OPINI: Solusi Peningkatan Nilai Komunikatif pada Laporan Audit

Yohanes Mario Pratama, Dosen Departemen Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Audit laporan keuangan merupakan suatu proses yang dilakukan oleh auditor dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait kewajaran laporan keuangan apakah telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit laporan keuangan akan digunakan oleh berbagai pihak untuk berbagai tujuan seperti pengambilan keputusan untuk berinvestasi, pemberian pinjaman, memperluas segmentasi bisnis, dan lain sebagainya.

Dalam proses pengambilan keputusan, pengguna laporan keuangan auditan mengharapkan suatu nilai komunikatif dan informatif yang baik sehingga mempermudah pengguna dalam mengidentifikasi hal-hal penting terkait dengan entitas yang diaudit. Selama ini, pengguna laporan keuangan auditan berfokus pada pernyataan opini dari auditor, bukan area-area yang menjadi permasalahan dalam audit.

Hal ini disebabkan adanya standardisasi bentuk laporan audit yang berfokus pada perumusan opini di paragraf akhir. Bagi para pengguna, opini laporan keuangan auditan kurang mampu memberikan nilai komunikatif dan informatif yang baik karena kurangnya informasi-informasi detail yang menjadi area permasalahan entitas yang diaudit. 

Pengguna laporan keuangan auditan menginginkan supaya auditor mampu memberikan informasi-informasi yang lebih detail terkait entitas yang sedang diaudit.

Sebagai tanggapan atas keinginan para pengguna laporan keuangan auditan, pada tanggal 30 Desember 2019, IAPI menerbitkan draf eksposur Standar Audit (SA) 701 tentang “Pengomunikasian Hal Audit Utama” atau sering dikenal dengan Key Audit Matters. Standar Audit 701 mengharuskan auditor untuk menjelaskan hal audit utama yang menurut pertimbangan profesional auditor merupakan hal yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode berjalan. Pengomunikasian hal audit utama bertujuan untuk meningkatkan nilai komunikatif dengan memberikan laporan audit yang lebih informatif, transparan sehingga pengguna memiliki wawasan yang lebih dalam terkait entitas yang diaudit. Standar audit ini rencananya akan diterapkan per 1 Januari 2022 untuk entitas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hal audit utama merupakan hal-hal yang menurut pertimbangan profesional auditor merupakan yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan entitas periode berjalan. Hal-hal signifikan ini dipilih dari permasalahan yang dikomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan ditempatkan dalam bagian terpisah dari laporan auditor.

Penetapan hal audit utama merupakan pertimbangan auditor yang bersifat khusus untuk entitas yang diaudit berdasarkan audit yang dilakukan untuk entitas tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan oleh auditor supaya dapat menentukan hal audit utama?

Auditor harus mempertimbangkan area risiko salah saji material yang dinilai tinggi atau risiko signifikan yang teridentifikasi. Area dalam laporan keuangan yang melibatkan pertimbangan signifikan dari manajemen seperti estimasi akuntansi harus diperhatikan oleh auditor karena memiliki ketidakpastian estimasi yang tinggi.

Selain itu, auditor harus mengidentifikasi peristiwa atau transaksi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan seperti perkembangan ekonomi, akuntansi, peraturan, atau perkembangan signifikan lainnya yang berdampak pada pertimbangan manajemen.

Ketika auditor sudah mengidentifikasi hal audit utama yang dikomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, auditor harus menjelaskan dalam laporan audit mengapa permasalahan yang sudah diidentifikasi dianggap sebagai salah satu masalah paling signifikan dalam audit dan ditetapkan sebagai hal audit utama.

Selain itu, auditor harus menjelaskan bagaimana permasalahan tersebut ditangani dalam audit. Kedua tanggung jawab auditor tersebut tentu akan meningkatkan nilai komunikatif dan informatif serta transparansi dalam proses pengauditan sehingga para pengguna laporan keuangan dapat memperoleh informasi yang lebih baik terkait entitas yang diaudit.

Pengungkapan hal audit utama dapat meningkatkan kualitas audit karena auditor bertanggung jawab atas masalah utama yang akan diungkapkan dan auditor akan melakukan upaya yang lebih lanjut untuk menganalisis hal audit utama yang diungkapkan.

Oleh karena itu, auditor harus fokus pada area yang memiliki permasalahan signifikan, dan tentunya membutuhkan pertimbangan profesional yang hati-hati. Tahap perencanaan audit yang dimulai dari pemahaman entitas, menentukan pertimbangan awal terkait dengan materialitas, menentukan risiko audit, memahami pengendalian internal, hingga mengembangkan strategi audit harus dilakukan dengan matang dengan menggunakan judgment yang hati-hati.

Para Investor

Adanya pengungkapan hal audit utama ini tentunya bermanfaat bagi beberapa pihak. Bagi para investor, mereka akan mengetahui dengan lebih rinci terkait permasalahan yang didiskusikan antara auditor, manajemen, dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

Hal ini akan membantu untuk melakukan evaluasi dari kinerja entitas yang diaudit. Selain itu, para investor akan mengetahui bagaimana prosedur audit yang dilaksanakan untuk hal audit utama yang diungkapkan.

Bagi regulator, mereka dapat melihat transparansi dan independensi yang lebih besar terkait audit yang telah dilakukan. Bagi manajemen, mereka akan mendapatkan informasi yang lebih rinci terkait pelaporan keuangan sehingga akan terdapat suatu insentif untuk melihat kembali laporan keuangan yang telah disusun. Hal ini akan berkontribusi terhadap kualitas pelaporan keuangan yang lebih tinggi.

Pengungkapan hal audit utama membantu komunikasi yang lebih baik antara auditor dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola sehingga mampu meningkatkan tata kelola yang baik. Selain itu, mampu meningkatkan transparansi proses audit terutama terkait dengan professional judgment yang diimplementasikan.

Oleh karena itu, auditor harus mempersiapkan diri terkait dengan standar audit yang baru ini, mulai dari meningkatkan kompetensi dan pengetahuan terkait akuntansi dan faktor-faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi pelaporan keuangan, sehingga auditor dapat menggunakan professional judgment mereka dengan hati-hati untuk meningkatkan nilai komunikatif dan informatif bagi pengguna laporan keuangan auditan.