Advertisement

OPINI: Investasi Properti, Resep Keuntungan atau Kebuntungan?

Tegar Satya Putra, Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Kamis, 01 September 2022 - 06:37 WIB
Maya Herawati
OPINI: Investasi Properti, Resep Keuntungan atau Kebuntungan? Tegar Satya Putra, Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Advertisement

Sepekan ini ada satu video Tiktok dari akun @franswidjaya3, viral dan diperbincangkan oleh warganet. Dalam video tersebut, sang pemilik akun menceritakan kerugian yang telah dialaminya karena investasi di dua apartemen mewah di Jakarta.

Sejak diunggah oleh pemilik akun, video ini sudah ditonton lebih dari tiga ratus lima puluh ribu kali di Tiktok, belum lagi ada beberapa pengguna Twitter yang kemudian mengunduh video ini dan dijadikan bahan cuitan mereka di Twitter. Mengapa video Tiktok ini menjadi viral? Menurut penulis, video ini viral karena konten video ini memantik diskusi soal kontroversi dari investasi properti. Sebagian orang merasa bahwa sah-sah saja untuk berinvestasi di properti jika memang mampu, sementara ada juga orang yang menganggap investasi properti hanya merugikan berbagai pihak, terutama orang yang benar-benar butuh tempat tinggal.   

Sebenarnya perdebatan mengenai investasi properti sudah lama terjadi, namun biasanya perdebatan ini hanya terjadi di kalangan ahli ekonomi dan investasi. Perdebatan ini baru muncul di ranah publik karena video Tiktok tersebut. Jadi, haruskah investasi properti?

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Euforia Investasi

Banyaknya orang yang berbondong-bondong investasi di properti sebenarnya bisa dijelaskan secara sederhana dengan menggunakan hukum permintaan. Logikanya, luas tanah di bumi ini tidak akan bertambah, sementara dari tahun ke tahun jumlah manusia semakin bertambah. Bertambahnya populasi Bumi pasti juga membuat semakin banyak orang yang membutuhkan rumah/tempat tinggal. Ketimpangan ini akan semakin parah dari tahun ke tahun karena pertumbuhan jumlah manusia sangatlah pesat. Sampai saat artikel ini ditulis (30/8), populasi manusia di dunia sudah mencapai 7,8 miliar orang.

Selain karena tajamnya pertumbuhan populasi manusia, di beberapa negara, termasuk Indonesia, adanya kepercayaan masyarakat bahwa rumah adalah bukti kesuksesan memperkuat animo orang Indonesia untuk membeli rumah. Besar dan tumbuh pesatnya permintaan, membuat lonjakan tajam pada harga properti di Indonesia dari tahun ke tahun. 

Tergiur harga rumah yang tumbuh tajam, investor (orang yang mempunyai uang lebih) pun akhirnya berbondong-bondong membeli properti sebagai sarana investasi. Penawaran rumah, apartemen bahkan condotel dari berbagai perusahaan properti terjual habis dengan cepatnya. Bahkan di Jogja, daerah dengan UMR Rp1,7 juta, mulai bermunculan apartemen-apartemen mewah.

Siapakah yang sanggup beli apartemen dengan harga miliaran tersebut? Tentu saja para Investor. Namun, melihat kembali video Tiktok viral tersebut, apakah investasi properti memang semenjanjikan itu pada 2022?

Investasi Properti

Advertisement

Perlu diingat bahwa semua bentuk investasi pasti memiliki risiko. Risiko sendiri merupakan peluang terjadinya kerugian dalam aktivitas investasi. Walau konsep risiko merupakan pengetahuan dasar, nyatanya banyak orang Indonesia masih belum memahami konsep ini.

Dalam investasi properti pun, nilai investasi (harga jual dan sewa) juga bisa mengalami fluktuasi. Belum lagi, sebenarnya pada saat kita membeli properti kita juga harus mengeluarkan membayar carrying cost seperti (Biaya pengelolaan atau Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), pajak, dan lain-lain.

Biasanya investor properti berasumsi bahwa biaya-biaya yang timbul akan tertutup jika ada yang menyewa properti, namun dengan kondisi ekonomi saat ini, masih adakah yang mampu menyewa/ membeli apartemen?

Advertisement

 

 

Pola Pikir Keliru

Pandemi yang belum usai, kondisi ekonomi yang belum stabil, semakin meyakinkan penulis bahwa seharusnya properti khususnya untuk kepentingan papan (tempat tinggal) tidak seharusnya dijadikan ajang investasi. Bukankah harusnya hajat hidup orang banyak dipelihara negara? Sebagaimana air dan listrik yang dikelola negara, mungkin sudah saatnya pemerintah juga menjamin hak untuk mendapat tempat tinggal warga negara Indonesia.

Advertisement

Bagaimana cara pemerintah menjamin hak dasar tersebut? Hal ini tentunya bukan hal yang mudah karena persoalan ini muncul karena berbagai faktor. Salah satu faktor yang paling sulit diubah adalah pola pikir masyarakat yang keliru mengenai kepemilikan rumah.

Masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa memiliki tempat tinggal haruslah dengan membeli rumah sendiri. Bahkan pemerintah pun juga mendukung semua warga negara untuk memiliki rumah dengan kebijakan seperti tapera (tabungan perumahan rakyat).

Namun apakah benar kita harus mempunyai rumah? Bukankah yang kita butuhkan sebenarnya adalah tempat tinggal, bukan punya rumah? Sebenarnya banyak ekonom yang berpendapat bahwa kepemilikan rumah seharusnya bukan menjadi fokus kebijakan.

Advertisement

Lebih baik pemerintah memastikan bahwa sewa tempat tinggal ada di tingkat yang terjangkau. Jika fokus ke pengaturan sewa rumah, anggaran negara dapat digunakan untuk mengelola jaminan kesehatan dan pendidikan.

Salah satu negara yang sukses menjadi negara maju yang tidak mementingkan kepemilikan rumah adalah Swiss. Di Swiss, hanya 38% warga negaranya yang mempunyai rumah. Pemerintah Swiss lebih menekankan pada sewa rumah yang terjangkau untuk semua warga negaranya dan hasilnya, perekonomian Swiss sangatlah maju.

Lalu bagaimana dengan Indonesia saat ini? Walau investasi properti sedang jatuh, namun harga sewa rumah semakin tinggi. Di Jogja sendiri, harga sewa indekos sekarang sudah tidak kalah tinggi dari Jakarta, harga rumah juga semakin tinggi dan upah pegawai tidak juga meningkat. Lalu bagaimana kita, sebagai warga Jogja, dapat hidup dengan layak?

 

Advertisement

 

 

 

 

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BREAKING NEWS: Pelaku Pemerkosaan Anak Difabel di Bantul Resmi Ditahan

Bantul
| Selasa, 27 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

alt

Netflix Bocorkan 120 Konten Baru yang Akan Dirilis

Hiburan
| Selasa, 27 September 2022, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement