Advertisement

Responsibility Awareness

Restu Faizah, Dosen Prodi Teknik Sipil FT UMY
Senin, 18 April 2022 - 07:07 WIB
Maya Herawati
Responsibility Awareness Restu Faizah, Dosen Prodi Teknik Sipil FT UMY

Advertisement

Dalam bergaul kita mengenal beragam karakter manusia, ada yang menjalani hidup dengan ringan seperti tidak memiliki beban, namun ada yang sebaliknya. Hal itu juga terlihat di setiap Ramadan, segolongan manusia menghabiskan waktu di masjid, tilawah berlembar-lembar, berlomba-lomba dalam sedekah, dan amal saleh lainnya. Namun segolongan lain melalui bulan Ramadan sebagaimana bulan-bulan lainnya, bahkan disibukkan belanja, memenuhi mal-mal, atau gerai belanja online. Padahal syarat dan ketentuan yang berlaku, sama untuk semua manusia, laki atau perempuan, tua atau muda.

Fenomena yang sama juga terlihat di kantor, kampung, ataupun komunitas lainnya. Selalu ada sebagian manusia yang perfect dengan waktu dan tenaganya, namun ada juga yang sangat longgar, atau antara keduanya. Padahal Allah menetapkan kewajiban yang sama untuk semua manusia.

Advertisement

Dari Ibn Umar ra, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang istri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya. Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian”. (HR. Bukhari-Muslim)

Hadis di atas dapat dimaknai bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab dan pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Tidak satu pun manusia yang lepas dari tanggung jawab, baik secara pribadi maupun kolektif. Sebagai contoh, seorang wanita/ibu, dia bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya, rumah tangganya, amar-ma’ruf nahi munkar ke masyakat di sekitarnya, berbakti kepada orang tuanya, dan masih banyak lagi. Apalagi wanita yang bekerja, dia juga bertanggung jawab sesuai profesi yang melekat pada dirinya. Seorang pedagang harus mampu menyediakan barang dagangan yang berkualitas, pelayanan yang baik, keuangan yang rapi, memenuhi timbangan, dll.

Seorang guru harus mampu memberikan teladan, mengajar dengan metode yang baik, dan berinteraksi dengan sesama guru. Begitu juga profesi-profesi lainnya, pebisnis, pegiat masyarakat, pejabat, petani, buruh, dll. Pasti semua akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat tentang bagaimana dia berperan dalam profesinya.

Ternyata banyak sekali tugas dan kewajiban kita yang harus dipenuhi, serasa tidak cukup dengan hanya 24 jam sehari. Setiap hari selalu ada sisa tugas dan kewajiban yang menumpuk, karena belum tertunaikan. Lantas kenapa bisa manusia membuang-buang waktu begitu saja dan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat?

Jawabnya karena dia tidak menyadari adanya tanggung jawab (responsibility awareness) yang diletakkan di pundaknya. Ketidaktahuannya menjadikan dia tidak memiliki planning untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Apakah dia terbebas dari pertanggungjawaban di hadapan Allah? Tentu saja tidak.

Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl: 93).

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS Yasin 36: 65).

Oleh karenanya kesadaran akan tanggung jawab harus senantiasa diasah, agar menyadari betul tugas-tugas yang harus ditunaikan dan tidak menyesal di kemudian hari. Wallahu a’lam bish shawab.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Bantul Dapat Hak Akses Data SDGs Desa Kemendes PDTT

Bantul
| Kamis, 26 Januari 2023, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Unik! Peragaan Busana Viktor & Rolf Tampilkan Ball Gown Terbalik

Hiburan
| Jum'at, 27 Januari 2023, 02:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement