Advertisement

HIKMAH RAMADAN: Dampak Puasa terhadap Kesehatan

M. Bambang Edi Susyanto
Jum'at, 14 April 2023 - 06:07 WIB
Bhekti Suryani
HIKMAH RAMADAN: Dampak Puasa terhadap Kesehatan M. Bambang Edi Susyanto - Dok.Pribadi

Advertisement

Puasa bagi umat muslim adalah suatu ibadah yang bertujuan membentuk dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala sebagaimana disebut dalam ayat 183 Surat Al-Baqarah. Aspek kesehatan fisik dalam konteks ini lebih dipandang sebagai hikmah atau manfaat dan bukan motivasi agar kemurnian ibadah kita lebih terjaga.

Agama memberi keluwesan berupa kebolehan untuk tidak berpuasa bagi muslim yang sakit, namun teori-teori dan penelitian kesehatan memberikan fakta yang menarik, bahwa puasa justru berdampak positif terhadap beberapa penyakit, selain meningkatkan kesehatan orang yang sehat dan mencegah terjadinya penyakit.

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

Puasa dalam dunia kesehatan telah digunakan sebagai terapi untuk berbagai masalah kesehatan. Puasa ini disebut sebagai puasa terapi atau puasa diet. Puasa sebagai terapi terkait dengan pengaturan jadwal makan dan restriksi (pengurangan) kalori dan dalam dunia kesehatan dikenal beberapa model puasa atau diet. Manfaat terapi dari puasa antara lain banyak dipelajari dalam penyakit lambung, diabetes tipe 2, kegemukan/obesitas dan kanker.

Beberapa tulisan ahli menyebut bahwa puasa ibadah dalam Islam apabila dilaksanakan dengan baik akan mempunyai dampak sebagaimana puasa terapi. Puasa Ramadan dapat dianggap sebagai bentuk puasa selang (intermitten fasting) karena melibatkan periode intermiten antara periode puasa yang panjang (dari Matahari terbit hingga Matahari terbenam) dan periode makan yang singkat (dari Matahari terbenam hingga Matahari terbit).

Setidaknya ada tiga teori yang dapat menjelaskan bahwa puasa dapat memperbaiki kesehatan, mencegah penyakit dan bahkan memperbaiki penyakit atau keadaan patologis, yakni teori psikoneuroimunologi, teori perbaikan mikrobioma dan teori autophagy.

Psikoneuroimunologi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan efek positif terhadap kesehatan mental, seperti mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan mental, dan meningkatkan kualitas tidur. Hal tersebut terkait dengan efek puasa pada sistem saraf dan hormonal, yang selanjutnya memengaruhi sistem kekebalan. Selain itu, puasa juga dapat memengaruhi peradangan pada tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh serta mencegah dan mengobati penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes dan kanker.

Perbaikan mikrobioma/mikrobiota

Mikrobiota usus adalah kumpulan bakteri yang hidup di saluran pencernaan dan berperan penting dalam menjaga kesehatan. Dikenal adanya dua aksis penting, yaitu aksis usus-otak (gut-brain axis) dan aksis usus-paru (gut-lung axis) yang sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh kita. Usus dalam teori tersebut disebut sebagai otak kedua, apabila usus kita sehat, maka sehat pula otak dan paru kita.

Mikrobiota atau mikrobioma dapat terganggu oleh pola makan yang kurang sehat dan aneka cemaran dari luar seperti asap rokok, bahan kimia dan obat tertentu. Puasa telah terbukti memperbaiki keanekaragaman mikrobiota usus dan mengurangi jumlah bakteri patogen (bakteri yang merugikan atau membahayakan). Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan usus dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Mekanisme autophagy

Teori ini menunjukkan aktivasi mekanisme autophagy selama puasa. Mekanisme autophagy (arti harafiahnya makan sendiri) memungkinkan sel imun kita memakan (menghancurkan) komponen sel yang rusak dan mendaur ulangnya untuk energi dan pemeliharaan sel. Autophagy terlibat dalam beberapa proses fisiologis termasuk penuaan, degenerasi saraf, dan kanker.

Mengaktifkan autophagy selama puasa telah terbukti membantu mencegah jenis kanker tertentu dan meningkatkan kesehatan otak. Berbagai penelitian telah dilakukan pada hewan maupun manusia, bahwa puasa jangka pendek (12-48 jam) dapat mengaktifkan mekanisme autophagy.

M. Bambang Edi Susyanto

Dosen FKIK UMY

BACA JUGA:  Laptop Harga 6 Jutaan Terbaik, Mulai Axioo Mybook Hingga Acer Aspire

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Kampung Ketandan Jadi Salah Satu Tempat Relokasi Pedagang Teras Malioboro 2

Jogja
| Minggu, 28 Mei 2023, 17:17 WIB

Advertisement

alt

Kenalkan! Kirana Aulia Meisya Putri asal Jogja yang Mewakili Indonesia dalam Ajang Miss Teen International 2023 di Thailand

Hiburan
| Minggu, 28 Mei 2023, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement