OPINI: Siasat Perkuliahan Daring di Masa Pandemi

Ilustrasi. - Freepik

Euforia tahun ajaran baru masih terasa, mulai pertengahan Agustus sampai awal September 2020 secara tidak serentak serangkaian penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi berlangsung. Penerimaan mahasiswa baru (PMB) kali ini terasa spesial karena pendampingan dan orientasi dilaksanakan secara daring.

Namun, selesainya tahapan PMB tidaklah menjadi akhir dari petualangan angkatan 2020, mengikuti semester perdana secara daring akan menjadi tantangan baru untuk mahasiswa angkatan 2020. Pengenalan akan pola belajar di perguruan tinggi menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan masa perkuliahan selama beberapa tahun kedepan. Karena itu, pada kesempatan kali ini mari menilik konsep belajar pada pendidikan tinggi, seperti apa perbedaannya dengan sekolah, apa yang harus dipersiapkan, serta bagaimana tips dan trik kuliah.

Perbedaan mendasar konsep belajar sekolah dengan pendidikan tinggi adalah subjeknya. Subjek pendidikan pada perguruan tinggi adalah orang dewasa. Prinsip pembelajaran dengan subjek orang dewasa dikenal dengan istilah andragogy.

Melalui teori andragogi dapat dipahami bahwa subjek dewasa memiliki karakter yang berbeda dengan anak-anak dalam belajar (Dugan Laird dalam Hendayat, 2005). Pada kelas dengan peserta ajar dewasa, sebaiknya dibangun atmosfir yang mendukung proses elaborasi ide serta dialog yang intensif. Metode pengajaran yang diterapkan pada subjek dewasa hendaknya bukan tutorial teoritikal, melainkan membangun pola belajar mandiri.

Fungsi pengajar dalam hal ini hanya sebagai fasilitator (bukan menggurui), sehingga relasi antara dosen dengan mahasiswa lebih bersifat multicomunication (Knowles, 1970). Pada pembelajaran orang dewasa (adult learning), proses belajar ditujukan untuk dapat memaknai suatu keadaan dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata.

Pembelajaran yang bertujuan dan terarah ini dapat dilakukan secara sendiri maupun kelompok dengan tujuan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tapi juga mengubah perilaku, nilai, serta keyakinan (Myers, Conte and Rubenson, 2014). Dengan demikian, penting bagi mahasiswa untuk lebih dari sekedar belajar tafsiran defenitif, namun juga mengaitkan keilmuannya dengan kebutuhan dan isu yang berlansung dalam masyarakat.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan peserta didik dalam pembelajaran perguruan tinggi, baik secara mental maupun teknis. Supaya belajar pada perguruan tinggi menjadi optimal, mahasiswa harus memiliki komitmen dan membentuk motivasi. Karena itu, bekali diri dengan dukungan eksternal maupun personal. Dukungan eksternal berarti mempersiapkan suasana belajar dan fasilitas pendukung dengan baik sebelum kelas daring dimulai.

Selanjutnya dukungan personal berarti memastikan kesiapan diri dengan baik, sehingga tidak gagal fokus pada saat kuliah daring. Perhatikan kesehatan, kuliah daring menuntut fokus lebih tinggi, tubuh juga banyak berhubungan dengan radiasi sehingga cepat lelah, bila demikian pastikan konsumsi vitamin dan mineral yang cukup. Refleksikan istilah Men Sana In Corpore Sano yang kita pelajari waktu sekolah dasar.

Tips pertama untuk kuliah perdana mahasiswa baru adalah kenali matakuliah dengan membaca silabus dan rencana pembelajaran semester (RPS). Secara teknis belajar pada perguruan tinggi menuntut peserta untuk tidak sekedar ulet namun juga taktis. Bacalah deskripsi matakuliah kemudian perhatikan dengan seksama isi silabus dan RPS. Pahami capaian pembelajaran setiap topik dan metode belajar yang diberlakukan.

