Advertisement

OPINI: Model Kerja Hibrida, Masa Depan Kerja?

Tegar Satya Putra, Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Kamis, 09 Maret 2023 - 06:07 WIB
Maya Herawati
OPINI: Model Kerja Hibrida, Masa Depan Kerja?

Advertisement

Semenjak pandemi Covid-19 tiga tahun lalu, banyak perusahaan yang mencoba cara kerja remote work. Bahkan, beberapa perusahaan teknologi besar seperti Google dan Twitter sempat mengumumkan kebijakan kerja jarak jauh permanen bagi karyawan mereka. Namun seiring membaiknya kondisi pandemi Covid-19, perusahaan mulai mengadopsi model kerja hibrida (hybrid work). Model ini adalah kombinasi dari bekerja di kantor dan bekerja dari rumah. Model kerja hibrida memberikan fleksibilitas kepada karyawan untuk memilih tempat dan waktu kerja mereka yang lebih cocok.

Namun, tidak semua perusahaan sepakat dengan kebijakan kerja jarak jauh ini. Contohnya adalah perusahaan teknologi yang tentu kita semua tahu, Goto. Beberapa waktu lalu, Goto memperkenalkan kebijakan kembali ke kantor seyang mengharuskan seluruh karyawan untuk kembali bekerja di kantor selama empat dari lima hari kerja. Pihak manajemen Goto beralasan bahwa kebijakan ini ditetapkan untuk memastikan bahwa para karyawan Goto benar-benar bekerja. Alhasil dari kebijakan ini, Goto menjadi bulan-bulanan warganet terutama di media sosial.

Advertisement

Model Kerja Hibrida

Model kerja hibrida memberikan fleksibilitas bagi karyawan untuk menentukan waktu dan tempat kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam model kerja ini, karyawan memiliki kebebasan untuk mengatur jadwal kerja mereka sehingga mereka dapat menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan lebih baik. Selain itu, model kerja hibrida juga dapat membantu perusahaan untuk menghemat biaya operasional, seperti biaya sewa kantor dan utilitas.

Namun, peralihan ke model kerja hibrida memerlukan adaptasi dan perubahan budaya kerja yang signifikan. Karyawan harus memiliki keterampilan manajemen waktu dan disiplin diri untuk bekerja dari rumah. Selain itu, karyawan juga harus memastikan bahwa mereka memiliki lingkungan kerja yang sesuai dan akses internet yang cepat dan stabil.

Di sisi lain, pengusaha harus memastikan bahwa karyawan mereka memiliki semua alat dan dukungan teknologi yang diperlukan untuk bekerja dari rumah secara efektif. Selain itu, pengusaha harus membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil daripada kehadiran fisik. Hal ini memerlukan pengukuran kinerja yang jelas dan umpan balik yang teratur.

Kunci Sukses

Untuk sukses dalam model kerja hibrida, karyawan dan pengusaha harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, karyawan harus memiliki keterampilan digital yang cukup untuk bekerja dari jarak jauh. Hal ini termasuk kemampuan menggunakan teknologi konferensi video, alat kolaborasi daring, dan manajemen waktu yang efektif.

Kedua, pengusaha harus memastikan bahwa mereka memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas untuk model kerja hibrida. Hal ini termasuk pengelolaan waktu kerja, komunikasi, dan pemantauan kinerja.

Secara keseluruhan, model kerja hibrida menawarkan fleksibilitas dan efisiensi bagi perusahaan dan karyawan. Namun, peralihan ke model kerja hibrida memerlukan perubahan budaya kerja yang signifikan. Karyawan dan pengusaha harus mempersiapkan diri dan bekerja sama untuk mengadopsi model kerja hibrida dengan sukses.

Sebagai kesimpulan, model kerja hibrida menawarkan fleksibilitas dan efisiensi bagi perusahaan dan karyawan. Namun, untuk mencapai kesuksesan dalam model kerja ini, pengusaha dan karyawan harus bekerja sama untuk menentukan cara terbaik untuk mengelolanya dan menemukan solusi yang paling sesuai untuk kebutuhan masing-masing.

 

Masa Depan Kerja?

Dengan meningkatnya popularitas kerja hibrida sebagai alternatif yang populer dari pengaturan kerja tradisional, wajar jika kita bertanya-tanya apakah model ini mewakili masa depan kerja. Akankah kita melihat lebih banyak perusahaan yang memeluk kerja hibrida dalam beberapa tahun ke depan, ataukah tren ini akan memudar seiring dengan kita kembali ke norma pra-pandemi?

Satu hal yang jelas, kerja hibrida menawarkan banyak manfaat bagi baik pengusaha maupun karyawan. Ini memungkinkan untuk fleksibilitas yang lebih besar dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, mengurangi waktu dan biaya perjalanan, dan dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. Selain itu, itu memungkinkan perusahaan untuk mengakses sumber daya manusia yang lebih luas dan mengurangi biaya overhead mereka.

Namun, ada juga beberapa tantangan yang terkait dengan kerja hibrida. Ini memerlukan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi yang efektif di antara anggota tim yang bekerja di lokasi dan zona waktu yang berbeda.

Ini juga dapat menyebabkan perasaan isolasi dan putus asa di antara pekerja jarak jauh, dan menciptakan masalah kesetaraan yang potensial jika tidak dikelola dengan baik.

Jadi, apakah kerja hibrida benar-benar masa depan kerja? Jawabannya tidak jelas. Meskipun kerja hibrida tentu memiliki keuntungan, mungkin tidak cocok untuk setiap perusahaan atau peran. Tergantung pada organisasi individu untuk menentukan apakah kerja hibrida masuk akal untuk kebutuhan dan keadaan mereka.

Pada akhirnya, kesuksesan kerja hibrida akan tergantung pada seberapa baik itu diimplementasikan dan dikelola. Ini memerlukan perencanaan yang hati-hati, kebijakan dan prosedur yang jelas, serta komunikasi dan umpan balik yang berkelanjutan. Dengan mengambil langkah-langkah ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja hibrida yang bermanfaat bagi bisnis dan karyawan mereka. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Bantul Siapkan Dua Armada Tangki Air

Bantul
| Senin, 24 Juni 2024, 06:37 WIB

Advertisement

alt

Jadwal Konser Musik dan Event di Jogja, 22-30 Juni, Ada Iwan Fals, Shaggydog, Maliq D' Essentials hingga Festival Tradisional

Hiburan
| Jum'at, 21 Juni 2024, 19:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement