Advertisement

Perempuan dan Hijrah

Qurratul Aini, Dosen Prodi Magister Administrasi Rumah Sakit , Program Pascasarjana UMY
Senin, 04 April 2022 - 07:07 WIB
Maya Herawati
Perempuan dan Hijrah   Qurratul Aini, Dosen Prodi Magister Administrasi Rumah Sakit , Program Pascasarjana UMY

Advertisement

Hijrah, yang secara harfiah berarti berpindah, digunakan sebagai sebutan untuk menamai sebuah gerakan yang mengajak kaum muslim, khususnya anak muda, untuk “berpindah” menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara meningkatkan ketaatan dan ketakwaan dalam menjalankan syariat agama.

Pada sisi lain kita dapati pemaknaan hijrah dalam konteks fenomena hijrah yang berkembang  saat ini yaitu penekanan makna hijrah pada aspek eksistensialnya, bukan pada aspek substansialnya.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Bagi kaum perempuan hijrah akan senantiasa dikaitkan dengan perubahan cara berbusana yang lebih islami. Tata cara berbusana yang islami merujuk kepada cara berpakaian seorang muslim atau muslimah yang menutup aurat. Oleh karena itu wacana hijrah bagi perempuan tidak bisa dilepaskan dari seputar penggunaan jilbab, cadar dan busana-busana muslimah lainnya yang begitu banyak model dan tren modenya.

Sebenarnya, berjilbab (menutup aurat) itu tidak ada hubungannya dengan akhlak, dengan moralitas. Dalam pandangan masyarakat kita, wanita berjilbab selalu diidentikkan sebagai wanita yang santun, kalem, rajin salat, rajin bersedekah, sering hadir di majelis pengajian, dan berbagai predikat kesalehan lainnya.

Sebaliknya, muslimah yang tak berjilbab, meski akhlaknya santun, tentu saja dipandang tak sebaik muslimah berhijab. Ini tentunya merupakan pemikiran wajar dan spontanitas muncul dalam benak masyarakat.

Akibatnya, jika kebetulan ada wanita berjilbab melakukan sesuatu yang kontradiktif dengan persepsi jilbab yang dikenakannya, maka sebagian besar masyarakat langsung mengaitkannya dengan jilbab yang dia kenakan. Tindakannya itu dianggap tidak sesuai dengan jilbabnya.

Tetapi saya bisa mengatakan, bahwa sebenarnya tak ada hubungan sama sekali antara jilbab dan berakhlak baik. Berjilbab adalah murni perintah Allah yang diwajibkan spesial kepada kaum muslimah, tanpa melihat apakah moralnya baik atau buruk.

Tentu saja setiap pilihan ada konsekuensinya, dan risiko tidak mengikuti instruksi syariat tentu saja ada sanksinya. Sudah kita pahami pula bahwa sanksi syariat atas pelanggaran adalah dosa.

Perubahan berikutnya yang juga tidak bisa dilepaskan dari wacana seputar hijrah adalah penggunaan istilah-istilah kata yang diambil dari bahasa arab. Beberapa kata yang sering digunakan adalah “ukhti” untuk menyebut saudara perempuan, “akhi” untuk menyebut saudara laki-laki, “ana” untuk menyebut aku/saya, “anta/antum” untuk menyebut kamu/kalian “na’am/la” untuk menyatakan iya/tidak dan beberapa istilah tambahan lain seperti fillah dalam kata ukhti fillah dan akhi fillah. Fenomena ini berkembang di kalangan pemuda dan pemudi perkotaan yang mengaku sedang berhijrah.

Terlepas dari segala macam pembelaan yang menyatakan bahwa fakta-fakta di atas merupakan tahapan awal dalam berhijrah, tetap saja hal itu menunjukkan adanya bentuk narsisme atau keinginan untuk diakui. Dalam hal ini telah terjadi pergeseran nilai dalam menjalankan ritus keagamaan dari semula bernilai etis-ideologis menjadi estetis-eksistensialis.

Oleh karena itu makna hijrah harus dikembalikan pada asalnya. Bahwa hijrah bukan hanya terbatas pada aspek eksistensi saja akibat infiltrasi media sosial.  Hijrah harus mampu menembus batas-batas fisik, karena sejatinya hijrah bukan hanya persoalan sudah bercadar atau tidak, hijrah bukan persoalan seberapa lebar jilbabmu, seberapa cingkrang celanamu, juga bukan seberapa panjang jenggotmu. Hijrah itu tentang bagaimana kita memperbaiki hubungan kita kepada Allah, kepada manusia dan kepada alam sekitar terutama lingkungan terdekat kita.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kompensasi Belum Beres, Menara Telekomunikasi Disegel Warga

Sleman
| Minggu, 05 Februari 2023, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Lirik 'Angin' Dewa 19, Lagu Pembuka Konser di JIS

Hiburan
| Minggu, 05 Februari 2023, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement