OPINI: Teknologi Informasi Mendukung Pemasaran Pariwisata

Digital ilustrasi / Freepik

Kita terkejut manakala tetangga kita yang jualan homestay nya laku, padahal letaknya tidak dijalan besar, jalannan menuju homestay tersebut relatif sulit dilalui mobil, bahkan terkesan nylempit. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata iklan yang ditawarkan melalui aplikasi marketplace, mampu menyebarkan informasi keseluruh penjuru dunia, dimana konsumen biasanya hanya melihat design interior homestay dan jaraknya dari pusat kota atau beberapa interest lainnya, didalam memutuskan pemilihan akomodasi.

Teknologi Informasi (TI), sebagai tranformation driver mendorong banyak pihak untuk melakukan inovasi baru yang kreatif dan menawarkan cara baru yang kompetitif didalam menjalankan bisnis, sebagai contoh Amazon sebagai shop online, menggunakan teknologi informasi untuk menjalankan bisnisnya. Selain itu, Teknologi Informasi juga sebagai transformation enabler yaitu mampu menghubungkan orang dan proses sehingga memungkinkan diciptakan pasar baru atau segmen pelanggan baru, juga menciptakan proses baru, sebagai contoh  konsumen agak risih dengan adanya iklan, mereka men-skip manakala membuka Youtube yang ada iklannya, sehingga pemasar harus berpikir keras untuk mengantisipasi hal tersebut. Netflix  dengan sangat cerdas membaca ketidak sukaan konsumen dengan adanya iklan pada saat menyaksikan film, sehingga membuat produk yang tanpa iklan, dampaknya konsumen TV digerogoti dan juga menggilas penyewaan Film DVD.

Adanya TI menawarkan peluang yang tak terbayangkan sebelumnya, sehingga mampu mendorong pertumbuhan diberbagai sektor. Secara prinsip TI akan mampu memunculkan keunggulan kompetitif yaitu cost leadership, product differentiation, dan product focus.

Dari 10 negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak , Indonesia menempati urutan ke-6 berikut urutannya pertama China dan berturut turut India, Amerika, Rusia, Brasil, Indonesia, Jepang, German, meksiko dan Britania Raya,  yaitu dari jumlah penduduk Indonesia 260 juta jiwa, pengguna smartphone sebanyak 73 atau 27%. Hal ini menunjukan bahwa potensi untuk market domestik saja, pangsa pasarnya demikian besar.

Berdasarkan survey Tiket.com yang disampaikan Mikhael Gaery Undarsa  Co-Founder/ Chief Marketing Officer PT Global Tiket Network di acara seminar Pemasaran Digital Pariwisata yang diselenggarakan oleh Badan Otorita Borobudur, menyatakan bahwa  90% pelanggan akan membuat keputusan atas online review untuk membeli suatu produk/jasa.

 

***

Sekarang ini, masyarakat yang “gila” digital, mereka berkeinginan segala sesuatunya bersifat instant, dan ini difasilitasi dan dimanjakan oleh adanya smartphone dengan berbagai aplikasinya, yang dapat membantu penggunanya. Sebagai contoh pada saat akan membeli suatu produk, mencari informasinya dengan searching di Internet dan ketemu produknya,  membeli melalui aplikasi di marketplace, kemudian untuk pembayarannyapun dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone yang sama. Sehingga pemasaran konvensional seperti penyebaran brosur, papan reklame, pemasangan iklan di TV atau Radio dan lain-lain, sekarang ini sudah tidak begitu efektif dan kurang efisien mengingat terjadinya perubahan teknologi yang mengakibatkan pergeseran didunia periklanan.

Digital marketing sebagai bagian dari Teknologi Informasi, secara umum diartikan sebagai kegiatan pemasaran atau promosi sebuah brand atau produk ataupun jasa yang mempergunakan digital sebagai medianya, dalam hal ini biasa dilakukan melalui Internet, sebagai contoh blog, website, e-mail, berbagai aplikasi, sosial media, video marketing, dan lain-lain, sehingga lebih bersifat personal, khususnya ditujukan para pengguna internet, jadi tidak digembar-gemborkan secara langsung dan masal.

Kelebihan digital merketing ini, penyebarannya memiliki kecepatan yang tinggi bahkan real time; mudah dilakukan evaluasi, seperti berapa banyak yang melihat, mengetahui iklan yang baik dan buruk, dan lain sebagainya; memiliki jangkauan yang lebih luas, hanya dengan beberapa langkah yang mudah, dengan memanfaatkan Internet; biaya relatif murah dan efektif karena coverage-nya sangat luas; dan membantu untuk membangun brand, ini sangat diperlukan untuk memperkenalkan eksistensi sebuah produk, tinggal dilakukan pemasarannya secara online melalui berbagai pilihan marketplace yang ada, bahkan terkadang dilakukan penjualan di media sosial juga.

Sebagaimana diketahui, Indonesia dengan keindahan alamnya yang tersebar di 17.000 pulau dengan keanekaragaman budayanya memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa, namun sayangnya belum banyak dikenal oleh masyarakat global, dengan adanya Teknologi Informasi, maka pariwisata Indonesia dapat lebih dikenal di dunia International. 

Pariwisata dengan berbagai produknya dari yang bersifat tangible maupun yang intangible, perlu diperkuat awareness-nya sehingga memudahkan untuk dijual dengan melalui berbagai saluran. Dalam memperkuat awareness brand dapat digunakan digital marketing dan untuk penjualannya dilakukan melalui pemasaran digital/online.

Dalam situasi pendemi seperti sekarang ini, pariwisata sangat tertekan, sehingga diperlukan kiat-kiat khusus untuk mensiasati hal tersebut. Memanfaatkan digital marketing merupakan salah satu pilihan yang bijak untuk tetap memperkuat awereness, misalnya dengan membuat virtual tour, agar nanti pada saat pandemi mereda produk pariwisata sudah siap dijual, karena pada dasarnya untuk memenuhi curiosity dan sensasinya perlu kunjungan fisik ataupun human touch.

Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi, pariwisata Indonesia dapat digaungkan diseluruh penjuru dunia, akan meningkatkan daya saing, dan memungkinkan meningkatkan jumlah kunjungan ke daya tarik wisata eksisting maupun yang baru.