Klaten Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai Tahun Ini
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Dyah Pikanthi Diwanti, Dosen Ekonomi Syariah UMY
Salah satu fitrah yang dianugerahkan kepada manusia untuk terus digelorakan dalam kehidupan yakni hadirnya kasih sayang. Kasih sayang yang melukiskan persaudaraan sehingga kedamaian dan ketenteraman hidup menjadi buah manis dari rajutannya. Sebagaimana HR Imam Muslim yang menyebutkan bahwa, "Perumpamaan seorang Mukmin sesama Mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi seumpama satu badan. Apabila ada salah satu anggota badan yang menanggung kesakitan, maka seluruh badannya akan turut terjaga [tidak akan tidur] dan terasa panas [merasakan sakitnya]."
Manusia adalah makhluk sosial yang erat untuk saling menguatkan dan menggenggam untuk saling menyayang. Untuk itulah dalam setiap keadaan kasih sayang ini senantiasa dirawat dan dijaga sehingga apapun kondisi yang ada mampu dilalui bersama.
Fenomena beragam yang terjadi di masyarakat bahkan di negara lain semakin membangun kesadaran untuk menempatkan kasih sayang sebagai penguat. Sebagaimana nilai persaudaraan, nilai kasih sayang terpancar dari cara manusia memperlakukan sesama dan makhluk ciptaan-Nya yang lain.
Saat manusia memperlakukan dengan kebaikan kepada sesama sejatinya manusia tersebut telah berbuat kebaikan untuk dirinya. Sebagaimana dalam QS Ar-Rahman ayat 60 yang menyebutkan bahwa tidak ada buah kebaikan sekecil apapun yang tidak tercatat amalannya dan akan berbuah kebaikan itu sendiri. Bulan Ramadan menjadi momentum bulan istimewa di mana banyak hal kebaikan dilakukan dalam niatan ibadah. Refleksi tentang kasih sayang-Nya begitu luas. Saat manusia mulai mengenal sesama sampai pada dataran tafahum atau saling memahami. Adanya rasa memiliki terhadap hal berupa materi, kekuasaan yang dimiliki dan titipan-Nya yang lain akan menjadi sesuatu yang memberatkan jika tidak dikuatkan dengan nilai kasih sayang.
Lantas, bagaimana tebaran kasih sayang di bulan Ramadan? Pertama, senantiasa menempatkan kasih sayang dalam bingkai mencintai Allah SWT sehingga apapun niatan dalam menebarkan kasih sayang hanya untuk mencari ridho-Nya.
Kedua, di bulan Ramadan ini senantiasa meningkatkan kualitas diri dengan memiliki kebiasaan-kebiasaan baik yang terbiasa dilakukan seperti mengkaji Al-Qur’an/tadarus bersama. Kegiatan ini dapat dilanjutkan di bulan selanjutnya dengan tujuan untuk silaturahmi atau berbagi ruang ilmu.
Ketiga, Kasih sayang dalam Islam adalah kasih sayang sepanjang waktu, sepanjang hayat. Sehingga untuk menjaganya dibutuhkan konsistensi dalam amalan nyata. Keempat, Kasih sayang merupakan akhlak mulia yang senantiasa diajarkan dengan tidak memilih pada siapa ditujukan. Sebagaimana HR Thabrani menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya [mukmin], tetapi bersifat umum [untuk seluruh umat manusia]”. Semoga tebaran kasih sayang semakin melimpah di bulan penuh berkah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Pemkab Blora segera mengoperasikan bus sekolah gratis bantuan Kemenhub di rute Kunduran-Blora setelah APBD Perubahan 2026 disahkan.
Menteri UMKM menyatakan pendapatan ojol tidak turun setelah skema komisi 92:8 berlaku. Penurunan penghasilan disebut dipengaruhi musim libur
Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Swiss 3-1 lewat extra time. Julián Álvarez dan Lautaro Martínez jadi penentu kemenangan.
FIFA menjual potongan rumput lapangan final Piala Dunia 2026 mulai US$450. Koleksi edisi terbatas ini hanya tersedia 2.026 unit per varian.
PIHPS mencatat harga pangan nasional hari ini. Bawang merah Rp46.650 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan telur Rp28.950 per kg.