pekalongan, dorong sistem perlindungan santri.
Nurul Aisyah, S.Pd.I., M.Pd, Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, mahasiswa Doktor di Universitas Valladolid Spanyol, dan anggota PCIM Spanyol
Perbedaan itu ada bukanlah untuk memecah persatuan. Apalagi jika perbedaan itu muncul dari sesama penganut agama Islam. Tentu, hal itu sejatinya adalah untuk memperkokoh ukhuwah antar sesama muslim.
Perbedaan-perbedaan ini biasanya akan sering kita temui di antara sesama muslim saat Ramadan tiba.
Salah satunya seperti pelaksanaan ibadah Tarawih. Terkadang, kita bisa jadi berdampingan dengan saudara kita sesama muslim yang berlainan mazab. Misalkan saja seperti muslim Indonesia yang tinggal di Spanyol, berdampingan dengan muslim Afrika (muslim yang berasal dari Maroko). Perbedaan yang begitu mencolok adalah pada gerakan salat. Ada tiga perbedaan gerakan salat yang ditemui yaitu pertama, tidak men-jahr-kan (mengeraskan) lafaz Aamiin dan jemaah perempuan yang men-sihr-kan (menyamarkan) lafaz Aamiin.
Kedua, perbedaan dalam gerakan iktidal. Kebanyakan orang Asia saat melakukan gerakan iktidal adalah dengan menggerakkan kedua tangan ke atas sambil mengucapkan lafaz sami’allahuliman hamidah.
Namun, tidak demikian dengan orang Maroko yang bermazab Maliki, posisi mereka adalah tangan bersedekap seperti posisi awal salat.
Ketiga, perbedaan dalam posisi duduk tasyahud akhir. Pada semua jemaah perempuan yang ditemui dan bersamaan dengan penulis dalam satu masjid mereka tetap berposisi duduk tasyahud awal di posisi tasyahud akhir.
Di sinilah, sikap kita sebagai sesama umat muslim harus dijunjung tinggi. Dengan bersikap tasamuh, yakni bersikap menerima perbedaan, menghormati, menghargai pemahaman atau keyakinan yang ada pada diri orang lain atau pada sekelompok orang, demi memperkuat persaudaraan.
Sikap tasamuh itu wajib kita junjung di manapun berada, pada perbedaan keyakinan maupun perbedaan pendapat.
Tasamuh adalah respons awal menghadapi keragaman dengan keluasan berfikir. Bersikap tasamuh juga merupakan langkah awal sebelum menjajaki bumi Allah agar berfikiran terbuka dan saling menghargai.
Dalam QS. Al- Mulk ayat 13, ”Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya...”
Dalam menjelajahi segala penjuru pelosok buminya Allah SWT diperlukan pikiran yang terbuka (open-minded) agar keilmuan selalu dapat dicerna dengan bijaksana dan mudah untuk diamati dengan bersikap tasamuh.
Sehingga kita mudah menggapai hikmah atas setiap kejadian yang ditemui, bahkan hingga perbedaan-perbedaan yang sebelumnya berfikir sempit namun dengan menjelajahi bumi Allah (mentadaburi) maka kita semakin menjadi orang-orang yang bertambah wawasan, mudah berfikir dan tambah bersyukur.
Dalam QS. Mumtahanah ayat 8, Allah SWT juga telah berfirman, “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama…”
Juga pada ayat 9 yang artinya, “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama…”
Ketika menemui perbedaan, terlebih pada saudara sesama muslim, maka sikap kita adalah tidak memerangi dan tidak saling mencemooh. Tetapi dengan saling menghormati, berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka yang memiliki perbedaan pemahaman soal agama terhadap pemahaman kita.
Perbedaan-perbedaan mazab yang sering kita jumpai mari jadikan sebagai tambahan wawasan khasanah keilmuan, dan terus mempelajari keilmuan yang kita temui di masyarakat.
Wallahua’lam bisshowab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PWNU Jateng siapkan Satgas Pesantren Ramah Anak usai kasus kekerasan seksual di Pekalongan, dorong sistem perlindungan santri.
Terapi kanker kini makin presisi. Tes genetik dan teknologi NGS membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien kanker.
KPK mengungkap GST memakai rekening nomine untuk menampung uang hasil dugaan pemerasan pengurusan KITAS dan KITAP warga negara asing.
DPMPTSP Kota Jogja mempermudah pengurusan PBG melalui konsultasi online, layanan tatap muka, dan Bazar Reaksi Cepat PBG.
Menag Nasaruddin Umar mendorong penguatan ekosistem halal di Yogyakarta yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekonomi menuju peradaban global.
Operator ekskavator tewas tertimbun longsor tambang galian C di Jatinom, Klaten. Korban sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.