Kemudian, berbekal bagian bahan kajian pada RPS, anda juga bisa mulai melakukan pre-reading atau pembacaan awal. Proses input pengetahuan tidak akan cukup hanya dari menyimak pengajaran kontekstual semata, namun harus dilengkapi dan diawali dengan pemahaman dasar yang mumpuni terkait konteks atau topik yang sedang dipelajari. Sebab itu, disiplinlah untuk mempersiapkan diri dengan cara membaca lebih awal sebelum mengikuti kelas.

Peserta didik harus sadar bahwa dosen memiliki batas durasi dan juga target, sehingga tenggat waktu dalam menjelaskan setiap topik akan sangat terbatas. Dengan demikian, penjelasan akan berupa sintesa dan rangkuman konseptual bukanlah lagi tutorial tahap per tahap seperti disekolah. Untuk itu tips kedua adalah mahasiswa harus secara proaktif belajar mandiri, baik secara individual maupun kelompok.

Dukungan fasilitas internet bisa meminimalkan keterbatasan waktu dan ruang. Kendatipun banyak mahasiswa memiliki pra kondisi dan latar belakang yang berbeda, namun setidak-tidaknya internet tetap bisa dimanfaatkan. Jika anda bisa mengakses media sosial dan games daring setiap hari, maka anda juga bisa belajar kelompok daring setiap hari.

Tips ketiga adalah mencatat dengan kreatifitas. Mencatat merupakan modal wajib untuk menguasai matakuliah. Matakuliah pendidikan tinggi akan melibatkan banyak data dan informasi, sementara manusia memiliki kapasitas memori yang sangat terbatas. Karena itu, mencatatlah. Walaupun begitu, jika anda mencatat secara gegabah, catatan anda malah akan membingungkan dan bahkan miss-information. Ada beberapa konsep mencatat, yang pertama catatlah hal-hal penting dalam bentuk poin-poin intisari. Konsep kedua adalah catatlah dengan bentuk catatan kaki atau catatan pinggir dengan bantuan hand out materi dari pengajar. Selanjutnya, konsep ketiga adalah membuat flowchart pada setiap topik untuk memudahkan anda memahami logika pikir dari topik matakuliah anda. Ketiga konsep ini saling melengkapi satu sama lain, akan sangat baik jika dilakukan ketiganya secara bersamaan.

Karena semester gasal 2020/2021 diadakan sepenuhnya dengan daring lantas sebaiknya persiapkan peralatan dan fasilitas pendukung. Oleh karena itu tips keempat adalah maksimalkan kesiapan fasilitas anda. Pastikan setiap bahan kuliah sudah diunduh dan disimpan secara luring. Gunakan perangkat headphones saat kelas berlangsung, kemudian persiapkan ruangan belajar anda, pastikan sirkulasi udara lancar, pencahayaan yang memadai dan juga jauhi kebisingan.

Tip terakhir adalah memilih strategi belajar berdasarkan tipe pembelajar anda. Tipe pembelajar bisa dibagi menjadi tiga, yaitu; auditori, visual dan taktikal. Setiap tipologi memiliki pendekatan yang berbeda agar bisa optimal. Jika anda bertipe auditori, anda lebih memahami dan mengingat hal-hal yang telah anda dengar. Simpanlah informasi melalui audio dan belajarlah dengan membaca bersuara. Jika anda bertipe visual, anda belajar dengan membaca atau melihat gambar kemudian membayangkan apa yang anda pelajari. Gaya belajar paling baik adalah dengan membuat catatan yang secara visual aestetik, atau dengan bantuan menonton video mengenai topik yang anda pelajari. Jika anda bertipe taktikal, anda belajar dengan menyentuh dan melakukan secara lansung, anda memahami dan mengingat berbagai hal melalui gerakan fisik. Mempresentasikan kembali bahan pelajaran anda akan memudahkan anda untuk menguasai suatu topik. (http://www.educationplanner.org, 2020). Selamat datang mahasiswa angkatan 2020, selamat mengenali dan mempersiapkan diri dalam mengikuti kelas daring.