Advertisement

OPINI: Promosi Kesehatan Pencegahan HIV AIDS melalui Kader Keliling

Dhesi Ari Astuti, Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta
Kamis, 25 Agustus 2022 - 06:07 WIB
Maya Herawati
OPINI: Promosi Kesehatan Pencegahan HIV AIDS melalui Kader Keliling Dhesi Ari Astuti, Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Advertisement

Human Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah virus yang menyerang sistem imun dan jika tidak diterapi dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia hingga terjadi kondisi Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Acquired bermakna didapat, sehingga AIDS bukan penyakit menurun. Immune adalah sesuatu yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh kita. Deficiency artinya kekurangan. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh.

AIDS disebabkan oleh virus yang disebut HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Penularan melalui HIV dapat ditularkan melalui seks penetratif yang tidak terlindungi, HIV dapat ditularkan ke anak selama masa kehamilan, pada proses persalinan, dan saat menyusui. Pada umumnya, terdapat 15%-30% risiko penularan dari ibu ke anak sebelum dan sesudah kelahiran, kemungkinan risiko terjangkit HIV melalui transfusi darah dan produk-produk darah yang terkontaminasi ternyata lebih tinggi (lebih dari 90%).

HIV-AIDS tetap menjadi masalah kesehatan dunia dan di Indonesia, meskipun morbiditas dan mortalitas telah menurun selama 10 tahun terakhir. Kematian terkait AIDS telah menurun dari puncak 200 sebesar 1,7 juta terkait dengan AIDS.

Kematian setiap tahun sebesar 770.000 kematian terkait dengan AIDS pada tahun 2016. Populasi terinfeksi HIV terbesar di dunia adalah di benua Afrika (25,7 juta orang), kemudian di Asia Tenggara (3,8 juta), dan di Amerika (3,5 juta). Sedangkan yang terendah ada di Pasifik Barat sebanyak 1,9 juta orang. Tingginya populasi orang terinfeksi HIV di Asia Tenggara mengharuskan Indonesia untuk lebih waspada terhadap persebaran dan penularan virus ini.

Indonesia berupaya untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030 sebagai bentuk komitmen bersama di internasional. Mengutip dari website promkes.kemkes.go.id beberapa langkah strategis dilakukan untuk mencapai target indikator SDG’s, RPJMN, Renstra, triple 95, dan pencapaian Three Zeroes. Triple 95 berarti 95% dari perkiraan jumlah orang yang hidup dengan HIV (mereka yang hidup dengan HIV/AIDS) di Indonesia mengetahui status HIV mereka.

Sebanyak 95% orang yang mengetahui status HIV mereka menggunakan ART. Dan 95% orang yang memakai ART telah berhasil menekan virus. Three Zeroes adalah nol infeksi HIV baru, tidak ada kematian akibat AIDS dan akhirnya nol stigma dan diskriminasi untuk mencapai tujuan menghilangkan HIV pada tahun 2030. Tantangan yang rumit mengenai “nol stigma dan diskriminasi untuk mencapai tujuan menghilangkan HIV pada tahun 2030”.

 

Stigma Masyarakat

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya.

Advertisement

Banyak kasus Orang dengan HIV (ODHIV) atau Orang dengan HIV AIDS (ODHA) yang mendapatkan stigma sehingga malu untuk memeriksakan diri dan berobat serta tidak memperoleh dukungan yang baik dari keluarga ataupun masyarakat.

Salah satu upaya promosi kesehatan untuk mencegah HIV AIDS dan permasalahannya adalah melalui kader keliling. Kader didefinisikan sebagai pekerja kesehatan yang melakukan fungsi yang terkait dengan pemberian layanan kesehatan, telah terlatih dalam beberapa cara intervensi, dan tidak memiliki ijazah atau gelar profesional atau paraprofesional formal dalam pendidikan tersier

Kader Keliling HIV/AIDS secara umum menjalankan fungsi perannya yang berpusat pada masyarakat untuk sosialisasi tentang HIV/AIDS ke rumah warga, mobilisasi deteksi dini HIV, menjadi public figure, pendamping ODHA, melakukan rujukan ODHA dampingan ke puskesmas/rumah sakit, memfasilitasi berbagai konseling seperti: masalah kesehatan fisik dan mental, aspek hukum, administrasi kependudukan ODHA, dan membangun kerjasama/kemitraan dengan stakeholder.

Advertisement

Pengabdian masyarakat internal yang berjudul Upgrading Wawasan bagi Kader Keliling HIV AIDS Era Pandemi (Wader Lahap) dari LPPM Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogya) telah dilaksanakan di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Balecatur yang karena faktor pandemi Covid 19 kegiatan lapangan terbatas dengan tim pelaksana adalah dosen Unisa Yogya yaitu Dhesi Ari Astuti, Mega Ardina, dan Nurul Kurniati. Pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat meningkatkan pengetahuan kader dan kader telah melakukan sosialisasi HIV AIDS kepada warga.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Sabtu, 1 Oktober 2022

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Buntut Kasus Leslar, KPI: Blacklist Pelaku KDRT dari Semua Program Siaran

Hiburan
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 02:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement