Advertisement

OPINI: Green Job, Peluang Nyata atau Tren Semata?

Debora Wintriarsi Handoko, Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Kamis, 19 Januari 2023 - 06:07 WIB
Maya Herawati
OPINI: Green Job, Peluang Nyata atau Tren Semata? Debora Wintriarsi Handoko, Dosen Departemen Manajemen,Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Advertisement

Green Job atau pekerjaan ramah lingkungan, mungkin belum terlalu familier bagi kita. Menurut International Labour Organization (ILO), pada dasarnya Green Job adalah pekerjaan yang layak, yang berkontribusi untuk melestarikan atau memulihkan lingkungan, baik di sektor tradisional seperti manufaktur dan konstruksi, atau di sektor hijau yang sedang berkembang seperti energi terbarukan dan efisiensi energi.

Dalam 30 tahun tahun terakhir, konsep Green Job telah menjadi perbincangan internasional, serta menjadi topik menarik bagi para pekerja dan pencari kerja. Akhir-akhir ini pun disebutkan oleh berbagai sumber bahwa Green Job akan booming dan menjadi incaran generasi muda dalam berkarier. Mengapa demikian?

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sustainable Living

Tren ramah lingkungan adalah satu hal yang menjadi dasar masyarakat memulai menjalankan aktivitas sehari-harinya dengan lebih memedulikan lingkungan. Meskipun awalnya Sustainable Living hanya tren dalam kehidupan sosial, namun pada kenyataannya masyarakat mulai menyadari tujuan dan manfaat gaya hidup ini. Anak muda saat ini pun kerap mengangkat topik ini dalam diskusi sehari-hari hingga membawanya dalam diskusi akademik di lingkungan sekolah dan kampus.

Hal ini pun secara tidak langsung membawa anak muda mulai menerapkan gaya hidup sustainable. Saat ini semakin banyak anak muda yang terdorong dalam gerakan-gerakan ramah lingkungan serta turut ambil bagian dalam gerakan edukasi bagi masyarakat. Melati Riyanto Wisjen adalah satu dari sekian banyak anak muda yang berkontribusi dalam gerakan ini. Mengawali dengan meluncurkan gerakan ByeBye Plastic Bag, Melati telah berhasil membesarkan gerakan sustainable living melalui banyak aktivitas nyata. Hal lain yang juga berkembang saat ini adalah penerapan gaya hidup minimalism.

Gaya hidup ini mengusung gaya hidup sederhana dan berfokus pada hal-hal yang paling penting untuk membuat seseorang bahagia. Tren gaya hidup ini turut berkontribusi dalam mengurangi dampak maraknya tren fast fashion yang menimbulkan limbah polusi tanah, air dan gas emisi rumah kaca. Dengan adanya tren Sustainable Living ini, pola pikir dan perilaku konsumen masyarakat di Indonesia mulai bergeser, dan generasi muda juga semakin aware akan masa depannya dan lingkungan sekitarnya.

Dukungan Pemerintah

International Labour Organization menyampaikan bahwa Green Job akan menciptakan 24 juta pekerjaan pada tahun 2030. Negara-negara melalui Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah berkomitmen menjalankan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals–SDGs), yang secara umum mengupayakan kehidupan yang lebih sejahtera dan damai bagi manusia dan planet di masa depan. Pada 2022 Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Green Economy Index, yang mengukur pencapaian dan efektivitas transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi hijau. Indeks tersebut diukur berdasarkan tiga pilar yaitu pilar lingkungan (melalui lima indikator seperti bauran energi baru terbarukan (EBT) dari sumber energi primer, serta persentase sampah terkelola), pilar ekonomi (melalui enam indikator seperti intensitas emisi, serta produktivitas pertanian), dan pilar sosial (melalui empat indikator seperti angka harapan hidup, serta tingkat pengangguran terbuka). Atas adanya pengukuran indeks tersebut, maknanya pemerintah memiliki komitmen untuk mendukung terciptanya lapangan kerja yang lebih bertujuan untuk melindungi lingkungan.

Masa Depan

Tren gaya hidup Sustainable Living serta Dukungan Pemerintah di atas, menjadi angin segar bagi terciptanya berbagai peluang bisnis dan pengembangan karier. Anda mungkin pernah mendengar atau membaca beberapa startup ini berseliweran di laman sosial media Anda. Sebut saja, Zerowaste.id, Waste4Change, Aruna, dan juga Xurya.

Zerowaste.id merupakan platform komunitas online yang bertujuan memberi edukasi dan mengajak masyarakat untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan. Sementara itu, Waste4Change adalah startup yang berfokus pada pengolahan sampah. Berbeda dengan kedua startup tersebut, Aruna berupaya untuk membantu nelayan di Indonesia terkoneksi dengan berbagai pihak dan industri untuk menyebarluaskan kekayaan laut Indonesia. Sementara Xurya berfokus pada layanan B2B untuk penggunaan energi surya Indonesia. Dari keempat startup tersebut kita bisa melihat bahwa gerakan ramah lingkungan tidak lagi hanya menjadi tren gaya hidup masyarakat sehari-hari, namun juga bisa menjadi peluang bisnis di masa depan.

Lalu bagaimana dengan karier masa depan? Setidaknya, ketika saya membuka LinkedIn dan memasukkan kata kunci “green job”, tersaji beragam kesempatan kerja di beragam industri, di berbagai lokasi. Peluang kerja tersebut berasal dari berbagai industri seperti agriculture, konstruksi, energi, pariwisata, fashion, hingga multimedia. Hal ini berarti bahwa Green Job tidak melulu berarti bekerja di bidang energi, namun saat ini kesempatan kerjanya telah berkembang di berbagai bidang dan aktivitas. Pekerjaan ramah lingkungan dapat ditentukan juga berdasarkan kontribusinya terhadap proses yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, pekerjaan yang dapat mengurangi konsumsi air atau memperbaiki sistem limbah, hingga pekerjaan yang menerapkan efisiensi bahan baku serta edukasi pelestarian lingkungan juga dapat dikategorikan sebagai Green Job.

Generasi Muda

Sejalan dengan munculnya tren gaya hidup Sustainable Living, generasi muda saat ini tentu memiliki pemahaman dan peran besar dalam berkontribusi menjalankan pekerjaan ramah lingkungan ini. Kesempatan pengembangan ide bisnis dalam start-up hingga meniti karier di bidang Green Job telah terbuka saat ini. Kolaborasi ide dan skill generasi muda bersama dengan generasi sebelumnya akan menjadikan tujuan pelestarian lingkungan serta kesejahteraan manusia dan planet dapat lebih realistis untuk terwujud. Jadi, tunggu apa lagi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Delegasi ATF Kunjungi Sumbu Filosofi, Ajang Bidik Wisatawan Asia Tenggara

Jogja
| Minggu, 05 Februari 2023, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Lirik 'Angin' Dewa 19, Lagu Pembuka Konser di JIS

Hiburan
| Minggu, 05 Februari 2023, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement