OPINI: Strategi Guru Agar Anak Kreatif di Masa Pandemi

Trini Eko Dewi, guru SDN Wonosari 1/Ist
09 Juni 2020 20:17 WIB Media Digital Aspirasi Share :

Pandemi Covid-19 telah telah menambah masalah dalam dunia pendidikan. Anak anak sejak akhir Maret 2020 diminta belajar dari rumah. Munculnya persoalan ini dibuktikan pendapat dari orang tua dan anak anak yang menyebut kejenuhan mulai dirasakan saat belajar dari rumah.

Saatnya guru berinovasi, kreatifitas guru  mulai dikembangkan di masa pandemi Covid-19 dalam pemberian tugas ke peserta didik. Jika sebelumnya sekolah adalah rumah kedua bagi anak, di tengah pandemi Covid-19 saat ini keadaan berbalik menjadi rumah sebagai sekolah untuk anak.

Berubahnya tempat belajar di rumah berbuntut ramainya chat komunitas para orang tua siswa. Tidak sedikit terjadi perubahan warna konteks obrolan yang ramai menceritakan tentang pengalaman para orang tua dalam mendampingi proses belajar mengajar (PBM) daring atau online anak-anaknya.

Para orang tua mau tidak mau harus dapat menjadi guru bagi anaknya dan memfungsikan rumah sebagai tempat anaknya belajar dan menuntut ilmu. Para orang tua juga mau tidak mau saling berbagi tips dan pengalaman cara mendidik, membimbing dan melatih anak serta menjadikan seisi rumah sebagai teman bagi anak layaknya di sekolah.

Di sini diperlukan strategi orang tua agar anak menjadi kreatif. Menjadikan rumah sebagai ruang belajar di masa darurat Covid-19 ini menjadi hal menantang bagi sejumlah orang tua. Lalu bagaimana cara orang tua dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah agar anak tetap mampu mengembangkan kreatifitasnya? 

Bukan hanya sebagai pembimbing pengganti guru di kelas, orang tua juga dituntut memiliki strategi khusus untuk memecah kebosanan yang kerap melanda anak. Memang usia sekolah, terutama siswa Sekolah Dasar (SD) adalah usia anak bermain, tak jarang mereka menghabiskan waktu untuk bermain di rumah.

Kebiasaan demikian tentu membutuhkan penyesuaian, dimana kini mereka harus fokus pada pelajaran pada jam-jam tertentu sesuai jadwal yang diberikan sekolah.

Agar pembelajaran tidak monoton dan tidak membuat siswa stres, beberapa guru disarankan untuk membuat tugas di rumah dalam bentuk proyek atau memanfaatkan aplikasi pembelajaran secara daring. Berikut ini beberapa ide yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan kreatifitas anak bersama orang tua di rumah.

Pertama, membuat pembelajaran berbasis proyek dengan membuat produk bermanfaat, sebaiknya dengan pemilihan alat bahannya dan wajib menggunakan yang tersedia di rumah. Jadi siswa tidak perlu keluar rumah dan merepotkan orang tua. Tugas tersebut dikirimkan lewat grup WhatsApp orang tua siswa.

Contohnya menyiapkan tugas berbasis proyek yang harus dikerjakan siswa dalam dua pekan di rumah. Misalnya dalam minggu pertama siswa membuat hasil karya dari sendok plastik, sendok tersebut boleh diwarnai dan boleh dibuat berbagai macam bentuk.

Guru memberi contoh bentuk pot bunga, siswa bersama orang tua diminta berkolaborasi mengembangkan kreatifitasnya mencari informasi di Internet dan mencari contoh di Youtube dalam pembuatannya.

Setelah selesai mengerjakan proyeknya, siswa dibantu orang tua membuat laporan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan. Laporan tersebut difoto dan dibagi orang tua murid melalui grup WhatsApp kelas. 

Hasil karya setiap siswa semua bagus dan kreatifitas mereka sangat menarik hasilnya juga dapat dimanfaatkan misalnya siswa ada yang membuat tempat lampu, keranjang tempat makan,bunga, pot bunga, hiasan dinding, bros.

Selanjutnya kegiatan pemberian tugas di pekan kedua mewujudkan sekolah hijau. Belajar dari rumah adalah waktu yang tepat bagi anak-anak berkolaborasi dengan orang tua diberi tugas menanam tanaman yang ada di lingkungan rumah.

Adapun langkahnya buatlah tanaman gantung dengan memanfaatkan kaleng bekas atau botol bekas.Buat laporan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan, laporan tersebut difoto dan dibagi oleh orang tua murid melalui grup WhatsApp.

Kedua, masak bersama orang tua. Ini adalah kegiatan untuk mengembangkan kreatifitas anak.

Kesempatan yang baik untuk anak-anak belajar mengeksplorasi apa saja yang bisa dilakukan di dapur bersama orang tua. Misalnya membuat kue, masak kesukaan anak. Hal ini akan membantu anak untuk mengeksplorasi berbagai jenis makanan, dan mengajarkan tanggung jawab kepadanya.

Ketiga, membaca buku. Selama kegiatan belajar di rumah, orang tua bisa memiliki waktu yang lebih berkualitas dengan anaknya dengan membaca buku bersama. Pilih buku cerita kesukaan si anak dan bacalah bersamanya. Hal ini akan melatih imajinasi anak dan berdampak pada kemampuan emosional, sosial dan mengembangkan budaya literasi membaca.

Keempat, olahraga bersama. Bukan saja kemampuan intelektual yang perlu dilatih, kegiatan fisikpun dapat dilakukan bersama orang tua dan anak di rumah. Anak-anak diajak ber-olahraga bersama di dalam rumah dengan melakukan senam atau berjemur selama lima sampai 15 menit pada pagi hari untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Kelima, menonton televisi bersama. Aktifitas yang menyenangkan dan disukai anak adalah menonton televisi bersama orang tuanya seperti film anak Upin Ipin. Dan di sini peran orang tua harus bisa memilih konten-konten acara televisi yang positif dan ramah anak yang nantinya bisa melatih tumbuh kembang anak.

Peran guru dan orang tua dalam mendukung proses belajar di rumah dengan membangun kolaborasi demi memaksimalkan kegiatan belajar anak selama pandemi. Kreatifitas guru dalam kegiatan pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan sangat menentukan besarnya atensi siswa terhadap kegiatan belajar daring.

Sebagai orang tua jadilah teladan buah hati kita, sebelum aktivitas pagi biasakan olahraga bersama keluarga di rumah, mandi pagi, dan tak lupa sarapan. Kunci sukses dalam mendampingi anak belajar di rumah adalah disiplin diri dan memenejemen waktu.

*Penulis adalah Trini Eko Dewi, guru SDN Wonosari 1