Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Tony Wijaya/Dok. Pribadi
Momen mudik Lebaran baru saja kita jalani. Mudik merupakan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya, khususnya saat menjelang hari raya Lebaran, maupun pergantian tahun.
Peningkatan jumlah pemudik yang akhirnya menjadi wisatawan, selama mudik Lebaran berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah setempat. Sektor yang paling berdampak secara khusus adalah pariwisata seperti destinasi wisata, hotel atau penginapan dan transportasi Selain itu juga beragam sektor ekonomi setempat seperti pusat perbelanjaan, pusat penjualan buah tangan khas daerah serta kecenderungan peningkatan konsumsi produk lokal yang memicu peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Selain membawa konsekuensi positif, aktivitas mudik juga seringkali membawa dampak negatif pada lingkungan karena seiring meningkatnya konsumsi juga membawa masalah peningkatan produksi sampah selama periode mudik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja melaporkan jumlah sampah di Jogja meningkat sekitar 15% selama libur Lebaran 2022. Menurut Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan, sampah yang masuk selama libur Lebaran 2022 berkisar 900 ton per hari yang didominasi oleh sampah wisata. Dampak dari meningkatnya produksi sampah selama mudik sangat berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar sehingga perlu diimbangi dengan upaya pengelolaan pariwisata berbasis ramah lingkungan atau pariwisata hijau.
Pariwisata hijau atau ecotourism adalah konsep pariwisata yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Salah satu aspek penting dalam pariwisata hijau adalah pengelolaan sampah dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam konteks wilayah yang potensial dengan pariwisata, pariwisata hijau sangat penting mengingat periode selama mudik akan meningkatkan jumlah pengunjung yang membawa konsekuensi pada lingkungan sekitarnya. Selain berkaitan dengan pola konsumsi ramah lingkungan, konsep pariwisata hijau juga mempromosikan perilaku yang bertanggung jawab dan pentingnya menjaga kelestarian pada budaya dan kearifan lokal.
Solusi ke Depan
Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh pihak yang berkepentingan terkait dengan penerapan pariwisata hijau. Upaya pertama yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan edukasi tentang pariwisata hijau. Dalam edukasi ini, pengunjung diajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya lokal, cara mengelola sampah dengan baik, serta bagaimana berpartisipasi dalam upaya pelestarian alam.
Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye edukasi, seperti mengajak masyarakat dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, memisahkan jenis sampah, dan mengurangi penggunaan bahan-bahan limbah plastik. Selain itu, pengunjung juga dapat diberi informasi mengenai produk-produk wisata hijau yang ramah lingkungan serta turut membantu masyarakat lokal.
Upaya kedua yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam program-program pelestarian lingkungan wisata dan pembuangan sampah yang baik dan tepat. Selain itu, masyarakat lokal juga dapat dilibatkan dalam pengawasan dan pengembangan produk wisata hijau.
Upaya ketiga adalah dengan mempromosikan produk wisata hijau yang ramah lingkungan. Produk wisata hijau dapat berupa produk-produk yang ramah lingkungan seperti penggunaan bahan-bahan organik dan ramah lingkungan, atau produk-produk yang membantu masyarakat lokal seperti produk-produk kerajinan tangan atau makanan lokal sebagai ciri khas kearifan lokal.
Dengan mempromosikan produk-produk wisata hijau, pengunjung akan memiliki kesadaran dan lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian alam dan budaya lokal. Upaya keempat adalah dengan memberikan sanksi tegas dan mendidik bagi pengunjung yang melanggar aturan dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah.
Sanksi dapat berupa denda atau tindakan sosial seperti membersihkan lingkungan atau berpartisipasi dalam program-program pelestarian alam. Perlakuan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengunjung tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.
Dalam implementasinya, upaya-upaya ini dapat dilakukan oleh pemerintah, masyarakat lokal, dan pihak-pihak terkait lainnya. Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi secara berkala untuk melihat efektivitas dari upaya-upaya ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengunjung tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik selama berwisata.
Tony Wijaya
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.