OPINI: Menyokong Gernas BBI 2021

Y. Sri Susilo, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia untuk 2021 (Gernas BBI 2021) telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia pada Januari 2021 (Senin, 12/1). Gerakan tersebut merupakan kelanjutan Gernas BBI 2020, Tujuan utama dari Gernas BBI adalah dari sisi produsen untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk, sedangkan dari sisi konsumen untuk mendorong agar masyarakat lebih bangga, mencintai dan kemudian diikuti dengan membeli produk dalam negeri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2020 pernah menyatakan bahwa Gernas BBI ini harus disertai dengan gerakan peningkatan kualitas dan daya saing. Menurut Jokowi, dua gerakan harus dilakukan secara bersamaan, melalui pengembangan ekosistem dan rasa percaya diri sebagai bangsa yang besar yang mencintai negerinya (Minggu, 6/12/2020). Indonesia memiliki banyak anak bangsa yang mampu menghasilkan karya-karya yang hebat, apalagi di bidang industri kreatif, seperti fesyen, kuliner, kriya, film, musik, animasi, gim, dan sebagainya.

Selanjutnya Jokowi mengungkapkan kecintaan 270 juta rakyat Indonesia terhadap produk dalam negeri adalah salah satu kunci keberhasilan dari Gernas BBI. Jika 270 juta rakyat Indonesia bangga, mencintai, membeli, dan menggunakan produk-produk buatan Indonesia, maka akan membantu menekan defisit transaksi berjalan. Di samping itu, juga mendorong industri kreatif dapat berkembang cepat dan pesat. Rantai pasok yang panjang dari produk Indonesia tersebut, akan membuka industri turunan terutama sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), membuka lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi nasional yang terdampak Pandemi Covid-19.

Peran Bank Indonesia

Gernas BBI 2021 yang dicanangkan pemerintah pusat sepatutnya didukung oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang mencakup pentahelix, tidak hanya Pemerintah Daerah (provinsi dan kabupaten/kota), namun juga Dunia Usaha/Asosiasi Pengusaha, Perguruan Tinggi, Media dan lainnya (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Profesi, dan sebagainya). Seluruh pemangku kepentingan diharapkan berkontribusi sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.

Salah satu pemangku kepentingan yang sejak awal aktif mendukung Gernas BBI adalah Bank Indonesia (BI). Berdasarkan data BI (2021), sebanyak 1.200 UMKM yang menjadi binaan BI dan  tersebar di seluruh Indonesia di 46 Kantor Perwakilan BI (www.bi.go.id). Dukungan BI dalam memajukan UMKM juga dilakukan dalam bentuk pameran, yaitu pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI),yang rutin digelar setiap tahun. Beberapa sektor UMKM yang menjadi binaan BI di antaranya sektor usaha makanan dan minuman, pangan serta kain batik, serta hasil tenun Nusantara yang berkualitas tinggi. Di samping itu, BI terus mendorong digitalisasi UMKM, salah satunya melalui penerapan QR Indonesia Standard (QRIS) yang merupakan alat pembayaran yang cepat, mudah, murah, dan andal.

Dalam mendukung keberhasilan Gernas BBI 2021, BI melalui 46 Kantor Perwakilan di daerah akan terus bersinergi mendukung tercapainya 30 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital (onboarding) pada tahun 2023. Dalam hal ini BI berperan sebagai pemimpin gerakan (movement leader) melalui berbagai program kreatif yang mengedepankan digitalisasi UMKM. Peran tersebut dilakukan antara lain dengan memastikan produk UMKM dalam Gernas BBI terjaga kualitas dan kuantitasnya melalui program kurasi. Di samping itu, BI akan menyelenggarakan berbagai kegiatan baik secara luring maupun daring, memperluas target merchant pengguna QRIS hingga 12 juta merchant, dan mengkampanyekan Gernas BBI melalui berbagai kegiatan pada tahun 2021 (www.bi.go.id).

Gubernur BI, juga menyampaikan tiga kunci utama untuk memperkuat Gernas BBI (www.bi.go.id). Pertama, sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM unggulan di masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Kedua, kreativitas dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang dapat menarik pasar baik di dalam maupun luar negeri. Ketiga, digitalisasi, baik dalam perluasan pasar (onboarding), pengelolaan usaha, maupun sistem pembayaran.

Sinergi dan Koordinasi

Sekali lagi, sinergi dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang penting bagi kesuksesan dan pelaksanaan Gernas BBI 2021. Dalam konteks ini Kantor Perwakilan BI (KPwBI) di daerah seharusnya dan sebaiknya melibatkan Pemerintah Daerah, Dunia Usaha/Asosiasi Pengusaha (misalnya KADIN), Perguruan Tinggi (PTN dan PTS), Asosiasi Profesiasi (misalnya ISEI) dan media cetak dan elektronik. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan maka keberhasilan Gernas BBI akan menjadi lebih optimal. Dalam sinergi dan kordinasi termaksud KPwBI menjadi pemimpin gerakan tersebut.

Kampanye dan promosi produk dalam negeri, termasuk produk UMKM, yang terstruktur dan masif wajib dilakukan melalui berbagai saluran media. Upaya termaksud diperlukan namun tidak mencukupi, dalam arti harus disertai dengan upaya yang berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk domestik. Tegasnya Gernas BBI harus mencakup kepentingan sisi produsen dan sisi konsumen.

Seperti diketahui, masyarakat Indonesia sebagai konsumen/pembeli sudah cerdas dalam memilih dan memilah produk yang berkualitas dan berdaya saing. Sebagian besar konsumen Indonesia sudah rasional, dalam arti mereka akan memilih dan membeli produk yang bermutu dengan harga yang kompetif atau sepadan dengan harganya. Konsumen yang rasional akan mempertimbangkan kualitas atau mutu barang, kemudian baru mempertimbangkan harga barang tersebut. Jika produk buatan dan merek Indonesia, termasuk UMKM, memang terbukti berkualitas maka percayalah sebagian besar masyarakat Indonesia akan memilih dan membelinya. Sebagai contoh, produk sepeda, produk jamu, produk kosmestik, produk makanan dan minuman, produk pakaian jadi, dan produk buatan dan merek Indonesia lainnya sangat laku di pasar domestik dan bahkan di pasar mancanegara.

Catatan Penutup

Salah satu hal yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan Gernas BBI 2021 adalah contoh dan keteladanan dari pemimpin, baik di tingkat pemerintahan, swasta, agama, dan masyarakat untuk  membeli atau mengonsumsi produk yang dibuat di Indonesia dan merupakan merek Indonesia. Jadi bukan merek asing/luar negeri yang dibuat di Indonesia. Presiden Jokowi sering mengenakan jaket dan sepatu yang dibuat produsen kreatif Indonesia dapat menjadi contoh dan teladan. Seharusnya pejabat dan pemimpin lain mengikuti jejak Jokowi. Salam Gernas BBI 2021!