Advertisement

Transformasi Digital, Artificial Intelligence Vs Pendidikan

Agatha Mayasari
Jum'at, 19 Mei 2023 - 06:07 WIB
Bhekti Suryani
Transformasi Digital, Artificial Intelligence Vs Pendidikan Agatha Mayasari - Dok. Pribadi

Advertisement

Seiring perkembangan dunia digital, transformasi digital merupakan tren dan kebutuhan penting yang sangat signifikan dirasakan sejak era Pandemi Covid-19. Pandemi mempercepat penerapan teknologi digital pada sebagian besar organisasi, terkhusus pada bidang pendidikan, yang memunculkan pergeseran perubahan aktivitas ke arah digitalisasi pada hampir semua tingkat operasional.

Pergeseran perubahan menciptakan peluang baru dalam rantai nilai untuk lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan proses belajar mengajar, aktivitas pendidikan, sistem pendidikan, bahkan kinerja masyarakat pendidikan secara keseluruhan.

Advertisement

Salah satu bentuk transformasi digital yang menjadi sorotan adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Artificial Intelligence adalah salah satu teknologi inti dalam transformasi digital yang membantu peningkatan produktivitas kinerja dengan mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak seperti manusia.

Menurut laporan Research & Markets 2022, penggunaan Artificial Intelligence diperkirakan akan mencapai tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate) sebesar 52% pada 2025, yang artinya bahwa adopsi teknologi AI dalam bisnis global akan sangat berkembang cepat.

Perkembangan teknologi AI yang cepat ini, dapat dilihat dalam dunia pendidikan, yaitu penggunaan ChatGPT. ChatGPT merupakan contoh Artificial Intelligence yang sedang marak, hangat, dan digandrungi. ChatGPT dalam dunia pendidikan bagaikan pisau bermata dua yang secara bersamaan memberikan keuntungan disertai dengan bahaya, risiko dan tantangan yang signifikan dalam pendidikan.

Penggunaan ChatGPT menjadi isu penting karena beberapa temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi berbasis Artificial Intelligence mengancam proses internalisasi nilai-nilai etika akademik dalam pendidikan (Cathrin dan Wikandaru, 2023).
Seperti yang diketahui secara luas saat ini, ChatGPT membantu manusia sebagai pengguna untuk mengirim perintah ke komputer, misalnya berupa permintaan untuk membuat esai 1.000 kata, dan kemudian dalam waktu sekejap esai tersebut akan selesai.

Teknologi ini seolah merevolusi cara manusia menggunakan komputer. Layanan seperti ini tidak bisa dipungkiri telah memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menghemat waktu dan tenaga saat menyusun tulisan, misalnya untuk tugas kuliah, menyusun materi pidato atau presentasi.

Disisi lain, ChatGPT juga dapat membantu pendidik dalam mengajar, memberikan saran, dan strategi pembelajaran yang lebih efektif, serta memantau perkembangan belajar peserta didik. Namun perlu dipahami, apakah hasil dari ChatGPT memberikan kelengkapan atau keakuratan hasil.

Bahayanya lagi, penggunaan ChatGPT memunculkan potensi terancamnya keberlangsungan pendidikan karakter. Nilai-nilai karakter yang baik seperti kejujuran, keadilan, dan percaya diri bisa saja terkikis tanpa disadari. Penggunaan ChatGPT juga berpotensi melemahkan etika akademik seperti nilai kejujuran, integritas akademik, dan orisinalitas karya. Sekalipun layanan ChatGPT telah terbukti mampu memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai tugas belajar, alangkah baiknya kita menghasilkan karya dari buah pikiran sendiri.

Lebih dari itu, bahaya penggunaan ChatGPT berpotensi mematikan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis manusia. Interaksi manusia dan teknologi Artificial Intelligence yang tidak dibarengi dengan kesadaran akan otonomi manusia dikhawatirkan akan mematikan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.

Solusi ke Depan

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk bijaksana memanfaatkan ChatGPT? Solusi yang ditawarkan adalah dunia pendidikan sebagai salah satu wadah strategis untuk meningkatkan kualitas dan integritas diri dari peserta didik, pertama, memiliki tugas untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai etika akademik di tengah perkembangan teknologi Artificial Intelligence.

Caranya dengan membuat peraturan yang cukup ketat untuk mengawasi dan mengontrol hasil karya dari ChatGPT. Kedua, pendidikan juga harus mampu menghilangkan kecemasan, ketakutan, atau fobia terhadap penggunaan Artificial Intelligence. Artinya, pendidikan tetap terbuka dengan adanya kemajuan teknologi Artificial Intelligence, pendidik melatih peserta didik untuk bertangung jawab dalam memanfaatkan teknologi AI dengan batasan tepat yang sudah ditentukan.

Melatih untuk membuat karya dari hasil buah pikiran sendiri. Sedangkan untuk pendidik, harus terus upgrade diri dengan berbagai pengembangan diri dan pelatihan agar menjadi pendidik yang tidak ketinggalan zaman dan interaktif dengan peserta didik di kelas.

Dengan demikian, sekalipun Artificial Intelligence terus berkembang, tidak dapat dihindari, dan semakin hari semakin banyak bermunculan aplikasi yang memudahkan berbagai aktivitas manusia. Artificial Intelligence tetap memberikan potensi baik untuk menyelesaikan tugas jangka panjang dalam mengembangkan bidang pendidikan.

Ingat, kehadiran teknologi digital membuat operasi internal suatu organisasi dapat berjalan dengan cepat dan mudah, serta menghadirkan peluang untuk penciptaan nilai dan pertumbuhan sehingga meningkatkan kinerja untuk mencapai keunggulan kompetitif. Disisi lain, perkembangan teknologi yang cepat pasti terkait erat dengan banyak risiko/tantangan sehingga membutuhkan peningkatan peraturan dan solusi masalah etika terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan. Selain itu, di masa mendatang perlu memperhatikan tingkat integrasi antara manusia dan Artificial Intelligence di bidang pendidikan. Integrasi tersebut akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejalan dengan teknologi Revolusi Industri 5.0 yang terus berkembang pesat.

Agatha Mayasari

Dosen Departemen Manajemen
Fakultas Bisnis dan Ekonomika, UAJY

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Siapkan Program Pompanisasi di Daerah Pertanian Kering

Bantul
| Sabtu, 25 Mei 2024, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Lagu Rohani Kristen When I Pray For You, Doa Ayah untuk Calon Anaknya

Hiburan
| Jum'at, 24 Mei 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement