Harga Mentimun Naik Dua Kali Lipat, Petani Wonogiri Untung Besar
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Foto ilustrasi. /JIBI-Nicolous Irawan
Hidup itu singkat. Allah ingin agar hidup yang singkat ini digunakan untuk mengerjakan kebajikan yang banyak. Sebaliknya, syaithan ingin berbuat maksiat yang banyak. Kualitas hidup manusia dipengaruhi kedua arus ini. Arus positif (rabbany) menarik ke jalan lurus yang bermuara di surga (wallahu yad\'uu ilaa daaris salaam wa yahdi man yasyaa\'u ilaa shirathil mustakim) sedangkan arus negatif (syaithany) menarik manusia pada jalan sesat yang bermuara di neraka.
Syaithan adalah kumpulan jahat yang beranggotakan bangsa jin dan manusia (minal jinnati wan naasi). Godfather dari geng ini bernama Iblis. Iblis yang berasal dari golongan jin sejak semula telah bertekad untuk menggelincirkan seluruh manusia dari jalan-Nya (la ughwiyanahum ajma\'ien). Hanya hamba yang ikhlas saja yang mampu lolos dari tipu dayanya (illaa \'ibaadika minhumul mukhlashin).
Karena begitu hebat tipu dayanya, kita diminta agar selalu waspada. Jangan sampai dipalingkan syaithan dari jalan Allah (wa laa yashuddannakumusy syaithan). Berulang-ulang kita diingatkan syaithan adalah musuh yang nyata (\'aduwun mubien). Karena syaithan adalah musuh, kita dilarang berteman dengan syaithan. Orang-orang yang boros adalah temannya syaithan. Kita dilarang boros agar tidak dikategorikan sebagai temannya syaithan (wa laa tubadldlir tabdliiran, innal mubadldliriina kaanuu ikhwaanasy syayaatin).
Menjadikan syaithan sebagai teman saja dilarang, apalagi menjadikannya sebagai tuhan. Allah mengingatkan agar kita tidak menyembah syaithan (laa ta\'buduu syaithana). Meskipun fatal dari segi konseptual, manusia bisa saja menjadi penyembah syaithan. Pola relasi ganjil semacam ini tidak terjadi begitu saja, tapi berproses tahap demi tahap. Manusia meniru syaithan sejengkal demi sejengkal, hingga akhirnya mengadopsi seluruh cara hidup syaithan. Itulah mengapa kita dilarang meniru syaithan sekalipun dalam perkara yang sederhana. Kita dilarang makan atau minum dengan tangan kiri karena itu adalah gayanya syaithan.
Allah mengingatkan agar kita tidak mengikuti langkah-langkah syaithan (wa laa tatabi\'uu khutuwatisy syaithan). Mengikuti langkah syaithan akan membawa kita pada kesesatan dan kebinasaan. Esensi dari konsep \'syaithan\' adalah penyesatan. Jika seorang manusia menyesatkan sesamanya, dia bukan sekedar menjadi pengikut syaithan, tapi sudah bermutasi menjadi syaithan itu sendiri. Manusia yang bermutasi menjadi syaithan tidak hanya menempuh jalan yang sesat, tapi juga menyesatkan orang lain. Bukan hanya mengerjakan maksiat tetapi juga menganjurkan orang lain untuk bermaksiat.
Secara teknis, syaithan dari golongan manusia lebih berbahaya. Jika syaithan dari golongan jin hanya mampu memberi bisikan ke dalam hati, syaithan dari golongan manusia bisa memberi bisikan langsung ke telinga. Tidak seperti syaithan dari golongan jin yang dibelenggu selama bulan puasa, syaithan dari golongan manusia bisa tetap leluasa menggoda.
*Penulis merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Pemerintah membayar bunga utang Rp514,39 triliun sepanjang 2025 atau hampir 20 persen dari total belanja pemerintah pusat.
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza mendorong pembiayaan berbunga rendah dan perlindungan produk lokal saat meninjau PLUT Kulonprogo.
Sebagai salah satu pelaku bisnis jasa logistik, JNE menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra di Palembang untuk memastikan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.