Advertisement

OPINI: Mempersiapkan Diri menjadi Auditor yang Adaptif di Masa Depan

Yohanes Mario Pratama, Dosen Departemen Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Kamis, 07 Juli 2022 - 06:07 WIB
Maya Herawati
OPINI: Mempersiapkan Diri menjadi Auditor yang Adaptif di Masa Depan Yohanes Mario Pratama, Dosen Departemen Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Advertisement

Dunia telah melewati pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua setengah tahun. Banyak sekali perubahan dalam dunia bisnis yang terjadi terutama dalam kegiatan operasional sehari-hari. Pembelajaran yang dilakukan secara daring dan bekerja dari rumah merupakan dua contoh perubahan yang sangat terlihat di sekitar kita.

Meskipun harus dilakukan secara jarak jauh dan tidak bertemu langsung, kegiatan-kegiatan tersebut tetap berjalan dan tidak pernah berhenti. Salah satu kegiatan yang tentu terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ialah proses pengauditan. Adanya pandemi mendorong seluruh pihak khususnya auditor untuk beradaptasi dengan pendekatan pengauditan yang baru yaitu remote auditing.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Remote auditing merupakan proses pengauditan dengan menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengumpulkan bukti-bukti elektronik, berinteraksi dengan auditee, dan menganalisis data sehingga dapat menilai kewajaran data keuangan serta efektivitas dan efisiensi pengendalian internal tanpa mengunjungi lokasi auditee (Teeter et al., 2010). Metode ini dilakukan ketika audit di lapangan secara langsung (on-site) tidak bisa untuk dilakukan atau ketika audit secara langsung tidak direncanakan dalam perencanaan audit.

Remote auditing telah “membuka mata” bagi auditor bahwa proses pengauditan ternyata bisa dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang. Perubahan ini semakin didorong dengan adanya pandemi Covid-19, dan ke depannya pekerjaan auditor dapat dilakukan dengan menggabungkan offsite auditing dengan onsite auditing. Masa depan proses pengauditan bukan hanya tentang remote auditing saja tetapi terkait dengan perubahan esensi proses mendasar menggunakan teknologi dengan tujuan untuk mencapai: 1) kualitas audit yang lebih tinggi; 2) proses pengauditan yang lebih efisien; dan 3) wawasan bisnis yang lebih baik untuk klien.

Kualitas audit yang lebih tinggi dapat dicapai dengan penggunaan teknologi karena proses pengauditan dapat dilakukan secara real time. Selain itu, big data dan cloud computing juga akan membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan atas bukti audit yang diperlukan. Proses pengauditan yang lebih efisien dapat dicapai ketika auditor menggabungkan proses offsite auditing dan onsite auditing, sehingga dalam perencanaan audit yang dilakukan, auditor dapat menentukan jenis pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan secara langsung di lapangan dan jenis pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan secara online.

Proses pengauditan ke depannya juga akan memberikan wawasan bisnis yang lebih baik untuk klien karena auditor dapat menganalisis data-data yang dapat dikumpulkan secara real time dan masif. Hasil analisis yang dilakukan oleh auditor akan memberikan wawasan tambahan yang lebih baik kepada klien.

Perkembangan teknologi dalam proses pengauditan bukan berarti dapat menyelesaikan suatu perikatan audit dalam sekejap mata secara instan. Peran seorang auditor sebagai seseorang yang memiliki suatu kompetensi dan pertimbangan profesional yang sudah dilatih tetap sangat diperlukan. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seorang auditor dalam mempersiapkan diri menghadapi proses pengauditan di masa depan?

Hal penting yang harus dilakukan oleh auditor ialah terus beradaptasi dengan perubahan model bisnis dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai teknologi digital yang digunakan oleh organisasi. Perkembangan teknologi yang pesat dapat mendukung auditor untuk melakukan continuous auditing. Continuous auditing memungkinkan seorang auditor untuk mengawasi kinerja auditee secara terus menerus, sehingga auditor dapat mengembangkan dirinya menjadi seorang analis. Hal ini memungkinkan seorang auditor untuk memberikan wawasan atau pengetahuan yang lebih signifikan ke dalam proses bisnis auditee.

Advertisement

Auditor harus mampu mengelola dan menganalisis banyaknya data mulai dari pengumpulan data, analisis data, hingga visualisasi data. Ketika auditor mampu untuk meningkatkan kualitas analisisnya berdasarkan data-data yang dikumpulkan, auditor dapat memberikan wawasan tambahan bagi manajemen untuk merancang strategi ke depannya.

Oleh karena itu, diharapkan seorang auditor juga harus lebih sering berkomunikasi dengan manajemen supaya auditor dapat memberikan saran praktis yang sesuai untuk meningkatkan pengendalian internal hingga strategi ke depannya. 

Untuk dapat beradaptasi dengan proses pengauditan di masa depan, tentunya seorang auditor harus mengembangkan kompetensi-kompetensi yang diperlukan. Pertama, auditor harus mampu memahami suatu bisnis secara holistik karena auditor akan berperan dalam membuat analisis yang dapat memberikan tambahan wawasan bagi manajemen dalam membuat keputusan.

Advertisement

Kedua, kemampuan dalam berkomunikasi di setiap level bisnis. Seorang auditor ke depannya tentu tidak lagi menjadi seorang watchdog yang hanya mencari kesalahan-kesalahan auditee saja, melainkan auditor ke depannya harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk memberikan saran perbaikan supaya proses bisnis dapat berjalan lebih baik.

Kemudian auditor harus mampu memahami teknologi-teknologi baru yang muncul. Teknologi ini tidak hanya terkait dengan teknologi untuk membantu proses pengauditan, melainkan teknologi baru dalam dunia bisnis seperti cryptocurrency dan blockchain. Auditor juga harus memiliki kemampuan beradaptasi ke dalam desain audit. Terdapat klien yang siap dengan teknologi, tetapi ada juga klien yang belum siap dengan teknologi, sehingga auditor harus mampu beradaptasi dalam melaksanakan proses pengauditannya. Hal penting yang tidak boleh dilupakan tentunya terkait kemampuan untuk mengidentifikasi area-area yang berisiko.

Karakteristik pengauditan akan terus berubah dari waktu ke waktu karena adanya perkembangan teknologi yang entah itu akan menggantikan secara penuh atau memperkuat metodologi yang lama. Esensi dari pengauditan tentu tidak akan berubah, hanya saja desain proses pengauditannya yang akan diadaptasi dengan menggunakan teknologi. Jadi, bersiaplah untuk mengembangkan diri supaya dapat menjadi seorang auditor yang adaptif dan berintegritas.

 

Advertisement

 

 

 

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

OPINI: Utopia Bernama HKI

OPINI: Utopia Bernama HKI

Opini | 1 week ago
Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Empat Pesan untuk Kaesang-Erina di Malam Midodareni

Sleman
| Sabtu, 10 Desember 2022, 11:37 WIB

Advertisement

alt

Raffi Ahmad hingga Inul Daratista Diundang ke Pernikahan Kaesang

Hiburan
| Sabtu, 10 Desember 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement