OPINI: Memperkuat Employer Branding

Ilustrasi. - Freepik
12 Oktober 2020 05:02 WIB Anna Partina, Dosen STIM YKPN Yogyakarta Aspirasi Share :

Perubahan menyeluruh terjadi di seluruh dunia karena munculnya pandemi Covid-19 dan telah memaksa perubahan fundamental di seluruh aspek kehidupan. Perusahaan harus mampu melakukan pemilihan stategi yang tepat untuk tetap bisa bertahan. Ketidakpastian menjadi faktor mutlak yang harus mampu dihadapi dalam pengambilan keputusan yang tepat. Strategi yang tepat akan mampu untuk mempertahankan employer branding di masa mendatang.

Employer branding adalah usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mensosialisasikan diri, membangun reputasi positif. Bentuk employer branding bisa berupa citra yang baik, nilai positif perusahaan, budaya kerja yang nyaman dan professional. Employer branding merupakan usaha perusahaan untuk mengkomunikasikan kepada karyawan yang sedang dipekerjakan saat ini dan calon karyawan bahwa perusahaan mereka adalah tempat yang diinginkan untuk bekerja. Strategi ini sendiri sering dikaitkan dengan proses rekrutmen lantaran disaat itulah perusahaan berjuang untuk bisa menjaring karyawan potensial. Namun perlu diingat juga bahwa employer branding tak kalah pentingnya bagi karyawan yang sudah ada di perusahaan.

Employer branding memiliki dua tujuan yaitu bagi karyawan yang ada dalam perusahaan dan bagi kandidat karyawan. Employer branding akan memperkuat reputasi perusahaan baik dari persepsi karyawan, kandidat pekerja maupun pemangku kepentingan lainnya. Bagi pekerja, employer branding akan memperkuat keterikatan psikologis terhadap nilai-nilai (value) yang dimiliki perusahaan. Employer branding bagi karyawan akan meningkatkan keterikatan dan loyalitas pada perusahaan sehingga diharapkan akan mampu menurunkan tingkat turnover karyawan.

Bagi calon pekerja, employer branding akan meyakinkan mereka untuk bergabung dengan perusahaan. Reputasi yang dimiliki akan memperkuat nilai perusahaan dibandingkan dengan pesaing. Employer branding yang kuat akan menginspirasi dan membangkitkan antusiasme calon pekerja potensial. Bagi manajer sumberdaya manusia akan mengalami kesulitan di saat harus melakukan proses rekrutmen tenaga kerja tetapi tidak memiliki kandidat yang potensial.

Sebanyak 90% kandidat karyawan akan memilih perusahaan dengan pengelolaan karyawan yang baik, tertib dan professional. Business Insider menjelaskan bahwa perusahaan Google memperoleh lebih dari dua juta aplikan dengan jumlah yang mampu direkrut tidak lebih dari 7.000. Hal ini bisa terjadi karena reputasi perusahaan sangat kuat dalam benak kandidat karyawan.

Strategi penguatan employer branding perlu dilakukan dengan perencanaan yang tepat, agar bermanfaat bagi karyawan maupun bagi kandidat pekerja. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain.

Proposisi
Tugas seorang manajer SDM perlu untuk memastikan bahwa setiap anggota organisasi memahami nilai-nilai (value) yang dimiliki oleh perusahaan. Keunikan nilai yang dimiliki akan membentuk budaya organisasi yang kuat yang mampu membedakan dengan perusahaan lain. Perusahaan yang memperkenalkan dan menyebarkan nilai-nilai perusahaannya akan membangun citra positif.

Penggunaan media sosial dengan konten yang menarik dan kreatif tidak hanya memperkuat ikatan perusahaan dengan karyawan tetapi juga membangun citra positif kepada kandidat pegawai. Kandidat tidak hanya disodori dengan job title tetapi dengan value yang menarik. Adidas tidak menekankan hanya menjual perlengkapan olahraga saja tetapi bagaimana mereka berperan dalam mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik melalui olah raga. Halaman karir pada situs Netflix menampilkan pesan yang menantang bagi calon karyawan yaitu “A great workplace combines exceptional colleagues and hard problems.” yang merupakan misi perusahaan. Komunikasikan dan bentuklah persepsi positif!

Keterlibatan Karyawan
Karyawan memiliki peran penting dalam membangun employer branding. Mereka adalah orang yang secara langsung terlibat dan merasakan reputasi yang dimiliki perusahaan. Employer branding bukan hanya tentang menarik bakat baru karena employer branding juga mencakup cara memperlakukan karyawan yang ada. Employer branding untuk karyawan dilakukan dengan berbagai strategi seperti menjamin kesejahteraan, membangun budaya kerja yang menyenangkan, memperhatikan sistem reward dan punishment yang tepat.

Bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan pada masa pandemi saat ini dapat menjadi tolok ukur komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Karyawan dapat menjadi duta yang luar biasa bagi perusahaan. Penggunaan media sosial lewat Instagram, Facebook, Twitter atau platform yang lain tentang apa yang sudah dilakukan perusahaan bersama dengan karyawan akan menjadi corong kuat bagi terbentuknya employer branding. Employer branding dibangun melalui kebersamaan, keterbukaan dan keterlibatan karyawan.

Komunikasi Tepat
Employer branding dapat dikomunikasikan melalui website karir perusahaan, review yang dilakukan oleh pihak eksternal atau dapat juga bekerjasama dengan situs karir populer. Disini perusahaan memiliki kesempatan yang luas untuk menunjukkan berbagai kelebihan yang dimiliki sehingga reputasi positif terbentuk dalam benak kandidat pegawai dan menjadi semakin kuat.

Untuk itu perlu pemeliharaan website perusahaan, perkaya dengan visi, misi, kegiatan, penghargaan yang telah dimiliki. Website yang menarik dan aktif menjadi tuntutan yang harus dipenuhi. Jika perlu, perusahaan dapat melakukan review penggajian dengan merujuk pada beberap situs penggajian yang ada. Secara internal employer branding dapat dikomunikasikan melalui media yang dimiliki perusahaan seperti buletin atau majalah internal, forum komunikasi karyawan, diskusi bersama dan sebagainya.

Tugas berat manajer SDM adalah bagaimana memastikan employer branding agar tetap positif di tengah krisis. Alasannya adalah semua industri dan organisasi tidak ada yang tidak terdampak dari krisis Covid-19 ini. Akibatnya banyak berita buruk yang menerpa industri atau perusahaan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap employer branding perusahaan. Kandidat karyawan di masa depan tergantung pada bagaimana perusahaan bersikap di tengah krisis. Jadi sangatlah wajar bila pemimpin perusahaan berfokus terhadap employer branding di tengah krisis seperti ini.

Hal yang paling menantang dalam memastikan employer branding tetap positif dan kuat selama krisis adalah dengan bersikap konsisten. Hal ini dikarenakan dunia bisnis dan masyarakat memiliki ingatan yang panjang. Karyawan, kandidat karyawan, dan masyarakat akan memperhatikan setiap strategi yang dibuat perusahaan. Itulah mengapa sangat penting untuk konsisten menghabiskan waktu mendokumentasikan dan berinvestasi dalam employer branding. Pelajari apa yang terjadi selama ini dan ambil strategi yang sesuai dengan kondisi krisis saat ini.