Viral Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati, Sekolah Bantah Bullying
Kasus siswa MTs di Pati yang mengalami putus dua jari masih diselidiki polisi. Sekolah membantah terjadi perundungan dan menyebutnya kecelakaan.
Pesawat itu bernama kondisi sistem keuangan. Kondisi sistem keuangan haruslah selalu dijaga agar tetap stabil. Masih terekam jelas dalam ingatan dimana pandemi Covid-19 datang secara tiba-tiba memberikan dampak yang begitu terasa. Tidak hanya meluluhlantakkan perekonomian negara, melainkan meluas hingga ke bidang sosial dan politik.
Tak ayal, stabilitas sistem keuangan yang selama ini dijaga oleh Bank Indonesia (BI) dengan kebijakan makroprudensial pun menjadi terganggu. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) merosot, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan menurunnya kepercayaan investor menjadi dampak nyata bagi perekonomian Indonesia. Puncaknya, pada Maret 2020 indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok sebesar 64% year-on-year ke titik 4.194, yang merupakan all-time low dalam 5 tahun terakhir.
Seperti yang kita ketahui, berbagai kebijakan akomodatif lantas dilakukan oleh BI sebagai upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, mulai dari rasio countercyclical capital buffer sebesar 0%, hingga ketentuan relaksasi loan to value 0% untuk kredit properti dan kendaraan bermotor.
Sejatinya, kebijakan makroprudensial dilakukan countercyclical agar tidak ada optimisme atau pesimisme yang berlebih pada masyarakat. Countercyclical berarti mengambil pendekatan yang sebaliknya, seperti menaikkan suku bunga saat ekonomi bergairah dan menurunkan suku bunga ketika sedang dalam masa krisis.
Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Seyogyanya, menjaga kestabilan ekonomi nasional tidak hanya merupakan tugas BI dan anggota Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) saja, melainkan juga setiap warga negara harus ikut berperan. Sebagai langkah awal dapat dimulai dengan mempersiapkan ‘parasut’ agar tidak terjun bebas ke tanah jika pesawat yang ditumpangi mendadak rusak di tengah jalan tersambar petir. Salah satu parasut yang dapat dipersiapkan adalah dana darurat (emergency fund).
DANA DARURAT
Tidak ada seorang pun yang ingin jatuh pada lubang yang sama. Krisis moneter 1998, krisis ekonomi 2008, dan pandemi Covid-19 bukan tak mungkin akan terulang kembali. Untuk itu diperlukan dana yang dipersiapkan khusus untuk kondisi mendesak. Tempat terbaik untuk menyimpannya adalah instrumen keuangan yang aman dan mudah dicairkan, seperti reksadana pasar uang dan tabungan deposito.
Untuk menentukan jumlah dana darurat ideal, dimulai dari menghitung berapa pengeluaran bulanan, lalu dikalikan 12. Mengapa 12? Tujuannya bilamana kondisi seperti Covid-19 terjadi kembali, individu masih sanggup bertahan setidaknya dalam jangka waktu setahun. Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau lockdown pun tak jadi masalah, karena telah siap bertahan satu tahun ‘di rumah saja’.
Kata “menabung” mungkin tak asing, tetapi lain halnya dengan dana darurat. Menukil data dari Lifepal, hanya 9% warga negara Indonesia yang memiliki dana darurat. Tentunya ini akan menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan oleh BI dan anggota FKSSK (OJK, Departemen Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan). Edukasi kepada masyarakat harus ditingkatkan, agar semakin banyak masyarakat yang ‘melek’ akan pentingnya memiliki dana cadangan di dalam tabungan, yang digunakan hanya untuk force majeure.
Dewasa ini, BI acap kali memberikan ruang edukasi keuangan dengan mengundang narasumber dari influencer keuangan. Hal yang harus terus dilanjutkan, agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya memiliki dana darurat.
Peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki dana darurat akan berimplikasi pada perputaran uang di Indonesia akan semakin lancar. Selanjutnya, dana darurat yang terkumpul dialokasikan oleh penyedia jasa keuangan untuk sumber pendanaan korporasi dan rumah tangga. Dampaknya, makroprudensial aman terjaga dan menciptakan stabilitas sistem keuangan.
Ibarat pepatah, selalu ada hikmah dibalik musibah. Ada pelajaran yang dapat dipetik dari pandemi Covid-19. Kita tentu berharap luka memar (scarring effect) segera sembuh dan tidak terulang kembali. Selanjutnya, diperlukan sinergi bersama untuk memperkuat ‘pesawat’, sekaligus mempersiapkan ‘parasut’ sebagai bagian dari antisipasi. Jikalau pesawat tiba-tiba rusak kembali, para penumpang tak akan ikut hancur berkeping-keping, karena telah memiliki parasut bernama dana darurat. Hope for the best, prepare for the worst!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kasus siswa MTs di Pati yang mengalami putus dua jari masih diselidiki polisi. Sekolah membantah terjadi perundungan dan menyebutnya kecelakaan.
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Bantul menargetkan surplus beras 100.000 ton pada 2026 dengan perluasan tanam padi hingga 35.000 hektare meski konsumsi beras warga menurun.
Diskominfo Kulonprogo kini dipimpin oleh Bambang Sutrisno yang memiliki reputasi selama 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bamsut sapaan akrabnya memi
Menkeu Purbaya menyebut Presiden Prabowo segera meluncurkan insentif baru kendaraan listrik berupa PPnBM 100% dan PPN DTP 40%.
UAD melantik dekan baru untuk periode kepemimpinan berikutnya guna memperkuat transformasi kampus dan menghadapi akreditasi institusi 2027.