SIM Card Wajib Biometrik, Pelanggan Keluhkan Harga dan Verifikasi
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Ilustrasi. /Reuters
Sepanjang rentang peradaban zaman yang berubah dan semakin maju, saat ini kita berada pada zona Revolusi Industri 4.0. Istilah ini masih belum di ketahui banyak orang. Bagi pendidik dan peserta didik disiapkan untuk menciptakan ide kreatif dan dengan menggunakan kemampuan teknologi. Pendidikan 4.0 adalah suatu program yang di rancang untuk mewujudkan pendidikan yang cerdas dan kreatif. Pendidikan 4.0 menghasilkan empat aspek yang sangat di butuhkan di era milenial ini yaitu kolaboratif, komunikatif, berfikir kritis dan kreatif.
Bicara mengenai zona Revoluasi Industri 4.0, di sini ada sistem literasi yang bagus untuk anak usia dini. Sebelumnya saya akan menjelaskan terkait literasi. Literasi adalah pendidikan yang mengajarkan kepada anak usia dini untuk membaca, menulis, berpikiran kritis terhadap lingkungannya. Peran literasi sangat berpengaruh bagi perkembangan anak usia dini. Maka dari itu anak harus di dorong atau istilahnya di berikan stimulus, sehingga kemampuan literasi anak dapat meningkat. Mereka harus di dorong agar berpikir kritis terhadap lingkungannya sehingga tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.
Menurut Joyce, Weil & Chalhoun (2004) mengemukakan anak belajar literasi secara imiah. Dengan demikian periode literasi anak mulai dari lahir sampai dengan usia enam tahun. Pada periode tersebut anak memperoleh literasi tidak melalui pengajaran, tetapi melalui perilaku yang sederhana dengan mengamati dan berpartisipasi pada aktivitas yang berkaitan dengan literasi.
Pada era zona Revoluasi Industri 4.0, terjadi pemerosotan pada kemampuan literasi anak usia dini. Seperti literasi di era digital, kurangnya pendampingan dan arahan orang tua untuk mengawasi anak saat menjelajahi dunia Internet. Saat anak di bebaskan menjelajahi dunia Internet tanpa adanya dampingan dan arahan, maka dikahawatirkan anak akan terperosot dalam pikiran atau perilaku yang negatif.
Secara tidak sengaja orang tua telah membiarkan sistem kerja otak anak rusak, yang padahal otak anak itu dapat berkembang dengan bagus ketika memperoleh ilmu pengetahuan yang positif, akibatnya moral tidak terbentuk dengan baik, emosional anak yang tidak terkenadali dan timbulnya halusinasi negatif yang akan tumbuh dalam pikiranya yang tidak kita ketahui.
Orangtua harus meluangkan waktu untuk mengawasi dan megarahkan anak untuk memberikan pengertian tentang hal yang baik maupun yang tidak baik. Orang tua harus lebih peduli terhadap kehidupan anaknya, memperhatikan perkembangannya, apa yang sedang dia lakukan dan apa yang sedang dimainkan.
Pentingnya penanaman literasi pada anak sejak dini, supaya kekhawatiran anak terperosot dalam pikiran dan perilaku negatif terhadap dunia Internet, yaitu dengan cara peran orang tua meluangkan waktu untuk mengawasi dan memberikan pendidikan yang benar sehingga karakter anak terbentuk dengan baik.
*Penulis merupakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Sagon Gulung Makmur di Bantul kembali berproduksi setelah sempat berhenti. Usaha keluarga sejak 1991 ini kini menghasilkan 250 biji per hari.
Kabut asap membuat sekolah di tujuh kecamatan Morowali menerapkan PJJ setelah indeks kualitas udara mencapai 208 atau kategori sangat tidak sehat.
Adrian Purzycki kembali bisa bermain saat PSIM Jogja menjamu PSM Makassar. Laskar Mataram memburu kemenangan perdana di Super League 2026/2027.
Serangan di Bandara Riyadh berdampak pada penerbangan transit dan biaya operasional maskapai, terutama akibat kenaikan harga avtur.
Martha Tilaar meninggal dunia pada usia 89 tahun. Pendiri Martha Tilaar Group itu dikenal lewat kiprahnya mengembangkan industri kecantikan berbasis budaya Nusa