OPINI: Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah Itu Indah

Sri Sultan HB X dan GKR Hemas bersalaman dengan hadirin yang datang ke Open House di Bangsal Kepatihan, Kamis (21/06/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
31 Mei 2019 06:27 WIB Zaini Muchlis Hikmah Ramadan Share :

Saat ini kita tengah berada di suatu zaman dengan nilai-nilai ukhuwwah (persaudaraan) yang dibangun karena Allah mulai pudar. Orang-orang tidak saling berinteraksi melainkan karena pertimbangan materi belaka. Mereka saling mencintai dan membenci karena dunia. Tidaklah salah seorang dari mereka mendekati yang lain dengan wajah yang manis kecuali karena ada maunya.

Tatkala kepentingan itu tidak tercapai, maka senyuman pun berubah menjadi raut masam. Gaya hidup seperti ini sangatlah bertentangan dengan ajaran Islam, Rosulullah SAW bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai.”(HR.Muslim).

Di antara perkataan dan perbuatan yang dicintai dan diridhai oleh Allah adalah menunaikan hak-hak ukhuwwah/Hak seorang muslim atas saudaranya yang lain. Saling tolong menolong dalam kebaikan, bertegur sapa, saling memberikan hadiah dan lain-lain, hak-hak inilah yang hendaknya tetap diperhatikan oleh setiap muslim, baik tua, muda, lelaki, maupun wanita.

Seorang muslim harus menyadari bahwa persaudaraan dan rasa cinta diantara sesama kaum mukminin yang dilandasi karena Allah merupakan suatu nikmat yang sangat agung dari Allah SWT. Maka hendaknya senantiasa dijaga dan selalu dipelihara oleh mereka, Allah SWT berfirman di dalam surat Ali-Imron 103:” Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. Seorang sahabat yang bernama ‘Abdah bin Abi Lubabah RA berkata: “Aku bertemu dengan Mujahid RA. Lalu dia menjabat tanganku, seraya berkata: 'Jika dua orang yang saling mencintai karena Allah bertemu, lalu salah satunya mengambil tangan kawannya sambil tersenyum kepadanya, maka gugurlah dosa-dosa mereka sebagaimana gugurnya dedaunan.” Hal ini menunjukan akan kemuliaan seseorang yang saling menjalin Ukhuwah Islamiyah.

Ampuni Dosa
Banyak kisah yang bisa menginspirasi kita dari para sahabat seperti kaum Muhajirin dan Anshar yang mana Rosulullah SAW telah jadikan mereka bersaudara, bahkan di antara mereka saling mengutamakan antara yang satu dengan yang lain, yang akhirnya terjalinlah sebuah masyarakat yang madani dan Islami di kota Madinah Al-Munawarah.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa sebuah persaudaraan yang dibangun atas dasar Lillahi ta’ala juga harus memperhatikan hak-hak terhadap saudaranya, khususnya dalam hal ber amar ma’ruf nahi munkar, jika kedua hal tersebut terwujud, maka Allah SWT akan memberikan pintu rahmat kepada setiap ikhwah yang saling bersaudara.

Sungguh, menjalin Ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi mempunyai keutamaan yang sangat besar sekali, mulai dari penggugur dosa, memperluas rejeki, bahkan sampai memperpanjang umur kita. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Barangsiapa yang ingin rizqinya diperluas dan umurnya ditambah, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” Bulan Ramadhan dan Syawal menjadi sebuah kesempatan dan waktu yang sangat tepat sekali bagi kita untuk saling bersilaturahmi dan memupuk persaudaraan kepada setiap muslim, khususnya terhadap mereka yang mempunyai garis nasab/keturunan.

Alhamdulilah di Indonesia memiliki sebuah tradisi yang sangat mulia di kedua bulan ini, yaitu tradisi mudik,(menjalin silaturahmi) dan sungkeman (saling memaafkan). Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan waktu di kedua bulan ini dengan menyambung tali silaturahmi dan saling memaafkan, baik kepada mereka yang telah meminta maaaf kepada kita secara langsung ataupun yang belum menyampaikannya sehingga dengan begitu semoga Allah SWT memuliakan kita dengan mengampuni dosa-dosa kita, mengabulkan ibadah kita dan segala hal yang menjadi permintaan kita. Amin.


*Penulis merupakan dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta