OPINI: Membangun Kampung Cerdas

Suwanto, Pegiat Kampung Ramah Anak, Lempuyangan Jogja
12 Oktober 2021 04:07 WIB Suwanto, Pegiat Kampung Ramah Anak, Lempuyangan Jogja Aspirasi Share :

Sudah setahun lebih wabah Covid-19 melanda dunia. Tak hanya sektor kesehatan yang sekarat ataupun ekonomi yang lumpuh, tetapi juga berimbas pada dunia pendidikan yang dilematis. Bagaimana tidak, anak-anak sekolah terpaksa bermigrasi ke pembelajaran online dengan segala keterbatasannya.

Mungkin bagi pelajar di kawasan urban atau kota-kota besar yang notabene sarana-prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memadai tak menjadi soal. Namun, lain halnya bagi pelajar di kampung (rural) yang mungkin sangat terbatas sarana prasarananya dalam menunjang pembelajaran online.

Merespons tantangan tersebut sudah saatnya kampung bebenah. Kawasan kampung harus didesain menjadi lingkungan belajar ramah, nyaman, dan menyenangkan. Pasalnya, kalau tidak didesain dengan baik dikhawatirkan psikis anak-anak menjadi tertekan dan akan lekas bosan belajar. Di antara terobosan yang bisa dikembangkan yaitu dengan Kampung Cerdas. Tujuannya adalah selain mengikis angka kenakalan remaja juga menciptakan suasana kampung sebagai kawasan belajar yang kondusif dan memadai. Meskipun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai diberlakukan di beberapa wilayah, tetapi kehadiran kawasan kampung cerdas masih sangat relevan, mengingat kampung harus berbenah mengikuti perkembangan zaman.

Beberapa komponen Kampung Cerdas seperti smart people, smart environment, smart mobility, smart economy, smart living, dan smart governance harus diperhatikan. Sebagai contoh di Kota Jogja adanya program Kampung Cerdas ini sangat relevan dengan Jogja Smart City. Di mana sejak awal pandemi, Jogja Smart City melalui platform Jogja Smart Service (JSS) telah membangun Wifi gratis di setiap RW di wilayah Kota Jogja. Adapun hal-hal berkaitan dengan panduan instalasi dan pendaftaran; panduan kedaruratan; serta panduan informasi dan pengaduan dapat diakses di www.jss.jogjakota.go.id. Program strategis seperti di Kota Jogja tersebut tentu bisa mendukung kesuksesan program Kampung Cerdas.

Di antara programnya yang bisa dijalankan terutama bidang pendidikan seperti literasi informasi digital dan temu kembali informasi digital (Information Retrieval/IR). Berkaitan dengan konsep dan praktik IR ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat kampung.

Selain itu juga bagaimana cara memanfaatkan informasi digital untuk media pembelajaran. Hal ini sangat bermanfaat dan membantu anak sekolah dan juga orang tuanya di lingkungan kampung, yang mayoritas masih digital urban.

Pelaksanaan program Kampung Cerdas dapat menggandeng karang taruna dan mahasiswa (generasi digital native) yang dikenal lekat dengan teknologi. Mereka dapat mendampingi masyarakat kampung (generasi digital urban) minimal mengakses aplikasi pembelajaran seperti Google Classroom, Google Meet, dan Zoom. Pastikan orang tua dan anak juga dapat mengakses materi pelajaran di Internet. Mengingat, selama pandemi banyak orang tua yang mengeluh dan tidak siap dengan pembelajaran online. Selain literasi digital yang masih lemah, juga banyak dari mereka yang tidak paham dengan pelajaran. Setidaknya dengan program literasi digital ini, orang tua mampu mengoperasikan device, mengakses informasi, dan mengarahkan anaknya ke informasi digital atau bahan pelajaran di Internet.

Energi positif berkaitan dengan memanfaatkan informasi digital dan IR ini tentu patut terus digalakkan bagi masyarakat kampung. Hal ini diharapkan akan lahir kebiasaan dalam belajar. Sebagaimana dikatakan Whiterington bahwa kebiasaan sebagai “an acquired way of acting which is persistent, uniform, and fairly automatic” (Djaali, 2012). Artinya, kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui kegiatan secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis.