Ekonom Kritik Wacana HP Gratis, APBN Dinilai Bisa Terbebani
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Moch. Iqbal/Dok Pribadi
Ada stigma di masyarakat kita bahwa orang yang bersalah adalah orang yang buruk dan dicap tidak baik. Padahal, manusia pada fitrahnya adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dengan karakter tak luput dari dosa. Tidak ada satu manusia pun yang dilabeli sebagai manusia suci.
Nabi Adam AS, manusia pertama yang diciptakan pun tak luput dari kesalahan yaitu saat beliau tidak dapat mencegah istrinya, Hawa, dari memakan buah Khuldi di surga yang mereka tempati saat itu.
Sehingga, konsekuensi dari kesalahannya itu adalah mereka diturunkan ke Bumi. Namun, Nabi Adam AS berdoa kepada Allah SWT untuk memohon ampun dari kesalahannya tersebut sehingga Allah pun mengampuninya.
Rasulullah Muhammad SAW, meskipun sebagai manusia terbaik (khairul basyar), namun sebagai manusia beliau pun pernah melakukan kesalahan. Hanya saja, kesalahan dan kekhilafannya tersebut langsung ditegur oleh Allah SWT.
Suatu ketika Rasulullah SAW didatangi oleh Abdullah bin Ummi Maktum, seorang sahabat yang tunanetra. Pada saat itu Rasulullah SAW sedang mendakwahkan Islam kepada para pemuka Quraisy. Abdulllah bin Ummi Maktum berkata, “Ajarkanlah aku apa yang telah Allah ajarkan kepadamu,” dan ia mengulang-ulang perkataannya. Rasulullah SAW tidak mau memutuskan pembicaraannya, beliau pun bermuka masam dan mengacuhkan Abdullah bin Ummi Maktum, sehingga turunlah Surat ‘Abasa ayat 1-10 sebagai teguran dari Allah SWT kepada Rasulullah.
Lalu bagaimanakah cara kita meraih derajat takwa, padahal kita pasti memiliki dosa dan kesalahan? Ada kalanya kita menjadi hamba yang ábid (ahli ibadah) dan sangat menaati Allah SWT dan Rasul-Nya.
Namun, terkadang pula kita melakukan kekhilafan dan dosa. Maka Allah SWT mengajarkan trik kepada kita untuk mendapatkan level takwa ketika kita berada di posisi tersebut, yaitu: “Dan [juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, [segera] mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa [lagi] yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui,” (QS Ali Imran: 135).
Untuk meyakinkan diri kita bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan gelar takwa kepada kita meskipun kita pernah berdosa, kiranya kita dapat belajar dari kisah orang-orang yang memperoleh husnulkhatimah di akhir hayat mereka.
Kita pernah mendengar kisah tentang seorang wanita pezina yang masuk surga karena memberi minum anjing yang sedang kehausan di tengah teriknya panas dan susah untuk mendapatkan air. Juga kisah tentang seorang pembunuh yang telah membunuh seratus jiwa, namun dengan kegigihan dan tekadnya yang kuat untuk bertaubat, maka Allah SWT pun mengampuni dosa-dosanya tersebut dan menganugerahinya surga.
Kisah wanita pezina dan seorang pembunuh tersebut mencerminkan bahwa Allah SWT itu maha pengampun dan setiap orang dapat masuk surga asalkan memiliki kesungguhan untuk bertaubat dan siap melaksanakan segala perintah-Nya.
Moch. Iqbal
Dosen Pendidikan Bahasa Arab UMY, Kandidat Ph.D. Universidad Autónoma de Madrid, Spanyol & Ketua PCIM Spanyol periode 2020-2023
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.