OPINI: Bikksa sebagai Pengokoh Ketahanan Keluarga

Ilustrasi. - Ist/Freepik

Berbagai permasalahan di masyarakat sering terjadi mulai dari degradasi moral, persoalan ekonomi keluarga, kenakalan anak dan remaja, pernikahan dini dan sebagainya yang membutuhkan penanganan yang serius. Permasalahan yang terjadi di masyarakat tersebut jika dikaji lebih jauh maka berawal dari keluarga.

Di Indonesia, peran keluarga dalam menghadapi problem kesehatan jiwa dan fisik sangat penting. Peran keluarga inti maupun keluarga besar dalam mendampingi pasien melalui saat-saat sulit dan kritis sangat membantu secara positif dan signifikan. Tradisi agama yang kuat, seperti pengaruh ajaran Islam yang menjadi mayoritas agama di Indonesia meletakkan keluarga sebagai basis penting dalam membangun pola interaksi dalam keluarga.

Keluarga Indonesia terbiasa hidup dalam jalinan kekerabatan yang kuat dan erat, kesulitan dan masalah dapat membuat ikatan ini manjadi semakin kuat. Semangat kekerabatan yang kuat ini akan semakin bermanfaat jika mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tepat dalam menghadapi masalah-masalah kesehatan jiwa dan fisik tadi. Masyarakat tradisional Indonesia juga terbiasa menangani masalah kesehatan jiwa dan fisik anggotanya dengan kearifan lokalnya. Keterbatasan fasilitas kesehatan, teknologi dan transportasi sering menjadi faktor yang membuat masyarakat melakukan banyak hal kreatif dan tepat guna.

Terapi mental yang melibatkan keluarga menjadi kembali relevan. Terutama pada masa pandemic Covid-19 ini, dimana keluarga adalah basis dasar penguatan kesehatan mental pribadi. Karenanya keluarga juga harus memiliki pengetahuan dan kompetensi tentang kesehatan mental. Keluarga merupakan miniatur sebuah negara, sekolah pertama bagi anak dan menjadi tempat dimana sebagian besar waktu dihabiskan serta menjadi tempat utama untuk kembali.

Keharomisan, perhatian, kasih sayang dan komitmen keluarga merupakan modal utama untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Keluarga sakinah adalah bangunan keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan tercatat di Kantor Urusan Agama sehingga masing-masing anggota keluarga dapat menjalankan peran sesuai fungsinya, dalam suasana kasih sayang untuk mewujudkan rasa aman, tentram, damai, bahagia, sejahtera dunia dan akherat yang diridai Allah SWT. Melalui program keluarga sakinah maka diharapkan di tingkat komunitas dapat terwujud pemberdayaan masyarakat dalam bentuk Qoriyah Thoyibah.

Untuk mendukung terwujudnya Qoriyah Thoyyibah maka diperlukan adanya wadah yang berfungsi untuk memfasilitasi keluarga dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi. Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai salah satu program untuk terwujudnya keluarga sakinah yaitu dengan mengadakan Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (Bikksa).

Bikksa adalah sebagai pusat pelayanan terpadu, holistik dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia keluarga, perempuan dan anak dalam menghadapi peradaban dunia yang semakin maju dan komplek. Tujuan Bikksa adalah memberi bantuan berupa pelayanan kepada keluarga dalam bentuk konsultasi, pendampingan dan psikoterapi. Menyediakan pelayanan dalam bentuk promotif/preventif, kuratif, rehabilitatif.. Memberi bantuan rujukan ke pusat-pusat layanan yang dibutuhkan. Memberikan pendidikan melalui pemberian pelatihan-pelatihan dalam rangka memberdayakan umat, mengembangkan dan meningkatkan life skills pada anak, perempuan dan keluarga.

Untuk mengatasi permasalahan keluarga tersebut maka perlu dibentuk Biro Konsultasi Keluarga Sakinah (Bikksa) yang diharapkan dapat mengantisipasi dan  mengatasi permasalahan keluarga yang terjadi. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dimulai dengan Koordinasi dengan Pimpinan ‘Aisyiyah Cabang Banguntapan Utara dan Calon Kader Bikksa, sosialisasi program berupa psikoedukasi, pelatihan, dan pendampingan lapangan sebagai praktik pelaksanaan Kader Bikksa kepada masyarakat yang membutuhkan. Tugas kader adalah menyosialisasikan dan memotivasi keluarga untuk mewujudkan keluarga Sakinah, mengidentifikasi permasalahan keluarga di lingkungan ‘Aisyiyah Cabang Banguntapan Utara, dan memberikan layanan konseling keluarga sesuai kebutuhan.
 
Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah keluarga dengan melakukan indepht interview berupa tanya jawab. Jika ada kesulitan dalam melaksanakan kegiatan konseling kader Bikksa mengalami kesulitan maka menghubungi Tim profesional/Psikolog dari Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Kegiatan konseling oleh Kader Bikksa ini telah dilaksanakan sejak Oktober 2017 hingga sekarang. Program pengabdian dosen ini dilaksanakan oleh 3 Srikandi Unisa Yogyakarta, yaitu Ratna Yunita Setiyani bersama Ismarwati dan Zahro Varisna Rohmadani.

Program Bikksa yang sudah terbentuk juga melakukan pembinaan pada keluarga yang memiliki anak-anak yatim dan atau yatim piatu yang ada di kelurahan Baturetno dan kelurahan Wiyoro Kecamatan Banguntapan dengan melakukan pendampingan secara rutin setiap bulan. Memberikan penyuluhan-parenting kepada orang tua anak/wali anak yatim-piatu di wilayah kelurahan Wiyoro dan Kelurahan Baturetno dan sekitarnya. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada Jumat Kliwon. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribsi Aisyiyah pada ketahahan keluarga yang sekaligus sebagai pengokoh ketahanan bangsa.