Advertisement

OPINI: Strategi Tepat Mendampingi Gen Z dalam Pekerjaan

Pramudianto
Kamis, 13 Juni 2024 - 06:07 WIB
Bhekti Suryani
OPINI: Strategi Tepat Mendampingi Gen Z dalam Pekerjaan Pramudianto - Dok. Pribadi

Advertisement

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menduga banyak Gen Z menjadi pengangguran dan BPS melaporkan pada 2023 terdapat sekitar 9,9 juta penduduk usia muda (15-24 tahun) tanpa kegiatan atau Youth not in Education, Employment, and Training (NEET.)

Banyak pihak menyatakan karakteristik Gen Z antara lain tech savvy yaitu mereka tumbuh di era teknologi yang sedang berkembang pesat yakni Internet, medsos, berbagai aplikasi online menjadi bagian kesehariannya. Creative dinyatakan sebagian mereka cenderung berkecimpung dalam dunia teknologi dan start up. Open minded terbentuk karena pergaulan mereka tanpa batas sehingga terbiasa menerima perbedaan.

Advertisement

The communaholic artinya mereka cepat dalam urusan menyebarkan informasi dan mencari solusi. The undefined ID salah satunya mereka gemar berekspresi untuk menemukan jati diri dan self proclaimed artinya mereka mudah menjustifikasi diri sehingga menghambat kemajuan, manja, mudah tertekan, stres dan FOMO. Persepsi umum tentang karakteristik Gen Z sangat memengaruhi kehidupan mereka dan akhirnya banyak pihak melakukan pembenaran sebelum mereka berkolaborasi.

Ada beberapa hal yang memengaruhi perilaku Gen Z yaitu karena didikan orang tua yang tidak melakukan pengasuhan yang tepat. Mereka cenderung memiliki pola pengasuhan yang longgar, tetapi di sisi lain sangat protektif terhadap tantangan yang ada.

Sebagian besar waktu Gen Z ada di kampus dan pola pendidikan di perguruan tinggi baik dari sisi kurikulum dan para dosen tidak mampu melakukan pendampingan yang sifatnya personalisasi sehingga berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan pengembangan pemberdayaan diri. Dampak itu semua akhirnya berujung pada dunia kerja sehingga banyak perusahaan menolak kehadiran mereka.

Pendampingan Tepat

Pendampingan yang efektif untuk Gen Z yaitu coaching karena bermanfaat bagi peningkatan kinerja.
Menurut penulis paling tidak ada enam strategi coaching untuk mengelola Gen Z secara efektif dan membuka potensi penuh mereka. Pertama, bersikaplah ingin tahu. Pertanyaan adalah alat yang ampuh, sebagai gudang senjata seorang coach, yang memungkinkan untuk memandu setiap individu (coachee) dalam introspeksi diri dan pengambilan keputusan yang optimal.

Aspek ini berkontribusi secara signifikan terhadap sifat transformatif dari coaching. Ketika menerapkan teknik bertanya dalam mengelola Gen Z, sangat penting untuk menyusun pertanyaan dengan cara yang terbuka. Pendekatan ini menghindari jawaban ya atau tidak, mendorong percakapan yang dinamis dan merangsang pemikiran mendalam sehingga mampu memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik.

Kedua, tepat waktu. Gen Z memiliki perhatian yang rendah karena dibesarkan di lingkungan yang sangat berteknologi dan perubahan yang cepat. Ketika mengelola Gen Z, penting untuk mengintegrasikan ketepatan waktu ke dalam pendekatan. Hal ini memastikan bahwa mereka dapat membenamkan diri dengan lancar dalam tugas-tugas yang sedang dikerjakan, sehingga menumbuhkan interaksi yang menarik dan produktif. Melalui interaksi saya dengan Gen Z, saya memahami bahwa mereka ingin menekankan ketepatan waktu.

Ketiga, membangun kepercayaan. Kepercayaan merupakan dasar dari coaching yang efektif, dan membangunnya dengan Gen Z dapat difasilitasi melalui praktik-praktik seperti mempromosikan transparansi dan menawarkan umpan balik yang konsisten.

Budaya coaching dalam di organisasi menciptakan suasana yang tidak menghakimi dan bersahabat, yang mengarah pada keterlibatan aktif dan hasil yang menguntungkan. Menciptakan lingkungan seperti itu untuk mengelola Gen Z tidak hanya meningkatkan keterlibatan mereka, tetapi juga mengoptimalkan efektivitas secara keseluruhan. Inti dari keahlian seorang coach adalah kemampuannya untuk memupuk kepercayaan dan membangun kehadiran yang kuat.

Keempat, selaraskan dengan nilai dan tujuan mereka. Saat berinteraksi dengan Gen Z, sangat penting untuk menanamkan pemahaman yang kuat pada mereka tentang misi dan visi kita. Gen Z terdorong oleh pekerjaan yang bermakna dan tertarik pada organisasi yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip mereka.

Dalam kapasitas penulis sebagai coach dan pimpinan, penulis mengamati bahwa menyampaikan tujuan menyeluruh organisasi secara efektif dapat membantu mereka menemukan tujuan pribadi dan membangun hubungan yang mendalam antara mereka dan peran mereka.

Memandu Gen Z untuk menemukan tujuan dalam pekerjaan mereka akan meningkatkan komitmen, motivasi, dan dedikasi mereka, sehingga mendorong mereka untuk mencapai aspirasinya.

Kelima, memanfaatkan teknologi. Gen Z tumbuh di era digital. Untuk mengelola karyawan yang lebih melek Internet secara efektif, gunakan teknologi dalam pendekatan coaching. Studi menunjukkan bahwa 91% dari Gen Z menyatakan bahwa kemajuan teknologi akan memengaruhi minat mereka untuk bekerja di sebuah organisasi. Manfaatkan alat komunikasi digital, platform pelatihan virtual, dan aplikasi seluler untuk terhubung dengan mereka dan memberikan panduan dan dukungan.

Keenam, kembangkan budaya coaching. Untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kesuksesan Gen Z, tanamkan budaya coaching dalam organisasi. Kembangkan pola pikir pembelajaran, pertumbuhan, dan pengembangan yang berkelanjutan di antara para manajer dan pemimpin. Berikan coaching, pelatihan, dan sumber daya untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Dengan membangun budaya yang digerakkan oleh coaching, akan mengkomunikasikan nilai coaching sebagai alat yang ampuh untuk pengembangan karyawan dan peningkatan kinerja. Kesimpulannya, coaching dapat menjadi sangat penting dalam memotivasi dan mempertahankan karyawan Gen Z, yang memiliki pandangan dunia yang dibentuk oleh teknologi dan keinginan untuk bekerja secara terarah.

Pemimpin yang memprioritaskan rasa ingin tahu, mempersonalisasi pendekatan coaching, serta menumbuhkan budaya pertumbuhan dan kolaborasi dapat berhasil mengatasi tantangan dan memanfaatkan potensi besar Gen Z.

Pramudianto
Dosen FBE UAJY dan Professional Coach

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Daftar Lowongan Kerja dan Perusahaan di Bantul Creative Expo 2024 Pasar Seni Gabusan

Bantul
| Kamis, 25 Juli 2024, 11:17 WIB

Advertisement

alt

2NE1 Kembali Lagi ke Panggung Hiburan, YG Siapkan Tur Dunia

Hiburan
| Senin, 22 Juli 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement